Asuransi Astra Ajak Masyarakat Waspada Terhadap Bencana La Nina

Foto: Istimewa

AFTERMARKETPLUS.id – La Nina adalah keadaan suhu laut di Samudra Pasifik tropis bagian tengah dan timur lebih dingin dibanding suhu normal.

Efek fenomena La Nina sudah terjadi di Indonesia sejak Oktober 2020, yang ditandai dengan peningkatan curah hujan secara drastis, dan diikuti dengan bencana banjir, angin kencang, dan tanah longsor di beberapa wilayah. Ancaman bencana ini diperkirakan akan berlangsung hingga Mei 2021.

Bagi perusahaan atau pemilik properti sebaiknya melakukan langkah-langkah antisipasi supaya tidak mengalami kerugian. Walaupun sudah dilindungi oleh asuransi, ada baiknya kita melaksanakan berbagai macam langkah antisipasi supaya terhindar dari kerugian yang disebabkan oleh fenomena La Nina ini.

Berikut beberapa langkah antisipasi yang bisa dilakukan untuk menghadapi fenomena La Nina :

1.       Memahami topografi lokasi perusahaan atau properti

Apabila perusahaan atau properti berada di daerah rawan banjir dan memiliki potensi tanah longsor, maka harus mengantisipasi bencana tersebut. Antara lain menyiapkan langkah-langkah pencegahan banjir dan tanah longsor, seperti menutup atau membendung akses air dengan material kedap air, memindahkan barang ke tempat lebih tinggi, dan memeriksa kekuatan turap/bronjong/tembok penahan tanah.

2.      Memperoleh informasi terkini mengenai cuaca dan iklim

Salah satu cara yang paling sederhana untuk memperoleh informasi tersebut adalah dengan memonitor melalui aplikasi atau website yang menyediakan informasi terkait dengan cuaca dan iklim. Aplikasi ini memudahkan kita untuk memantau prakiraan dan peringatan dini bahaya banjir, baik dalam hitungan jam maupun beberapa hari ke depan.

Aplikasi yang bisa diunduh antara lain aplikasi Info BMKG, aplikasi JAKI (Jakarta Kini) – JakPantau dan aplikasi Sistem Peringatan Dini Banjir DKI Jakarta. Lalu untuk website yang dapat diakses adalah bmkg.go.id dan signature.bmkg.go.id.

3.      Melakukan sosialisasi kepada pegawai yang bertugas

Pastikan pegawai tersebut telah memperoleh informasi terkini mengenai kondisi bencana yang sedang terjadi. Pegawai yang bertugas sudah mengetahui kapan melaksanakan rencana tanggap darurat.

Termasuk pelaksanaan pencegahan banjir, seperti menutup atau membendung akses air dengan material kedap air, dan memindahkan barang ke tempat lebih tinggi. Pastikan pegawai lapangan sudah mengetahui prosedur menghentikan operasional mesin dan cara memutus aliran listrik dengan aman.

“Sangat penting melakukan antisipasi bencana La Nina karena besarnya potensi kerugian ketika bencana La Nina melanda. Kerugian akibat bencana La Nina bukan hanya kerusakan material berupa mesin, stok dan bangunan saja, bisa jadi berdampak lebih luas bahkan berbuntut pada kehilangan pangsa pasar maupun keuntungan,” terang Edy Wurjanto, SVP Commercial Claims & Technical Services Asuransi Astra (23/2).

[WAP]