Mengendarai Royal Enfield Classic 350, Touring Forwot 2022 Semakin Asyik

Foto: aftermarketplus.id

AFTERMARKETPLUS.id – Setelah sempat vakum hampir 2 tahun imbas pandemi Covid-19 lalu, akhirnya pecinta touring roda2 yang tergabung dalam Forum Wartawan Otomotif Indonesia (Forwot) kembali menggelar touring dengan tujuan ke Pondok Kapilih, Desa Pancawati, Bogor (30-31/7).

Touring Forwot 2022 kali ini mengusung tema DISKOTIK, yaitu singkatan dari Diskusi Otomotif Kekinian. Nah semakin istimewa touring Forwot tahun ini, karena kami mengendarai Royal Enfield Classic 350 berwarna merah.

Sepeda motor yang diluncurkan di Tanah Air pada Februari 2022 lalu ini memang menganut konsep desain yang terlihat jadul. Royal Enfield Classic 350 sesuai namanya, sepeda motor ini awalnya dibuat layaknya motor zaman sebelum Perang Dunia ke-2 pada tahun 1930-an sampai 1940-an. Sentuhan nuansa chrome di mesin, tangki, pelek, shockbreker dan knalpot mempertegas kesan motor klasiknya.

Pada saat kami mengendarai RE classic 350, ada beberapa teman yang menanyakan tentang getaran dari motor ini yang memang terjadi pada generasi sebelumnya. Karena Royal Enfield Classic 350 model lama memakai rangka single craddle frame. Mesin diletakkan menyatu menjadi salah satu stress point struktur rangka. Karena mesin berfungsi juga sebagai rangka, maka getarannya begitu terasa hingga di genggaman handle bar pada putaran mesin tinggi.

Namun pada RE Classic 350 generasi barunya yang kami kendarai ini, mesin terperangkap di dalam frame sehingga getarannya mampu diserap dengan lebih baik. Mesinnya sekarang terasa sangat halus bak mengendarai sepeda motor modern saja. Apalagi kini mesin berteknologi fuel injection dengan penempatan yang sempurna meningkatkan kenyamanan berkendara.

Seperti yang kami rasakan sendiri ketika melewati beberapa titik jalanan rusak di desa Pancawati, duduk di motor ini sangat mengasyikkan. Apalagi ditopang dengan jok empuk dan suspensi yang lembut.

Pada saat menanjak di jalan yang sempit dan lumayan terjal di daerah pegunungan, mesin berkapasitas 349,34 cc miliknya yang menghasilkan tenaga maksimal 19,9 PS dengan torsi puncak 27 Nm dilahap dengan mudah.

Asyiknya lagi, hawa panas di area kaki yang biasanya juga kerap dirasakan penunggang motor dengan kapasitas mesin 300 cc ke atas, tidak terjadi di RE Classic 350. Hawa di kaki adem-adem saja. Kondisi ini membuat motor ini sangat ideal untuk dijadikan teman sejati berkendara sehari-hari.

Rasio gigi transmisi 5-percepatan miliknya juga tak membuat motor menghentak saat menghadapi situasi stop and go di kemacetan lalu-lintas pada saat melintas di daerah Tajur dan kota Bogor. Apalagi dengan bobot motor yang ideal tidak terlalu berat, diajak nyelap-nyelip masih cukup lincah. Pokoknya nyaman sekali mengendarai Royal Enfield Classic 350.

[MNR]

About pekik udi irianto 1914 Articles
1. Otomotif Tabloid, PT Dunia Otomotifindo - Group of Magazine as Photographer from May 2, 1994 to June 14, 2001 2. Otosport Tabloid, PT Penerbit Media Motorindo - Group of Magazine as Photographer from June 15, 2001 to December 31, 2001 3. Otosport Tabloid, Automotive Media Supporting Unit, PT Penerbit Media Motorindo - Group of Magazine as Photo Editor from January 1, 2002 to December 31, 2002 4. Otosport Tabloid, PT Penerbit Media Motorindo - Group of Magazine as Photo Editor from January 1, 2003 to April 5, 2003 5. Auto Bild Magazine, PT Penerbit Media Motorindo - Group of Magazine as Photo Editor from May 6, 2003 to December 31, 2008 6. Photographic Section, Auto Bild Editorial Department, Automotif Media, Publishing II Division, PT Infometro Mediatama - Group of Magazine as Photo Editor from January 1, 2009 to October 31, 2014 7. aftermarketplus.id as Editor in Chief from August 2, 2015 to present