Kokoh tapi Ringan, Ini Keunggulan Platform HEARTECT pada Suzuki Fronx

Sigit Akbar | 04 Jun 2025

Full Width Image
Platform HEARTECT mencuri perhatian dalam perhelatan IIMS 2025 di booth Suzuki

AFTERMARKETPLUS.id - Di balik desain bergaya SUV coupe yang mencuri perhatian, Suzuki Fronx menyimpan rahasia performa dan efisiensi yang berasal dari platform HEARTECT.

Teknologi rangka ini bukan hal baru bagi Suzuki, tapi pada Fronx, penerapannya jadi lebih signifikan karena turut menunjang bobot, pengendalian, efisiensi bahan bakar, hingga keselamatan. Platform ini menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu harus terlihat mencolok. Terkadang, yang paling penting justru tersembunyi di balik permukaan.

Apa Itu Platform HEARTECT? HEARTECT adalah platform rangka kendaraan yang dikembangkan Suzuki dengan mengusung prinsip lebih ringan, lebih kuat, dan lebih efisien.

Rangka ini dibuat menggunakan Hi-Tensile Steel yang memiliki kekuatan tinggi namun tetap fleksibel dalam proses manufaktur. Dengan jumlah titik sambungan yang lebih sedikit dan desain struktur yang menyatu, HEARTECT mampu memberikan struktur bodi yang lebih rigid tapi bobot keseluruhan lebih ringan.

Dony Ismi Saputra, Deputy 4W Sales & Marketing PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menjelaskan bahwa setiap detail kendaraan yang dibuat Suzuki memiliki nilai tinggi dan filosofinya.

"Setiap lekuk dan detail mencerminkan filosofi Suzuki: Perpaduan harmonis antara bentuk dan fungsi. Ini bukan hanya kendaraan, melainkan bukti dedikasi Suzuki dalam mengejar kesempurnaan desain, diciptakan untuk mereka yang mengutamakan gaya sekaligus kualitas," terang Dony kepada Aftermarketplus.id


Kehebatan Platform HEARTECT pada Suzuki Fronx

Bobot Lebih Ringan, Efisiensi Lebih Baik

Dengan konstruksi yang lebih ringan, beban kerja mesin menjadi lebih rendah. Artinya, Fronx dapat melaju dengan lebih hemat bahan bakar, khususnya saat dikombinasikan dengan teknologi mild hybrid SHVS yang dimilikinya.

Stabilitas dan Handling Lebih Baik

Platform HEARTECT mendistribusikan beban secara merata dan memiliki titik berat rendah. Hal ini memberikan Fronx pengendalian yang stabil, minim body roll, dan kenyamanan saat bermanuver di tikungan atau jalan bergelombang.

Mendukung Keselamatan Pasif

Struktur HEARTECT dirancang untuk menyerap dan meredam energi benturan saat terjadi kecelakaan. Ini membantu menjaga keselamatan penumpang sekaligus memenuhi standar uji tabrak global.

Produksi Lebih Efisien & Ramah Energi

Karena Hi-Tensile Steel mudah dibentuk dan memerlukan lebih sedikit titik pengelasan, konsumsi energi listrik selama proses produksi pun menurun. Efisiensi ini mendukung prinsip produksi ramah lingkungan, sejalan dengan arah elektrifikasi global.

Bagi pengguna, kehadiran platform HEARTECT bukan sekadar teknologi pabrik. Efeknya langsung terasa dari sisi akselerasi terasa lebih ringan, irit bahan bakar harian maupun perjalanan jauh, mobil lebih tenang dan solid di kecepatan tinggi dan lebih percaya diri saat membawa keluarga atau berkendara di kondisi menantang.

Selain platform HEARTECT Suzuki Fronx yang viral sejak perkenalannya pada pameran otomotif di Indonesia beberapa waktu lalu, mobil ini juga menjadi langkah Suzuki dalam memperkenalkan Suzuki Safety Support, memiliki sistem ADAS, hingga dukungan sekitar 873 vendors atau suppliers baik untuk memenuhi kebutuhan komponen maupun non komponen. Dimana di dalamnya 443 vendors, atau lebih dari 50% adalah PMDN, termasuk 277 UMKM.

Mobil yang dibanderol mulai dari Rp 259 juta, tipe tertingginya Rp 319 juta yang turut disematkan sistem mild hybrid menambah efisiensi dan ramah lingkungan. Aftermarketplus.id memantau, pada pertengahan Juni 2025 mendatang Suzuki telah menyiapkan setidaknya 300 unit Suzuki Fronx yang disebar di seluruh Indonesia untuk konsumen bisa test drive.

Bagaimana sobat, tertarik untuk test drive?


#Sasis Heartech #Harga Suzuki Fronx #Suzuki FRONX #Interior Suzuki Fronx

...
Author : Sigit Akbar > 277 Articles

Sigit Akbar seorang Jurnalis, Youtuber dan Automotive Enthusiast. Pernah berkarya di Tabloid Otomotif, Grup Kompas Gramedia tahun 2018. Kini aktif menjadi Youtuber di Rukun Indonesia (Rukun Podcast), Head of Pantau Digital dan menikmati perkembangan otomotif di Indonesia sebagai Senior Editor di aftermarketplus.id.

Comment (0)

List Comment

No Comment