Insentif EV Dicabut 2026, Industri Otomotif Indonesia Terancam Melambat? ICMS Buka Suara di IIMS 2026!

pekik udi irianto | 11 Feb 2026

Full Width Image
Target Ambisius: 600 Ribu EV pada 2030 & Net Zero 2060

AFTERMARKETPLUS.id - Penjualan mobil listrik lagi ngebut, tapi insentif mau dihapus. Masa depan industri otomotif Indonesia bakal ke mana?

Pertanyaan besar inilah yang jadi sorotan utama dalam Dialog Industri Otomotif Nasional 2026 yang digelar Indonesia Center for Mobility Studies (ICMS) di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026.

Untuk kelima kalinya sejak 2024, forum tahunan ini mempertemukan APM, ekonom, produsen kendaraan listrik, kendaraan penumpang, hingga niaga, membahas satu isu krusial: nasib kendaraan listrik (EV) setelah insentif fiskal dihentikan pemerintah mulai 2026.

Pasar Otomotif Lesu, Tapi Mobil Listrik Justru Meledak

Tahun 2025 jadi momen yang kontras bagi industri otomotif nasional.

Secara umum, penjualan kendaraan bermotor menurun akibat tekanan daya beli dan kondisi ekonomi global. Namun uniknya, segmen kendaraan listrik justru melesat tajam.

Data menunjukkan:

Pasar EV naik 70% menjadi 175 ribu unit

BEV (Battery Electric Vehicle) melonjak 141%

Dari 43 ribu unit (2024) menjadi 104 ribu unit (2025)

Lonjakan ini dinilai sebagai bukti nyata bahwa insentif pemerintah berhasil mendorong adopsi mobil listrik.

Subsidi pajak, pembebasan bea masuk, dan keringanan harga sukses membuat EV makin terjangkau sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap teknologi ramah lingkungan.

Tapi 2026 Beda Cerita: Insentif Dihapus, Harga Naik?

Memasuki 2026, industri menghadapi tantangan baru.

Pemerintah berencana menghentikan PPN Ditanggung Pemerintah 10% dan pembebasan bea masuk 0% untuk kendaraan listrik impor (CBU dan CKD).

Artinya? Harga mobil listrik berpotensi naik.

Meski insentif lain seperti PKB, BBNKB, dan PPnBM 0% masih berlanjut, pelaku industri tetap khawatir momentum pertumbuhan EV bisa melambat.

Inilah yang memicu diskusi panas di forum ICMS. Industri, Ekonom, dan APM Duduk Bareng Cari Solusi

Dialog ini menghadirkan sejumlah nara sumber seperti Patia Jungjungan Monangdo (Kemenperin), Rudy MF. (Dyandra Promosindo/IIMS), Josua Pardede (Ekonom Senior Perbanas), Davy Tuilan (VinFast Indonesia), Constantinus Herlijoso (Geely Auto Indonesia) dan Rian Erlangga (Isuzu Indonesia).

Mereka membahas strategi menjaga: Investasi industri, Daya saing harga EV, Penguatan ekosistem kendaraan listrik dan Keberlanjutan manufaktur nasional.

Tak hanya EV, kendaraan niaga juga disorot karena menjadi tulang punggung logistik dan distribusi nasional.

Ketua Umum ICMS, Munawar Chalil, menegaskan bahwa otomotif bukan sekadar jual beli mobil.

Sektor ini punya multiplier effect besar ke manufaktur, logistik, energi, pembiayaan, infrastruktur dan lapangan kerja.

Karena itu, kebijakan harus tepat agar transisi ke elektrifikasi tetap berjalan tanpa mengorbankan stabilitas industri.

Target Ambisius: 600 Ribu EV pada 2030 & Net Zero 2060

Forum ini juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor demi mencapai 600.000 kendaraan listrik pada 2030, Net Zero Emission pada 2060

ICMS berkomitmen menjadi platform netral untuk mempertemukan semua pemangku kepentingan, agar arah kebijakan otomotif Indonesia lebih matang dan berkelanjutan.

Acara ini turut didukung VinFast Indonesia, Toyota Astra Motor, dan Geely Auto Indonesia.

Masa Depan EV Ditentukan Sekarang

Momentum kendaraan listrik sudah terbukti kuat. Tapi tanpa dukungan kebijakan yang tepat, pertumbuhan bisa tersendat.

Lewat Dialog Industri Otomotif Nasional di IIMS 2026, satu pesan jelas:

Industri otomotif Indonesia butuh strategi baru, bukan sekadar insentif.

Akankah EV tetap melaju kencang atau justru melambat?


#Insentif EV #Diskusi Otomotif

...
Author : pekik udi irianto > 3233 Articles

Pekik Udi Irianto mengenyam pendidikan di Vrije Academie voor de Beeldende Kunsten, The Haque, NL. Memulai karir di bidang otomotif sejak: 1994 : Fotografer Tabloid Otomotif. 2001 : Redaktur Foto Tabloid Otosport. 2003 : Redaktur Foto Majalah Auto Bild Indonesia. 2015 : Pemimpin Redaksi aftermarketplus.id.

Comment (0)

List Comment

No Comment