Berapa Jarak Tempuh Pergantian Oli, Minyak Rem dan Lainnya? Ini Kata Rifat Sungkar!

pekik udi irianto | 30 Sep 2021

Full Width Image

AFTERMARKETPLUS.id - Merawat kendaraan sudah menjadi kewajiban setiap pemiliknya. Paling rutin dan salah satu yang terpenting adalah mengganti cairan pelumas yang digunakan oleh kendaraan. Banyak pelumas yang perlu diganti secara rutin. Mulai dari pelumas mesin, transmisi, gardan, power steering, cairan rem dan lainnya. Rifat Sungkar, pereli dan pembalap profesional sekaligus Brand Ambassador Mitsubishi berbagi kiat dan pengetahuannya tentang pelumas kepada aftermarketplus.id (29/9/2021).

"Tips paling mudah untuk ganti oli mesin ya lihat jarak tempuh atau rekomendasi waktu pergantian," ujar Rifat membuka sesi wawancara. Tetapi menurutnya, tak selalu harus lihat jarak tempuh. "Karena bila mobil tidak dipakai tetapi usia oli sudah lama, maka ikuti petunjuk yang ada di buku manual," lanjutnya.

Ia juga mengjngatkan kalau spesifikasi oli berbeda-beda tergantung kendaraannya. Mitsubishi Xpander misalnya, Rifat mengatakan kalau MPV (Multi Purpose Vehicle) itu memakai pelumas dengan spesifikasi SAE 0W/20. Sementara itu Mitsubishi Pajero Sport menggunakan pelumas dengan spesifikasi SAE 10W/30.

"Pakai oli yang sesuai panduan di buku servis! Jangan sampai coba-coba pakai yang lain, karena ada program garansi di kendaraan kita," Rifat mengingatkan.

Lebih lanjut, Rifat juga mengajak setiap pemilik kendaraan juga memahami sedikit tentang kendaraan.

"Semua kendaraan pasti ada cara manual untuk cek apakah oli mesin masih cukup atau sudah berkurang. Saat mesin kendaraan dalam kondisi dingin, ambil dipstick dan bersihkan lalu masukkan lagi," katanya. Cara ini digunakan untuk melihat indikator sisa oli mesin. Kalau di bawah garis indikator sebaiknya lakukan pergantian oli.

Rifat juga mengajak setiap pemilik kendaraan juga untuk memperhatikan beberapa komponen mesin. Cek kalau ada oli menetes atau rembes artinya ada kebocoran.

"Oli rembes kalau didiamkan, semakin lama semakin membesar kebocorannya. Jangan menunggu lebih lama lagi karena bisa merusak mesin," terang Rifat.

Bagaimana kalau terlambat ganti oli? Adakah toleransi waktu kalau usia pakai oli sudah lewat jarak tempuh pergantian yang direkomendasikan?

"Toleransinya tidak bisa lama. Kalau biasanya pergantian oli dilakukan setiap 10 ribu km sekali, paling aman toleransinya 10 persen. Jadi ya sekitar 11.000 km setelah itu kualitas pelumas akan menurun dengan sangat cepat," jawabnya.

"Minyak rem juga penting diperiksa secara rutin. Kalau minyak rem berkurang, jangan anggap remeh! Kebanyakan orang tinggal menambah minyak rem saja. Karena harus diperiksa terlebih dahulu apakah ada kebocoran atau tidak. Atau mungkin juga kondisi kampas rem sudah menipis," lanjut pereli nasional itu.

Menurutnya memeriksa kondisi kualitas minyak rem memang lebih sulit.  

"Sederhananya kita jadwal saja. Maksimal 2 tahun atau 20.000 km. Direkomendasikan ganti cairan rem setiap 20.000 km sekali. Spesifikasinya juga diperhatikan. Kalau standar yang direkomendasikan DOT 3 jangan pakai yang lain. Karena tingkat kekentalan dan titik didihnya juga berbeda,' Rifat menjelaskan.

Selain pelumas mesin dan minyak rem, Rifat juga menjelaskan tentang pelumas gardan, "Oli transmisi dan gardan juga berbeda-beda spesifikasinya. Salah pilih oli gardan bisa bikin suara dengung. Oli gardan untuk mobil dengan LSD (Limited Slip Differential) dengan yang tidak dilengkapi LSD juga berbeda tentunya," kata Rifat.

Bagaimana dengan oli power steering? Kata Rifat sistem power steering mobil juga berbeda-beda.

"Mitsubishi Xpander misalnya, pakai sistem elektrik. Sedangkan Mitsubishi Pajero Sport pakai pompa biasa. Masing-masing memiliki plus-minus. Intinya direkomendasikan setiap 40 ribu km harus ganti," tutup Rifat.

[MNR]

#mitsubishi #Rifat Sungkar

...
Author : pekik udi irianto > 3281 Articles

Pekik Udi Irianto mengenyam pendidikan di Vrije Academie voor de Beeldende Kunsten, The Haque, NL. Memulai karir di bidang otomotif sejak: 1994 : Fotografer Tabloid Otomotif. 2001 : Redaktur Foto Tabloid Otosport. 2003 : Redaktur Foto Majalah Auto Bild Indonesia. 2015 : Pemimpin Redaksi aftermarketplus.id.

Comment (0)

List Comment

No Comment