RC-Car, Mainan Seharga Honda Vario

Foto: aftermarketplus.id

AFTERMARKETPLUS.id – Radio Controlled Car atau biasa dikenal dengan RC-Car merupakan hobi yang sudah cukup lama populer di Indonesia.

Meski harganya tidak murah, mainan ini banyak penggemarnya, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. RC-Car terbagi dalam dua jenis, RC elektrik yang menggunakan battery dan dynamo serta RC engine yang menggunakan bahan bakar nitrometanol.

“Peminat kebanyakan beli jenis RC-Car Off-Road, skala 1 banding 8 dan ada juga 1 banding 10. Adapun jenis RC-Car engine yang lebih banyak diminati pembeli, karena mengeluarkan suara layaknya mobil beneran, namun untuk RC-Car elektrik juga tetap ada penggemarnya,” ujar Oding, salah satu mantan pengelola sirkuit RC-Car di GBK yang sekarang menjabat Store Manager Toykar yang berada di bilangan Senayan.

Oding menambahkan, “Untuk RC-Car engine kisaran harga dari 4 sampai 15 jutaan untuk kategori hobi, sedangkan untuk kelas profesional biasanya mereka membeli secara terpisah, sasis saja harganya bisa sampai 18 jutaan, belum termasuk engine dan radio kontrol. Rata-rata untuk yang pro bisa menghabiskan dana sekitar 30 jutaan.”   

Baca juga: https://aftermarketplus.id/after-market/rc-cars-dan-diecast-akan-ramaikan-hage-2019

Senada dengan Oding, Anton Mendez, pemilik RC-Car jenis engine dan elektrik mengungkapkan, “Bagi yang baru mulai bermain RC-Car, baiknya membeli jenis ready to run (RTR) karena sudah satu paket dalam pembelian, mulai dari sasis, engine/dynamo, serta radio control.”

Bermain RC-Car tak luput dari suku cadangnya, biasanya suku cadang yang sering diganti adalah clutch bell, clutch shoe, roda, bahkan terkadang mesin.

Sedangkan bahan bakar nitrometanol terdiri dari beberapa jenis presentase kandungan metane, mulai dari 18%, 20%, hingga 35%.

Kandungan presentasen metane pada bahan bakar RC-Car layaknya oktan dalam bahan bakar yang kita pakai, namun dalam RC-Car jika menggunakan bahan bakar dengan kandungan metane yang besar resikonya mesin cepat panas, karenanya disarankan jika sekedar hobi baiknya menggunakan kadar metane 18%.

Sedangkan untuk kadar metane 35% biasanya digunakan professional untuk kompetisi.

[Firdaus Ali]