AFTERMARKETPLUS.id - Industri otomotif Tanah Air diserbu deretan mobil Cina tahun ini. Sebelumnya telah ada Wuling, DFSK, Cherry, BYD, GWM dan Neta. Tahun ini dua produsen mobil asal Cina lainnya ikutan menggempur pasar otomotif Indonesia, yakni GAC Aion dan BAIC.
Menariknya, mereka datang justru saat kondisi pasar industri otomotif nasional sedang menghadapi cobaan yang cukup signifikan tahun ini. Lalu adakah pengaruh datangnya merek otomotif baru asal Cina ke Indonesia terhadap pasar otomotif Indonesia?
Produsen mobil asal Korea Selatan, Hyundai Motors Indonesia (HMID) menganggap kondisi pasar otomotif Tanah Air memang sedang tidak baik-baik saja. Pernyataan ini disampaikan oleh Chief Marketing Officer, HMID, Budi Nur Mukmin di sela acara Pesta Trade-In Hyundai di Taman Budaya Sentul (15/6).
"Saya setuju sekali tahun ini market memang tidak sedang baik-baik saja. Rupiah turun drastis bahkan menyentuh level terendah sejak 2020. Apalagi suku bunga masih tinggi. Banyak kalangan yang memprediksi penjualan mobil tahun ini hanya mencapai sekitar 800 ribuan unit saja," ujar Budi.
Kondisi ekonomi global yang kurang meyakinkan, menurut Budi memberikan pengaruh cukup besar pada perilaku konsumen mobil di Indonesia.
"Konsumen saat ini lebih menahan diri dalam melakukan pembelian mobil baru. Tantangan ini bukan cuma dialami oleh Hyundai, tetapi juga oleh para merek baru yang masuk Indonesia," jelasnya.
"Kondisi makro ekonomi mempengaruhi semua brand dan semua segmen. Segmen yang paling terpengaruh, segmen menengah. Kalau di kami produknya seperti Hyundai Stargazer atau mobil berkapasitas mesin 1,5 liter. Jadi kalau konsumen menahan pembelian artinya bukan cuma konsumen Hyundai, tetapi juga calon konsumen merek baru yang masuk Indonesia," Budi melanjutkan.
Meskipun produsen otomotif asal Cina yang baru masuk Indonesia langsung harus menghadapi tantangan ekonomi yang sulit, Budi justru berharap kehadiran mereka dapat menumbuhkan gairah pasar.
"Selama ini mobil listrik baru ada di segmen tertentu. Hyundai memang lebih banyak di segmen atas. Kalau merek lain mungkin di segmen yang lain. Sementara jumlah pemainnya sangat terbatas. Jadi kami berharap memang adanya pemain baru dapat menambah gairah pasar. Jumlah varian semakin banyak dan range harga semakin luas," tutup Budi.
Sebagai informasi, sejumlah brand otomotif asal Cina yang baru masuk ke Indonesia, mayoritas memprioritaskan pemasaran produk kendaraan elektrik mereka. Beberapa mobil listrik baru yang dibawa misalnya, BYD Seal, GAC Aion Y Plus, Neta V, JETOUR dan masih banyak lagi lainnya.
[MNR]
#Hyundai #Pasar Mobil Listrik Indonesia
Author : pekik udi irianto > 3298 Articles
Pekik Udi Irianto mengenyam pendidikan di Vrije Academie voor de Beeldende Kunsten, The Haque, NL. Memulai karir di bidang otomotif sejak: 1994 : Fotografer Tabloid Otomotif. 2001 : Redaktur Foto Tabloid Otosport. 2003 : Redaktur Foto Majalah Auto Bild Indonesia. 2015 : Pemimpin Redaksi aftermarketplus.id.
List Comment
No Comment