AFTERMARKETPLUS.id - Menguji sebuah mobil listrik di jalan tol yang mulus dan lurus adalah satu hal.
Membawanya menembus kemacetan kota, lalu langsung mendakinya ke jalur berbatu pegunungan, adalah hal yang berbeda.
MG Motor Indonesia rupanya memilih cara kedua dan pilihan rute itu sendiri sudah menjadi pernyataan: bahwa MGS5 EV dirancang bukan hanya untuk kondisi berkendara yang ideal.
MG Motor Indonesia menggelar sesi test drive MGS5 EV dengan rute yang mencakup dua karakter jalan yang kontras: kawasan perkotaan dari MG Prima Cibubur menuju Meikarta, dilanjutkan ke area Speedway untuk menguji handling, sebelum akhirnya berakhir di Junglemilk, Cikole, Lembang dengan jalan berbatu, tanjakan curam, dan turunan tajam sebagai penutup yang sesungguhnya.
Di rute perkotaan, MGS5 EV langsung menunjukkan karakter khas kendaraan listrik: akselerasi instan yang berpadu dengan konfigurasi penggerak roda belakang membuat mobil terasa responsif namun tetap halus di tengah lalu lintas yang padat.
Tidak ada hentakan, tidak ada jeda tenaga tersalur dengan mulus saat pedal diinjak.
Pengemudi dapat memilih dari lima mode berkendara: Comfort, Normal, Sport, Snow, dan Custom, masing-masing mengubah karakter respons throttle dan setir secara nyata.
Di jalan kota, mode Comfort membuat sesi mengemudi terasa santai tanpa kehilangan respons saat dibutuhkan.
Dari sisi kabin, layar infotainment 12,8 inci dengan Apple CarPlay dan Android Auto serta sistem i-SMART yang terintegrasi membuat pengalaman berkendara terasa praktis dan tidak membebani.
Memasuki area Speedway, karakter handling MGS5 EV mulai diuji lebih serius. Suspensi belakang 5-link memberikan stabilitas yang terasa nyata saat bermanuver, bodi tidak banyak bergoyang, dan setir merespons dengan presisi ketika mobil diajak menikung pada kecepatan menengah. Motion Comfort System yang bekerja di balik layar turut menjaga keseimbangan tetap optimal sepanjang manuver.
Junglemilk, Cikole, Lembang menjadi babak paling menantang dari keseluruhan rute. Jalan berbatu, tanjakan curam, dan jalur sempit menjadi ujian yang tidak bisa disimulasikan di jalan biasa.
Di sinilah fitur 360° HD Surround View Camera membuktikan nilainya: visibilitas menyeluruh memberikan kepercayaan diri ekstra saat menavigasi jalur sempit yang tidak rata.
Sistem MG Pilot dengan Adaptive Cruise Control (ACC), Lane Keeping Assist (LKA) , dan Automatic Emergency Braking (AEB) tetap aktif membantu meski kondisi jalan jauh dari ideal.
Saat menghadapi turunan curam, performa pengereman terasa meyakinkan berkat dukungan Electronic Brakeforce Distribution (EBD) dan Brake Assist , sementara fitur Hill Descent Control (HDC) menjaga kecepatan tetap terkontrol tanpa pengemudi perlu menginjak rem berulang kali.
Yang cukup mengejutkan adalah minimnya kelelahan yang dirasakan setelah menempuh seluruh rute.
Suspensi meredam guncangan dari permukaan berbatu dengan baik, dan kombinasi fitur-fitur aktif yang bekerja di latar belakang secara efektif mengurangi beban konsentrasi pengemudi.
Secara keseluruhan, rute yang dipilih MG untuk sesi test drive ini bukan kebetulan namun memang dirancang untuk membantah argumen yang sering muncul terhadap mobil listrik: bahwa EV hanya nyaman di jalan mulus dan tidak cocok untuk kondisi lebih ekstrem.
MGS5 EV mematahkan argumen itu dengan cara dengan tenang dan konsisten di setiap segmen rute.
Bagi konsumen yang selama ini ragu membawa mobil listrik ke luar jalur aspal sempurna, pengalaman ini setidaknya memberi gambaran bahwa batas kemampuan MGS5 EV lebih jauh dari yang mungkin dibayangkan.
List Comment
No Comment