AFTERMARKETPLUS.id - Portofolio Stellantis di Indonesia yang selama ini hanya diisi Citroën dan Jeep akhirnya bertambah satu nama baru.
GIIAS 2026 dipilih sebagai panggung untuk memperkenalkan Leapmotor, merek kendaraan listrik asal Tiongkok yang sudah menyandang status sebagai salah satu produsen EV startup dengan pertumbuhan tercepat di negara asalnya.
Peluncuran Leapmotor di Indonesia dilakukan Stellantis bersama PT Indomobil National Distributor sebagai mitra strategis, dan bukan sekadar seremoni jual beli merek.
Langkah ini juga menandai dimulainya produksi lokal kendaraan Leapmotor di fasilitas PT National Assemblers, sebuah investasi jangka panjang yang menurut manajemen Stellantis mencerminkan keseriusan mereka di pasar Indonesia.
"Indonesia merupakan salah satu pasar paling strategis bagi Stellantis di Asia Tenggara. Bersama PT Indomobil National Distributor, kami tidak hanya meluncurkan Leapmotor, tetapi juga memulai investasi jangka panjang melalui produksi lokal. Leapmotor hadir bukan hanya untuk memasuki pasar, tetapi untuk menjadi bagian dari perjalanan transformasi mobilitas Indonesia dalam jangka panjang," ucap Isaac Yeo, Managing Director Stellantis ASEAN, Rabu (29/7/2026).
B10 Rp499 Juta, C10 Rp618 Juta, Diskon Khusus 500 Pembeli Pertama
Sebagai langkah awal, Leapmotor membawa dua model sekaligus ke Indonesia, yaitu B10 dan C10, keduanya kendaraan listrik berbasis baterai.
C10 diposisikan sebagai Global Family SUV dengan kabin lapang dan pendekatan Human-Centric Tech, sementara B10 menyasar segmen yang lebih ramping namun tetap dengan standar keselamatan dan kenyamanan yang sama.
Harga normal Leapmotor B10 dipatok Rp499 juta dan C10 Rp618 juta on the road Jakarta, namun khusus periode GIIAS 2026, 500 pembeli pertama bisa mendapatkan B10 seharga Rp449 juta dan C10 seharga Rp598 juta.
Dari sisi keselamatan, kedua model sudah mengantongi bintang lima Euro NCAP dan dilengkapi Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) Level 2.
Karakter berkendaranya pun bukan sembarangan, mengingat chassis tuning-nya digarap bersama tim engineering Stellantis di Balocco, Italia, sehingga menghasilkan kombinasi kenyamanan dan handling yang diklaim cocok untuk mobilitas harian maupun perjalanan keluarga.
Lebih dari 65% Komponen Dikembangkan Sendiri, Diproduksi Lokal di PT National Assemblers
Salah satu nilai jual utama Leapmotor adalah tingkat integrasi teknologinya, dengan lebih dari 65 persen komponen utama seperti sistem penggerak listrik, baterai, kokpit digital, hingga arsitektur elektronik dikembangkan dan diproduksi sendiri.
Pendekatan ini yang menurut perusahaan memungkinkan mereka menghadirkan inovasi lebih cepat dengan biaya yang lebih efisien.
Seluruh unit yang dipasarkan di Indonesia sendiri sudah diproduksi secara lokal di fasilitas PT National Assemblers, bukan impor utuh.
"Indonesia membuka babak baru dalam perjalanan global Leapmotor. Bersama Stellantis dan PT Indomobil National Distributor, kami menghadirkan kendaraan listrik yang memadukan inovasi teknologi, kualitas global, dan pengalaman berkendara yang dirancang untuk kebutuhan konsumen Indonesia," ujar Tianshu Xin, CEO Leapmotor International.
Stellantis Brand House: Leapmotor Gabung dengan Citroën dan Jeep, Target 52 Outlet
Kehadiran Leapmotor juga melengkapi konsep Stellantis Brand House, sebuah pendekatan ritel yang menyatukan Citroën, Jeep, dan kini Leapmotor dalam satu ekosistem jaringan.
Hingga akhir 2026, Stellantis menargetkan 52 outlet Brand House tersebar di berbagai wilayah Indonesia, dengan PT Indomobil National Distributor yang akan mengelola jaringan distribusi dan purna jual ketiga merek tersebut.
"Sebagai mitra Stellantis di Indonesia, kami bangga dapat dipercaya untuk menghadirkan Leapmotor kepada konsumen Indonesia. Didukung jaringan distribusi nasional serta produksi lokal di PT National Assemblers, kami optimistis Leapmotor akan berkembang bersama pasar Indonesia," ucap Tan Kim Piauw, CEO PT Indomobil National Distributor.
Klaim Leapmotor sebagai pemain EV yang sedang naik daun bukan tanpa dasar. Sepanjang 2025, merek ini tercatat sebagai startup New Energy Vehicle (NEV) nomor satu di Tiongkok berdasarkan volume penjualan, dengan pengiriman global mencapai 596.555 unit, lebih dari dua kali lipat tahun sebelumnya.
Tren ini berlanjut di semester pertama 2026 dengan 356.487 unit terkirim, bahkan pada Juni 2026 saja Leapmotor mencetak rekor penjualan bulanan tertinggi sepanjang sejarahnya sebanyak 93.376 unit.
Dengan rekam jejak pertumbuhan sebesar itu di kandang sendiri, tantangan berikutnya bagi Leapmotor adalah membuktikan formula yang sama bisa bekerja di pasar Indonesia yang punya karakter konsumen berbeda.
Pengunjung GIIAS 2026 dapat melihat langsung Leapmotor B10 dan C10 di booth Stellantis, berdampingan dengan jajaran Citroën dan Jeep.
#LeapmotorT03 #Leapmotor B10 #Leapmotor
List Comment
No Comment