IEE Series – Energy Week 2026 Resmi Digelar, 451 Perusahaan dari 28 Negara Unjuk Teknologi Energi dan Digital

Wina Avondita Prawitasari | 02 Sep 2026

Full Width Image
Indonesia Bidik 69,5 GW Tambahan Listrik, Ratusan Perusahaan Dunia Berkumpul di Jakarta

AFTERMARKETPLUS.id - Kebutuhan energi dan infrastruktur digital di Indonesia terus meningkat. Kondisi ini mendorong industri untuk tidak hanya memperbesar kapasitas, tetapi juga menghadirkan teknologi yang lebih efisien, andal, serta berkelanjutan.

Momentum tersebut menjadi salah satu fokus Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series - Energy Week 2026 yang digelar pada 2-5 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Mengusung tema "Sustainability for Industrial Transformation", ajang ini mempertemukan berbagai pemain industri energi, kelistrikan, baterai, penyimpanan energi, hingga infrastruktur digital.

Tak tanggung-tanggung, IEE Series - Energy Week 2026 menghadirkan 451 perusahaan dari 28 negara dengan area pameran mencapai lebih dari 20.000 meter persegi.

Selain pameran teknologi, agenda ini juga diramaikan 21 sesi seminar dengan 73 thought leaders serta dukungan dari 12 asosiasi industri.


Kebutuhan Energi Indonesia Makin Besar

Besarnya skala penyelenggaraan IEE Series - Energy Week 2026 tidak terlepas dari kebutuhan energi dan digitalisasi yang terus berkembang di Indonesia.

Dalam RUPTL 2025-2034, Indonesia menargetkan tambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 69,5 GW. Dari angka tersebut, sekitar 42,6 GW berasal dari energi terbarukan, sementara 10,3 GW dialokasikan untuk sistem penyimpanan energi.

Di sektor digital, kapasitas data center Indonesia juga terus bertumbuh. Pada 2025, kapasitas data center nasional telah mencapai sekitar 370 MW.

Pertumbuhan tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan listrik, teknologi penyimpanan energi, serta infrastruktur digital kini semakin berkaitan erat.

Tiga Pameran Besar dalam Satu Ekosistem

IEE Series - Energy Week 2026 menghadirkan tiga pameran utama yang saling melengkapi.

Electric & Power Indonesia menampilkan beragam teknologi dan solusi kelistrikan. Sementara The Battery Show Indonesia menghadirkan perkembangan teknologi baterai dan sistem penyimpanan energi.

Di sisi lain, Data Center Asia-Indonesia fokus pada berbagai teknologi dan solusi untuk mendukung kebutuhan infrastruktur digital yang semakin besar.

Ketiganya memperlihatkan bagaimana sektor energi dan digital saat ini tidak lagi dapat berdiri sendiri.

Ketersediaan listrik yang andal menjadi fondasi bagi pertumbuhan data center dan industri digital.

Pada saat yang sama, perkembangan teknologi digital juga dapat membantu meningkatkan efisiensi pengelolaan energi.

IEE Energy Week Jadi Ajang Kolaborasi Lintas Sektor

Deputy Event Director Pamerindo Indonesia, Maxmilaan Bruinier, mengatakan penyelenggaraan IEE Series - Energy Week di Jakarta melanjutkan momentum positif dari Indonesia Energy Week Surabaya 2026.

Sebelumnya, gelaran di Surabaya berhasil mempertemukan lebih dari 200 peserta pameran dari 17 negara.

Menurut Maxmilaan, capaian tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan industri terhadap platform yang mampu mempertemukan berbagai pemangku kepentingan.

Melalui penyelenggaraan di Jakarta, konektivitas tersebut diperluas dengan mempertemukan sektor ketenagalistrikan, penyimpanan energi, dan infrastruktur digital dalam satu ekosistem.

"Capaian di Surabaya menunjukkan kuatnya kebutuhan industri terhadap platform yang dapat mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dan membuka ruang kolaborasi lintas sektor," ujar Maxmilaan.

Ia berharap pertemuan tersebut dapat mendorong pertukaran pengetahuan dan solusi yang membantu industri meningkatkan efisiensi, memperkuat kapabilitas, serta menciptakan nilai lebih besar dalam jangka panjang.

Smart Grid Jadi Kunci Sistem Kelistrikan Masa Depan

Perkembangan industri dan digitalisasi juga membuat kebutuhan terhadap sistem kelistrikan yang lebih fleksibel dan adaptif semakin penting.

Hal tersebut menjadi salah satu topik yang dibahas dalam Symposium Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI) yang digelar bersamaan dengan pembukaan Electric & Power Indonesia.

