BAW Bukan Sekadar Merek Mobil China, Ternyata Ada Raksasa US$82,3 Miliar di Baliknya

Wina Avondita Prawitasari | 04 Oct 2026

Full Width Image
BAW Makin Serius di Indonesia, Ternyata Didukung Raksasa Industri China Weiqiao

AFTERMARKETPLUS.id - Jangan hanya melihat BAW sebagai merek otomotif asal China. Di balik Beijing Automobile Works (BAW), terdapat Shandong Weiqiao Pioneering Group, salah satu kelompok usaha besar China yang memiliki bisnis dari tekstil, aluminium, energi, hingga industri otomotif.

Nama Beijing Automobile Works (BAW) mulai semakin dikenal di pasar otomotif Indonesia. Namun, perjalanan BAW ternyata tidak bisa dilepaskan dari sosok perusahaan induknya, Shandong Weiqiao Pioneering Group.

Mengenal Weiqiao menjadi penting untuk melihat lebih jauh skala bisnis dan latar belakang industri yang menaungi BAW.


Masuk Fortune Global 500, Pendapatan Tembus US$82,3 Miliar

Skala bisnis Weiqiao tergolong besar. Pada 2026, Weiqiao menempati peringkat ke-156 dalam Fortune Global 500, naik 10 posisi dibandingkan tahun sebelumnya.

Pencapaian tersebut sekaligus memperpanjang konsistensi Weiqiao yang telah masuk dalam daftar Fortune Global 500 selama 15 tahun berturut-turut.

Pada 2025, pendapatan grup tercatat mencapai US$82,3 miliar. Dengan jumlah karyawan lebih dari 100.000 orang di berbagai negara, aktivitas bisnis Weiqiao mencakup sejumlah rantai industri besar, terutama tekstil dan aluminium.

Besarnya skala tersebut memberikan gambaran mengenai kelompok usaha yang berada di belakang perkembangan BAW.

Dari Tekstil dan Aluminium, Kini Merambah Otomotif

Weiqiao tidak dibangun hanya dari industri otomotif. Portofolio bisnisnya mencakup tekstil, pencelupan dan penyempurnaan kain, pakaian, tekstil rumah tangga, pembangkit energi, aluminium, hingga kendaraan.

Sejumlah bidang usaha tersebut antara lain dijalankan melalui Weiqiao Textile, China Hongqiao Group Limited, dan Weiqiao Automotive Technology Group.

Pengalaman panjang di sektor material dan manufaktur kemudian menjadi salah satu modal penting ketika Weiqiao mengembangkan bisnis otomotif.

Strategi tersebut mencakup riset material ringan, peningkatan proses produksi, digitalisasi manufaktur, hingga pengembangan sistem daur ulang.

Weiqiao Jadi Induk BAW Sejak 2023

Langkah penting terjadi pada 2023, ketika Weiqiao menjadi grup induk BAW.

Setahun kemudian, tepatnya pada 2024, Weiqiao membentuk Shandong Weiqiao New Energy Automobile Technology Group sebagai entitas yang mengelola bisnis otomotif grup.

Langkah tersebut memperlihatkan bagaimana Weiqiao mulai membangun ekosistem otomotif yang lebih terintegrasi.

Dalam konferensi pers Pemerintah Provinsi Shandong pada 20 Agustus 2025, perwakilan Weiqiao menjelaskan bahwa bisnis otomotif grup mencakup berbagai tahapan, mulai dari produksi aluminium, pengolahan komponen, desain dan manufaktur kendaraan, penjualan dan layanan, hingga pembongkaran serta daur ulang kendaraan.

Fokusnya tidak hanya pada kendaraan, tetapi juga pengembangan material ringan, pemanfaatan sumber daya, serta penerapan teknologi dalam proses industri.

BAW Mulai Serius Bangun Bisnis di Indonesia

Latar belakang Weiqiao tersebut sekaligus memberikan konteks yang lebih lengkap mengenai langkah BAW di Indonesia.

Di Tanah Air, BAW hadir melalui PT BAW Automobile Trading Indonesia, yang merupakan anak perusahaan BAW headquarters di Qingdao, China.

Presiden Direktur PT BAW Automobile Trading Indonesia, Tocy Tang, mengatakan pihaknya telah menandatangani kesepakatan kerja sama untuk memproduksi seluruh jajaran produk BAW di Indonesia pada 31 Juli 2026.

"Di Indonesia, BAW merupakan anak perusahaan dari BAW headquarters di Qingdao, China, dengan nama PT BAW Automobile Trading Indonesia, yang berkedudukan di Menara Prima Mega Kuningan. Kami telah menandatangani kesepakatan kerja sama untuk memproduksi seluruh jajaran produk mobil kami di Indonesia pada tanggal 31 Juli 2026," ungkap Tocy Tang.

Menurutnya, kesepakatan tersebut menjadi bagian dari rencana pengembangan kegiatan BAW di pasar Indonesia.

Bukan Sekadar Merek Mobil China

Dengan latar belakang tersebut, kehadiran BAW di Indonesia menjadi menarik untuk diperhatikan.

Pasalnya, BAW tidak berdiri sendiri sebagai merek otomotif, tetapi berada di bawah kelompok industri dengan pengalaman panjang di sektor material, manufaktur, energi, dan teknologi.

Dukungan ekosistem tersebut berpotensi menjadi salah satu modal BAW dalam membangun bisnisnya di Indonesia, terlebih dengan rencana produksi lokal untuk seluruh jajaran produknya.

Bagi konsumen Indonesia, mengenal BAW bukan hanya soal melihat desain dan teknologi mobil yang ditawarkan. Ada kelompok industri besar di belakangnya yang tengah mengembangkan rantai bisnis otomotif dari hulu hingga hilir.

Dengan rencana produksi di Indonesia, menarik untuk melihat seberapa jauh ambisi BAW dan Weiqiao dalam menjadikan pasar Indonesia sebagai bagian penting dari ekspansi otomotif mereka.

#BAW #Beijing Automobile Works (BAW)

Comment (0)

List Comment

No Comment