AFTERMARKETPLUS.id - Pasar mobil hybrid di Indonesia terus menunjukkan potensi yang menarik, termasuk bagi MG Motor Indonesia melalui lini MG Hybrid+.
"Menariknya, respons positif terhadap mobil hybrid MG ini justru terlihat di sejumlah wilayah luar Pulau Jawa, terutama Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi," ungkap Harry Kurniawan, Head of Marketing & PR MG Motor Indonesia di sela acara MG ZS Hybrid+ Media Drive di Semarang (2/11/2026).
Peningkatan minat konsumen tersebut terlihat setelah MG menggelar peluncuran regional di sejumlah kota.
Langkah ini menjadi strategi penting untuk memperkenalkan teknologi hybrid MG sekaligus memperluas jangkauan pasar di Indonesia.
"Meski tren penjualannya belum sebesar mobil bermesin bensin konvensional atau Internal Combustion Engine (ICE), penerimaan pasar terhadap MG Hybrid+ dinilai cukup sesuai dengan ekspektasi," imbuh Harry.

Penjualan MG Hybrid+ Ditargetkan 400 Unit
MG memproyeksikan penjualan lini Hybrid+ dapat mencapai 300 hingga 400 unit sampai akhir 2026.
Target tersebut tetap mempertimbangkan perkembangan pasar dan dinamika industri otomotif nasional.
Respons positif di luar Jawa menjadi salah satu peluang yang berpotensi mendukung pencapaian target tersebut.
Wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi dinilai memiliki prospek menarik seiring meningkatnya perhatian konsumen terhadap kendaraan berteknologi hybrid.
Peluncuran regional juga menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan penjualan.
Melalui kegiatan tersebut, konsumen di berbagai daerah memiliki kesempatan lebih luas untuk mengenal produk dan teknologi hybrid yang ditawarkan MG.
Harga MG Hybrid+ Tetap Rp299,9 Juta
Dari sisi harga, MG memastikan banderol MG Hybrid+ tetap kompetitif dan tidak mengalami perubahan.
Harga mulai Rp299,9 juta untuk wilayah OTR Jakarta, khusus bagi 1.000 konsumen pertama. Penawaran ini menjadi daya tarik bagi konsumen yang ingin beralih ke mobil hybrid dengan harga relatif terjangkau.
Selain harga, pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga menjadi bagian penting dalam strategi MG di Indonesia. MG menyatakan produknya memenuhi ketentuan TKDN sesuai regulasi pemerintah.
Bahkan, komponen baterai untuk sistem hybrid tersebut diproduksi di dalam negeri melalui UIBS.
Langkah ini menunjukkan keterlibatan industri lokal dalam mendukung produksi kendaraan elektrifikasi MG di Indonesia.
MG Hybrid+ Produksi Lokal, Indent 1-2 Bulan
Hal menarik lainnya, MG Hybrid+ menjadi kendaraan hybrid pertama MG yang diproduksi secara lokal menggunakan skema Completely Knocked Down (CKD) di fasilitas SGMW.
Produksi lokal tersebut menjadi langkah penting dalam pengembangan bisnis MG di Indonesia, khususnya untuk memperluas kehadiran kendaraan elektrifikasi di pasar domestik.
Bagi konsumen yang tertarik memilikinya, proses pengiriman MG Hybrid+ saat ini dilaporkan berjalan lancar. Waktu tunggu pemesanan atau indent berkisar antara satu hingga dua bulan.
Dengan waktu tunggu tersebut, konsumen memiliki gambaran mengenai estimasi pengiriman setelah melakukan pemesanan, meskipun waktu aktual dapat bergantung pada ketersediaan unit dan lokasi pembelian.

MG Hybrid+ Magnify Jadi Varian Terfavorit
Dari beberapa tipe yang ditawarkan, MG Hybrid+ Magnify menjadi varian paling diminati dengan kontribusi lebih dari 50% terhadap total penjualan.
Dominasi tersebut memperlihatkan tingginya permintaan konsumen terhadap varian Magnify dibandingkan tipe lainnya.
Capaian ini sekaligus menjadi indikasi bahwa konsumen tidak hanya mempertimbangkan teknologi hybrid dan efisiensi bahan bakar, tetapi juga kombinasi fitur, kenyamanan, serta nilai yang ditawarkan sebuah kendaraan.
Dengan harga mulai Rp299,9 juta untuk 1.000 konsumen pertama di Jakarta, produksi lokal, dan waktu tunggu sekitar satu hingga dua bulan, MG Hybrid+ memiliki sejumlah modal untuk bersaing di pasar mobil hybrid Indonesia.
Ke depan, perluasan pasar ke luar Jawa berpotensi menjadi salah satu kunci bagi MG untuk meningkatkan penjualan dan memperkuat posisinya di segmen kendaraan elektrifikasi nasional.
#MG ZS Hybrid+ #Penjualan MG ZS Hybrid+
Author : pekik udi irianto > 3539 Articles
Pekik Udi Irianto mengenyam pendidikan di Vrije Academie voor de Beeldende Kunsten, The Haque, NL. Memulai karir di bidang otomotif sejak: 1994 : Fotografer Tabloid Otomotif. 2001 : Redaktur Foto Tabloid Otosport. 2003 : Redaktur Foto Majalah Auto Bild Indonesia. 2015 : Pemimpin Redaksi aftermarketplus.id.
List Comment
No Comment