Ketua Umum PJCI, Arsyadany G. Akmalaputri, menilai kebutuhan listrik industri ke depan bukan hanya semakin besar, tetapi juga semakin beragam dan dinamis.

Karena itu, sistem kelistrikan perlu berkembang menjadi lebih cerdas dan fleksibel, termasuk melalui pengembangan smart grid, integrasi energi terbarukan, serta pemanfaatan teknologi untuk mengoptimalkan pengelolaan energi.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat ketahanan sistem kelistrikan nasional.

"Pengembangan smart grid, integrasi energi terbarukan, serta pemanfaatan teknologi untuk mengoptimalkan pengelolaan energi menjadi semakin penting untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat ketahanan sistem," jelas Arsyadany.

Energi Bukan Sekadar Soal Listrik

Lebih jauh, Arsyadany melihat energi bukan hanya mengenai bagaimana listrik diproduksi, dipasarkan, dan disalurkan.

Energi juga berkaitan dengan bagaimana sebuah bangsa bertumbuh, membuka kesempatan yang lebih baik bagi masyarakat, serta memastikan pembangunan dapat dirasakan secara merata.

Untuk mewujudkannya, dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, penyedia teknologi, asosiasi, akademisi, hingga pengguna akhir.

Ketersediaan listrik, teknologi penyimpanan energi, dan infrastruktur digital juga harus dikembangkan secara terintegrasi dengan mempertimbangkan kebutuhan satu sama lain.

Kolaborasi lintas sektor akhirnya menjadi salah satu faktor penting agar perkembangan teknologi dapat diterjemahkan menjadi sistem yang lebih efisien, tangguh, dan memberikan manfaat jangka panjang.

RMA Indonesia Bidik Pasar Baru Lewat Energy Week

Semangat kolaborasi tersebut juga dirasakan para peserta pameran. Salah satunya RMA Indonesia yang memanfaatkan Energy Week 2026 untuk memperkenalkan solusi pembangkit listrik bagi berbagai sektor.

Produk yang ditawarkan menyasar kebutuhan infrastruktur bangunan, perhotelan, resort, hingga data center.

Melalui partisipasinya, RMA Group juga memperkenalkan inovasi genset yang sebelumnya telah dipasarkan secara global dan kini untuk pertama kalinya hadir di Indonesia.

Development and Technical Support Manager RMA Indonesia, Rio Harison Saragih, mengatakan kehadiran RMA di Energy Week membuka peluang untuk menjangkau segmen pasar yang lebih luas.

"Sekarang lebih spesifik dan target pengunjung pun jelas, animo yang datang memang khusus untuk energi. Pada hari pertama ini pengunjung kami mengerucut kepada energi, genset, cable-wire dan lain-lain, jadi kita lebih enak untuk memetakan potensi customer kita," kata Rio.

Menurutnya, keterlibatan dalam Energy Week memberikan keuntungan karena RMA Indonesia tidak hanya dapat menyasar pasar engineering dan pertambangan, tetapi juga memperluas penetrasi ke sektor energi.

Electric & Power Indonesia ke-24 Bersinergi dengan IndoEBTKE ConEx

Kolaborasi lintas sektor juga terlihat dari penyelenggaraan Electric & Power Indonesia (EPI) ke-24 yang menjadi bagian dari Energy Week dalam rangkaian Indonesia Energy & Engineering Series 2026.

Pada tahun ini, EPI juga diselenggarakan bersama IndoEBTKE ConEx ke-12.

Sinergi tersebut diharapkan membuka peluang kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, penyedia teknologi, dan akademisi.

Selain mempertemukan kebutuhan pasar dengan inovasi teknologi, kolaborasi ini juga diarahkan untuk mendukung pengembangan sektor kelistrikan berbasis energi baru dan terbarukan di Indonesia.

Dengan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam satu platform, penyelenggara berharap tercipta lebih banyak sinergi, kemitraan, dan implementasi solusi yang dapat mendukung agenda transisi energi nasional.

Masih Berlangsung hingga 5 September 2026

IEE Series - Energy Week 2026 masih berlangsung hingga 5 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Selama empat hari penyelenggaraan, pengunjung profesional dapat melihat langsung perkembangan teknologi energi dan engineering, mengikuti seminar sektoral, sekaligus bertemu dengan perusahaan dan pemangku kepentingan dari berbagai negara.

Dengan menghadirkan ratusan perusahaan dan menggabungkan sektor kelistrikan, baterai, penyimpanan energi, serta infrastruktur digital, IEE Series - Energy Week 2026 menjadi salah satu ajang penting untuk melihat seperti apa arah transformasi industri Indonesia di masa depan.


#IEE Series – Energy Week 2026

Comment (0)

List Comment

No Comment