AFTERMARKETPLUS.id - BYD belum lama ini meluncurkan teknologi terbaru yakni autopilot 'God's Eye' atau Mata Dewa di Negara asal China.
Ada tingkatan fitur yang terdapat di autopilot dari BYD yang akan disematkan kedalam mobil-mobilnya, mulainya autonomus di tingkatan yang paling tinggi sampai di level terendah, tapi sistem ADAS sidah sangat jauh meningkat di mobil BYD.
Untuk konsumen BYD di Indonesia, jangan berharap sistem ADAS terbaru bisa disematkan didalam mobilnya.
Ini penjelasan dari Zheng Cuifang (Sheryl), Product Strategy Manager BYD Auto Industry mengatakan meskipun sistem 'God's Eye' bekerja berdasarkan perangkat lunak atau software, tidak serta merta langsung bisa diaplikasikan pada semua model BYD.
"Untuk mobil yang saat ini dijual di Indonesia maupun yang sudah ada di tangan konsumen tidak otomatis bisa diupgrade dengan sistem 'God's Eye', memang untuk sistem mengemudi cerdas (intelligent driving) bekerja berdasarkan perangkat lunak. Tapi tidak berarti semuanya dapat menggunakan software upgrade menggunakan over the air (OTA)." ungkap Zheng Cuifang (Sheryl).
Kehadiran God's Eye semua bergantung juga pada perangkat keras dan sistem kamera di mobil BYD yang tidak semuanya sama.
"Jadi ada produk yang kami miliki saat ini tak dapat memakai pembaruan OTA seperti Dolphin. Jadi mungkin ('God's Eye') akan digunakan untuk model selanjutnya, diperkirakan teknologi tersebut baru akan masuk Indonesia sekitar dua tahun lagi," kata Sheryl.
Fitur canggih God's Eye yang belum lama diluncurkan yang merupakan sistem mengemudi cerdas yang canggih.
Menurut Pimpinan BYD Wang Chuanfu pembaruan ini akan memungkinkan setiap mobil BYD dilengkapi dengan teknologi mengemudi cerdas kelas atas, termasuk hatchback BYD Seagull yang banderol Rp 154 juta.
ADAS God's Eye akan tersedia dalam tiga varian dengan hingga tiga sensor LiDAR.
BYD sendiri mengungkapkan untuk sistem ADAS "God's Eye" memiliki tiga klasifikasi pengemudian cerdas. Sistem tingkat pemula disebut "God's Eye C". Sistem ini mengandalkan kluster tiga kamera yang terletak di belakang kaca depan.
Sebagai sistem ADAS tingkat pemula, "God's Eye C" akan diadopsi oleh mobil-mobil dengan merek BYD. Sistem persepsi ini akan didukung oleh sistem DiPilot 100 dengan daya komputasi puncak 100 TOPS.
Kemudian elemen perangkat keras lain dari "God's Eye C" meliputi 12 kamera, 5 radar gelombang mm, dan 12 radar ultrasonik. Ke-12 kamera tersebut terdiri dari 3 kamera tampak depan, 5 kamera panorama, dan 4 kamera tampak sekeliling.
Selanjutnya ada lima radar gelombang mm menyediakan persepsi sudut non-dead 360 derajat, radar depan memiliki jarak deteksi 300 meter.
Akurasi 12 sensor radar ultrasonik adalah 1 cm, dan akurasi parkir adalah 2 cm Sistem ADAS kedua merek tersebut disebut "God's Eye B". Sistem ini menyediakan sensor LiDAR untuk meningkatkan persepsi sistem bantuan mengemudi mobil.
Sistem ini akan memberi daya pada mobil Denza dan Fang Cheng Bao. Selain itu, beberapa kendaraan andalan di bawah merek BYD juga akan mengadopsi "God's Eye B".
Kombinasi ini didukung oleh sistem DiPilot 300 dengan daya komputasi 300 TOPS.
Menariknya sistem autopilot BYD tingkat atas disebut "God's Eye A".
Sistem ini mengadopsi tiga LiDAR yang didukung oleh sistem DiPilot 600 dengan daya komputasi 600 TOPS. Sistem ini akan memberi daya pada kendaraan di bawah merek mewah BYD, Yangwang.
List Comment
No Comment