AFTERMARKETPLUS.id - Di tengah ketatnya persaingan merek otomotif asal China yang berebut ceruk pasar Indonesia, BAIC tampil dengan strategi yang lebih terukur: membangun fondasi ekosistem dari hulu ke hilir, mulai dari produk SUV dan 4x4 yang kuat, hingga kendaraan listrik premium, produksi lokal, dan visi menjadi hub manufaktur kawasan Asia Tenggara.
Setahun lebih setelah debut resminya di Indonesia pada Mei 2024, merek yang telah masuk Fortune Global 500 selama 12 tahun berturut-turut ini kini melangkah dengan target yang jauh lebih ambisius.
BAIC Indonesia, melalui PT JIO Distribusi Indonesia selaku sole distributor di Tanah Air, menegaskan target pertumbuhan penjualan hingga hampir 200% pada 2026.
Komitmen ini disampaikan langsung oleh Dhani Yahya selaku Chief Operating Officer BAIC Indonesia dalam acara Buka Puasa Bersama Media yang digelar di Roemah Koeffie, BAIC Tower, Gading Serpong, Tangerang, Kamis (5/3/2026).
Strategi pertumbuhan ini akan ditopang tiga pilar utama: perluasan jaringan dealer secara nasional, peluncuran rangkaian produk baru termasuk kendaraan listrik, serta penguatan layanan purna jual.
Pasar otomotif nasional mencatatkan penurunan dari 865.723 unit pada 2024 menjadi 803.687 unit pada 2025.
Namun segmen kendaraan 4x4 justru bergerak berlawanan arah tumbuh signifikan 27% dari 15.209 unit menjadi 19.244 unit pada periode yang sama.
BAIC melihat tren ini sebagai peluang strategis mengingat mayoritas lini produknya didominasi segmen SUV dan 4x4, yang semakin diminati konsumen Indonesia karena kombinasi ketangguhan, teknologi, dan fleksibilitas untuk berbagai kondisi jalan.
Pada 2025, BAIC Indonesia mencatatkan penjualan retail sebanyak 677 unit. Dengan pendekatan yang lebih agresif pada sisi produk maupun jaringan, perusahaan menargetkan angka penjualan mencapai 2.018 unit pada 2026 setara pertumbuhan 198% dibandingkan tahun sebelumnya.
"Pertumbuhan yang kami targetkan pada 2026 merupakan bagian dari strategi ekspansi BAIC Indonesia yang lebih agresif untuk meneguhkan posisinya sebagai pemain yang serius di industri otomotif Indonesia. Kami melihat momentum yang sangat positif, dan dengan dukungan produk yang kompetitif serta jaringan dealer yang terus berkembang, kami optimistis dapat mempercepat pertumbuhan penjualan ke depan," imbuh Dhani Yahya.
Babak baru kehadiran BAIC di Indonesia ditandai dengan masuknya Arcfox, sub-brand kendaraan listrik premium yang telah sukses di pasar Tiongkok.
Arcfox mengandalkan kemitraan strategis dengan sejumlah perusahaan teknologi dan otomotif kelas dunia, antara lain Magna untuk manufaktur kelas atas, Huawei untuk pengembangan BEV fast-charging, Baidu untuk kendaraan otonom berbasis BEV, Autoliv untuk sistem ADAS, CATL untuk teknologi baterai, dan Bosch untuk pengalaman berkendara yang lebih canggih.
Produk perdana yang akan diluncurkan adalah Arcfox T1, sebuah medium hatchback EV yang akan bersaing langsung dengan BYD Dolphin, Wuling Cloud EV, GWM Ora Cat, MG4 EV, dan AION UT.
BAIC juga akan membawa BAIC X1, small hatchback EV berdimensi 3,8-4,2 meter, untuk meramaikan segmen yang saat ini dihuni Wuling Binguo dan BYD Atto 1.
Pada 2027, BAIC berencana memperluas lini Arcfox dengan menghadirkan Arcfox N80 KS di segmen EV luxury MPV yang akan bersanding dengan Denza 9 EV dan Alphard Hybrid serta Arcfox T5 di segmen premium mid-size electric vehicle.
Arcfox T5 sendiri telah meraih sertifikasi G-CAP Five Star dan CA-CAP Five Star Platinum, serta menduduki peringkat pertama NEV Mid-Size SUV Quality Rankings pada kuartal pertama 2024. Keduanya mengusung teknologi mesin REEV.
Selain mengimpor kendaraan jadi, BAIC Indonesia juga merencanakan produksi lokal BJ30 HEV dalam format CKD (Completely Knocked Down) mulai 2026 untuk memperkuat lini SUV hybrid di pasar domestik.
Ini merupakan bagian dari visi jangka panjang PT JHL Internasional Otomotif untuk menjadikan Indonesia sebagai manufacture hub BAIC di kawasan Asia Tenggara, yang akan terus diperluas untuk lini produk berikutnya.
Untuk mendukung target penjualan, BAIC Indonesia memacu pengembangan jaringan dealer secara nasional yang akan melayani Sales, Service, dan Sparepart untuk brand BAIC maupun Arcfox.
Saat ini telah beroperasi enam dealer di wilayah Jabodetabek, dan perusahaan berencana menambah tujuh dealer baru hingga akhir tahun, dengan target total 28 dealer aktif secara nasional pada penghujung 2026.
Di sisi layanan purna jual, BAIC menawarkan garansi kendaraan hingga 5 tahun, free service maintenance selama 4 tahun atau 80.000 km, ketersediaan suku cadang asli di seluruh jaringan dengan jaminan pemenuhan hingga 90%, serta layanan Emergency Roadside Assistance gratis selama 5 tahun.
Kepuasan pelanggan akan dipantau secara terstruktur melalui indeks CSI dan SSI di seluruh jaringan dealer.
BAIC Group sendiri telah tercatat dalam Fortune Global 500 selama 12 tahun berturut-turut dan menduduki peringkat ke-192 pada 2024.
Perusahaan ini juga merupakan pemegang saham terbesar Mercedes-Benz Group sebesar 9,98%, sementara Mercedes-Benz Group sebaliknya memiliki 9,5% saham BAIC Group.
Rekam jejak global tersebut menjadi salah satu kartu truf yang dimainkan BAIC dalam membangun kepercayaan konsumen Indonesia.
List Comment
No Comment