Klaim Asuransi Mobil Ditolak, Bisa Jadi Ini Penyebabnya!

Foto: Istimewa

AFTERMARKETPLUS.id – Gagal klaim asuransi kendaraan alias ditolak menjadi perihal yang mengecewakan. Apalagi, asuransi tersebut telah dibayar secara rutin agar dapat dimanfaatkan.

Walhasil, tidak sedikit pula pemilik kendaraan yang enggan untuk menuai manfaat dari asuransi meskipun hanya tinggal mengklaim. Laporan dan pemberkasan terkesan menyulitkan pengguna untuk klaim.

Dalam hal tersebut Iwan Pranoto, Head of Communication and Customer Service Management Asuransi Astra mengatakan, justru asuransi hadir untuk mempermudah pemilik kendaraan dalam antisipasi dan menimalisir risiko.

“Justru asuransi bisa jadi andalan! Bayangkan jika kendaraan tiba-tiba mogok di jalan, tentu akan sangat mudah dengan menghubungi garda siaga dari garda oto,” papar Iwan kepada Aftermarketplus.id.

Ia juga menerangkan, stigma sulit klaim asuransi kendaraan sudah tidak berlaku lagi dengan perkembangan teknologi. Pasalnya, klaim dapat langsung menghubungi call center pihak asuransi atau dapat melalui platform aplikasi.

Baginya, konsumen asuransi Garda Oto cukup menggunakan Garda Mobile Otocare pengguna dengan mudah memilih lokasi survey mobil dan antar jemput kendaraan menuju bengkel.

Sedangkan saat terjadi risiko di jalan, Garda OTo menyediakan layanan Emergency Roadside Assistence (ERA) berupa mobil gendong, derek, hingga kebutuhan ban kempis atau jumper.

Perihal asuransi, lebih lanjut ia menjelaskan agar pengguna asuransi dapat membaca ketentuan hak dan tanggung jawab bedasarkan polis asuransi.

Iwan mencontohkan setidaknya ada beberapa hal yang membuat klaim asuransi ditolak sebagaimana aturan tertuang di polis asuransi selain pemberkasan:

  1. Pengemudi Tidak Memiliki Surat Izin Mengemudi(SIM)

Iwan Pranoto menjelaskan, sebagaimana aturan berkendara harus memiliki SIM. Namun jika pengemudi kendaraan tersebut tidak memiliki SIM, maka secara otomatis klaim akan tertolak.

Hal tersebut tertuang pada polis asuransi. Pernyataan memiliki SIM juga wajib ditunjukkan saat petugas memverifikasi klaim kendaraan.

  • Tidak Update Ke Pihak Asuransi Terkait Perubahan

Iwan mencontohkan, perubahan kendaran secara fungsi. Pada saat mendaftarkan kendaraan tersebut untuk pribadi namun diubah fungsi menjadi taksi.

Kasus tersebut setidaknya harus ada laporan kepada pihak asuransi paling lambat 7 hari sejak perubahan itu dibuat. Hal ini disebabkan perubahan pula pada risiko kendaraan.

Selain itu, menambah aksesoris mobil juga mempengaruhi polis asuransi. Jika penambahan tersebut tidak ada info kepada pihak asuransi. “Kalau tidak ada info, maka jika terjadi risiko ya tidak akan diganti,” kata Iwan.

  • Laporan Risiko Tidak Sesuai Fakta atau Bohong

Penjabaran rinci terkait kronologis risiko di jalan menjadi kewajiban pemilik kendaraan kepada pihak asuransi.

Saat hasil ferivikasi klaim hasilnya tidak sesuai dengan fakta, maka pihak asuransi tidak wajib membayar kerugian atas risiko yang terjadi dan dapat menghentikan premi asuransi secara sepihak.

  • Kendaraan Pindah Tangan atau Dijual

Berpindahnya status kepemilikan kendaraan dapat menghapus premi asuransi kendaraan. Polis tersebut berakhir 10 hari setelah perpindahan kepemilikan.

Meskipun, ujar Iwan proses berpindah tangan kendaraan tersebut secara cash maupun melanjutkan kredit dari pemilik sebelumnya.

[Sigit Akbar]