SCORPIO ‘PON CHOPPER’ 2008

Foto: Istimewa

JAKARTA, AFTERMARKETPLUS – Awalnya tak terbersit rencana mengirimkan pacuan ini untuk ikut berpartisipasi di ajang kontes ternama Kustomfest. Tapi setelah melalui beberapa pertimbangan, akhirnya sang pemilik memutuskan turut serta di salah satu event custom culture besar di Indonesia tersebut.

“Setelah saya pikir-pikir tanggung kalau cuma sekadar di custom. Akhirnya kami berdiskusi panjang lebar dengan pemiliknya, lalu muncul deh kata sepakat untuk mengikutsertakannya di gelaran Kustomfest 2016,” ucap Aya Sofia dari Puspa Kediri Custom (PKC) yang membangun motor tersebut.

Lebih jauh mengomentari motor milik Muhammad Juliansyah, siswa kelas 3 SMA Tunas Jaka Sampurna, Bekasi, Jawa Barat. Motor yang berbasis Yamaha Scorpio tahun 2008 ini menurut Aya cocok untuk ‘turun’ di kelas Free For All (FFA) dibawah 250cc.

CHOPPER BLKKarena standar peserta untuk bisa ikut kontes custom Kustomfest tidaklah sembarangan, PKC lantas membongkarnya secara maksimal. Yang tersisa hanyalah mesin berkapasitas 225cc. Scorpio yang berjuluk ‘Pon Chopper’ itu dibangun menggunakan frame rigid, berbahan pipa seamless diameter 22 dan 30 ml yang dibuat sendiri oleh PKC.

Kenapa dinamakan Pon Chopper? Nama yang unik tersebut bukan tanpa alasan. Karena sesuai Kalender Jawa, dimana ada penamaan hari yakni Legi, Kliwon, Wage, Pon dan lainnya. “PKC pernah membuat motor dengan panggilan Kliwon. Sekarang motor ini dinamakan Pon, karena selesai digarap tepat hari Pon sesuai Kalender Jawa,” jelas Aris sang Builder di PKC.

Setelah mengganti tangki bensin, karakter chopper menguat dari kuda besi berwarna bodi hijau toska dan frame biru tua ini. PKC meng-custom tangki, memanfaatkan bahan plat galvanis setebal 1 mm. “Spakbor belakang dan tool box juga kami custom menggunakan bahan plat galvanis 1 mm,” ucap Aya.

Melengkapi apa yang disampaikan Aya, Aris mengatakan bagian roda juga mendapat penyesuaian yang diselaraskan dengan body. Seperti velg depan menggunakan TK Ring 21 inch berbalut ban depan merek Avon Speed Master Ring 21 inch. “Velg belakang juga TK, dengan Ring 16 inch. Untuk belakang, kita pakai ban merek Shinko,” sergahnya.

Bagian lain dari motor, seperti knalpot, juga hasil custom dan dibuat dengan detail oleh pasukan PKC. Begitupula setang custom berbahan pipa Seamless ukuran 22 ml. Sissy bar custom menggunakan as besi berukuran 20 ml. “Lampu depan menggunakan Nos motor Inggris, cat dan pernis Sikken, poksi blinken serta painting Chrome,” tutup Aya. [OBK]

About pekik udi irianto 1613 Articles
1. Otomotif Tabloid, PT Dunia Otomotifindo - Group of Magazine as Photographer from May 2, 1994 to June 14, 2001 2. Otosport Tabloid, PT Penerbit Media Motorindo - Group of Magazine as Photographer from June 15, 2001 to December 31, 2001 3. Otosport Tabloid, Automotive Media Supporting Unit, PT Penerbit Media Motorindo - Group of Magazine as Photo Editor from January 1, 2002 to December 31, 2002 4. Otosport Tabloid, PT Penerbit Media Motorindo - Group of Magazine as Photo Editor from January 1, 2003 to April 5, 2003 5. Auto Bild Magazine, PT Penerbit Media Motorindo - Group of Magazine as Photo Editor from May 6, 2003 to December 31, 2008 6. Photographic Section, Auto Bild Editorial Department, Automotif Media, Publishing II Division, PT Infometro Mediatama - Group of Magazine as Photo Editor from January 1, 2009 to October 31, 2014 7. aftermarketplus.id as Editor in Chief from August 2, 2015 to present