iCAR V23 Pamer Aksi Drift Ekstrem di Wuhu Drift, Tantang Nissan GT-R R34 Tanpa CGI

pekik udi irianto | 09 Aug 2026

Full Width Image
iCAR V23 SUV Listrik Boxy Bisa Drift Ekstrem, Bahkan Turun 8 Anak Tangga

AFTERMARKETPLUS.id - Siapa bilang SUV listrik bergaya boxy cuma jago melibas jalan rusak? iCAR V23 membuktikan hal sebaliknya lewat video pendek bertajuk "Wuhu Drift" yang menghadirkan aksi drift ekstrem dan tak biasa.

Diproduksi oleh iCAR dan dibintangi Cody Walker, adik mendiang Paul Walker yang dikenal lewat waralaba Fast & Furious, film pendek ini menjadi bentuk penghormatan terhadap budaya drift sekaligus menunjukkan kemampuan iCAR V23 yang diklaim jauh di luar ekspektasi sebuah SUV listrik.

Yang bikin penasaran, berbagai aksi ekstrem dalam video tersebut dilakukan secara nyata tanpa bantuan efek visual CGI.

Bukan sekadar drifting biasa, iCAR V23 terlihat melakukan beragam manuver ekstrem, mulai dari drifting di jalanan kota yang sempit, beradu aksi dengan Nissan GT-R R34 dan Honda S2000, hingga menuruni delapan anak tangga dalam satu manuver.

Lebih mengejutkan lagi, seluruh aksi tersebut dilakukan menggunakan iCAR V23 dengan konfigurasi standar, tanpa modifikasi pada sistem penggerak maupun struktur bodinya.


iCAR V23 Buktikan SUV Listrik Bisa Ikut "Gila" di Dunia Drift

Selama ini, dunia drift identik dengan mobil sport berpostur rendah, suspensi pendek, bobot relatif ringan, serta pusat gravitasi yang dekat dengan permukaan jalan.

Karakter tersebut memang lebih ideal untuk menghasilkan kontrol dan keseimbangan ketika mobil melakukan aksi oversteer.

Sebaliknya, SUV off-road memiliki karakter yang berbeda. Posisi bodi lebih tinggi, pusat gravitasi lebih tinggi, bobot lebih besar, serta suspensi yang umumnya dirancang untuk menghadapi berbagai kondisi jalan membuat SUV sering dianggap kurang ideal untuk melakukan drift ekstrem.

Namun, iCAR V23 mencoba mematahkan anggapan tersebut.

Dalam Wuhu Drift, SUV listrik boxy ini diperlihatkan melakukan berbagai manuver yang biasanya menjadi wilayah mobil sport.

Setelah melakukan lompatan dari ketinggian beberapa lantai, sasis iCAR V23 mampu kembali stabil dalam waktu singkat. Respons kemudinya juga tetap presisi ketika melakukan drifting secara beriringan di jalan sempit.

Distribusi tenaga disebut tetap halus dan konsisten ketika kendaraan melaju dalam kecepatan tinggi.

Bahkan ketika melakukan manuver ekstrem dengan jarak sangat dekat dari dinding hingga reverse spin secara beriringan, kekakuan struktur bodi dan rigiditas torsional iCAR V23 mampu mendukung aksi tersebut.

Yang menarik, semua itu dilakukan menggunakan arsitektur sasis, sistem penggerak, dan struktur bodi standar.

Tampilan iCAR V23 Disulap Jadi SUV Bergaya Mobil Balap

Bukan cuma kemampuan berkendara yang menjadi sorotan. Tampilan iCAR V23 dalam video Wuhu Drift juga dibuat jauh lebih agresif.

SUV listrik bergaya boxy tersebut mendapatkan berbagai sentuhan ala mobil balap, mulai dari Carbon fiber racing wing berukuran besar, Lampu tambahan di bagian atap, Side aero spoiler, Livery geometris dengan kombinasi warna kontras, Velg multi-spoke berwarna putih dan Wide body kit.

Hasilnya, karakter iCAR V23 berubah menjadi SUV yang terlihat lebih sporty dan siap diajak beraksi.

Menariknya, berbagai perubahan tersebut bukan dilakukan dengan mengorbankan struktur asli kendaraan.

Hal ini dimungkinkan berkat konsep desain modular yang telah dikembangkan iCAR sejak awal.

Komponen seperti bumper depan, fender flare, dan roof rack dirancang agar bisa diganti maupun ditambahkan tanpa perlu memotong, mengebor, atau mengubah struktur kendaraan secara permanen.

Dengan konsep tersebut, pemilik memiliki kebebasan untuk menentukan sendiri karakter kendaraan sesuai kebutuhan dan gaya hidup.


Punya Lebih dari 20 Titik Modifikasi, Mau Dibikin Seperti Apa?

Konsep personalisasi menjadi salah satu daya tarik iCAR V23.

Mengusung filosofi built-ready, kendaraan ini memiliki lebih dari 20 titik modifikasi yang tersebar di berbagai bagian, mulai dari atap, dashboard, pilar D, hingga sasis.

Titik-titik tersebut dapat digunakan untuk memasang berbagai aksesori, seperti Roof rack, Side ladder, Crossbar, Console mount dan Cargo net.

Roof rack iCAR V23 bahkan mampu menopang beban statis hingga 200 kg. Artinya, area tersebut dapat dimanfaatkan untuk membawa berbagai perlengkapan seperti roof tent, sepeda, maupun side awning.

Sementara itu, fender flare yang bisa dilepas-pasang memberikan fleksibilitas bagi pemilik untuk menggunakan ban all-terrain maupun ban jalan raya sesuai kebutuhan.

Titik pemasangan pada pilar D juga dapat digunakan untuk membawa perlengkapan overlanding atau dimanfaatkan sebagai sekat privasi.

Semua fitur tersebut dirancang sejak awal sebagai bagian dari rekayasa kendaraan, bukan sekadar aksesori tambahan yang dipaksakan setelah kendaraan selesai diproduksi.

Dari Hot Rod hingga Fast & Furious, Modifikasi Jadi Bagian Budaya Otomotif

Bagi penggemar otomotif, personalisasi kendaraan bukanlah tren baru.

Budaya modifikasi telah berkembang selama puluhan tahun. Dari budaya hot rod yang berkembang di Amerika Serikat sejak era 1930-an, hingga tren modifikasi JDM yang semakin populer secara global berkat film-film seperti Fast & Furious.

Kini, budaya otomotif semakin berkembang dan saling memengaruhi.

Gaya bosozoku Jepang, performance tuning khas Eropa, hingga budaya overlanding Amerika Utara menjadi inspirasi bagi komunitas otomotif di berbagai negara.

Semangat inilah yang coba dibawa iCAR melalui V23.

iCAR V23, SUV Boxy untuk Generasi Baru

iCAR memosisikan dirinya sebagai "SUV boxy pertama bagi generasi baru".

Desain ikonik dipadukan dengan fleksibilitas personalisasi membuat iCAR V23 tidak hanya diposisikan sebagai kendaraan untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Mobil ini juga dirancang sebagai bagian dari ekspresi karakter dan gaya hidup pemiliknya.

Video Wuhu Drift menjadi salah satu cara iCAR untuk menunjukkan kemampuan tersebut.

Alih-alih sekadar memperlihatkan kemampuan SUV listrik melibas medan off-road, iCAR justru membawa V23 ke wilayah yang selama ini identik dengan mobil sport: dunia drifting.

Aksi melawan Nissan GT-R R34 dan Honda S2000 menjadi salah satu bagian paling menarik dalam film pendek tersebut.

Namun, pesan yang ingin disampaikan iCAR bukan semata-mata bahwa SUV bisa mengalahkan mobil sport.

Lebih dari itu, iCAR ingin menunjukkan bahwa SUV listrik bergaya boxy juga bisa memiliki kombinasi ketangguhan dan kelincahan, sekaligus menawarkan fleksibilitas personalisasi yang luas.

Bukan Sekadar SUV Listrik, iCAR V23 Jadi Kanvas untuk Berkreasi

Kehadiran iCAR V23 menunjukkan bagaimana SUV listrik mulai berkembang menjadi lebih dari sekadar kendaraan elektrifikasi.

Dengan desain boxy yang ikonik, kemampuan yang ditonjolkan melalui Wuhu Drift, serta konsep built-ready dengan puluhan titik modifikasi, V23 memberikan ruang bagi pemilik untuk menentukan sendiri seperti apa kendaraan mereka.

Mulai dari kendaraan harian, mobil keluarga, kendaraan adventure, hingga proyek modifikasi bergaya ekstrem, iCAR V23 menawarkan fondasi yang dapat dikembangkan sesuai karakter pemilik.

Melalui Wuhu Drift, iCAR seolah ingin menyampaikan satu pesan sederhana: SUV listrik tidak harus membosankan dan selalu tampil standar.

Di tangan generasi baru penggemar otomotif, iCAR V23 justru bisa menjadi kanvas untuk menciptakan kendaraan yang benar-benar mencerminkan gaya hidup pemiliknya.


#iCAR V23 #drifting

...
Author : pekik udi irianto > 3442 Articles

Pekik Udi Irianto mengenyam pendidikan di Vrije Academie voor de Beeldende Kunsten, The Haque, NL. Memulai karir di bidang otomotif sejak: 1994 : Fotografer Tabloid Otomotif. 2001 : Redaktur Foto Tabloid Otosport. 2003 : Redaktur Foto Majalah Auto Bild Indonesia. 2015 : Pemimpin Redaksi aftermarketplus.id.

Comment (0)

List Comment

No Comment