PERSAINGAN PASAR MOBIL PALING POPULER DI INDONESIA TAHUN 2017

Foto: Aftermarketplus

JAKARTA, AFTERMARKETPLUS – Pangsa pasar kelas low MPV di Indonesia memang cenderung tergerus oleh segmen LCGC dan SUV, tapi yang pasti kelas ini masih menjadi favorit konsumen di Indonesia. Dengan kapasitas duduk tujuh penumpang dan posisi harga yang masih moderat di bawah Rp 250 juta, para APM asal Jepang tentu masih mengandalkan penjualan di segmen ini.

Seperti apa petanya, berikut peta pertempurannya yang semakin seru di tahun 2017.

TOYOTA AVANZA
PT Toyota Astra Motor (TAM) nampak belum menyiapkan strategi khusus untuk model kendaraan terlarisnya ini di tahun 2017. TAM nampak lebih memprioritaskan strategi lebih makro di segmen kendaraan keluarga dimana selain Avanza kini ada Calya serta yang terbaru versi tertinggi Toyota Kijang Venturer.

Meski belum disertai strategi khusus, penjualan Toyota Avanza belum mampu ditandingi para rival dan menjadi satu-satunya model kendaraan yang mampu terjual di atas 100 ribu unit pada tahun 2016. Selain ketangguhannya yang sudah terbukti selama belasan tahun, PT TAM juga telah mendadaninya dengan desain all-new dan kelengkapan fitur agar tetap menjadi raja di segmen low MPV.

NEW HONDA MOBILIO
PT Honda Prospect Motor (HPM) sudah menegaskan akan meningkatkan pangsa pasar Honda Mobilio di segmen low MPV tahun 2017. Jika pada tahun 2016, Honda Mobilio menduduki model kendaraan terlaris di Indonesia dengan penjualan 39.482 unit, di tahun 2017 PT HPM mematok angka penjualan 47.500 unit.

Target ini cukup realistis, jika menimbang seabrek pembaruan pada desain eksterior, interior, fitur kenyamanan serta keamanan yang disematkan pada New Honda Mobilio yang diperkenalkan pada 12 Januari 2017. Kami telah mengulas kesan pertama berada di dalam varian tertinggi New Honda Mobilio RS sebelumnya (http://aftermarketplus.id/en/mobil/kesan-pertama-di-dalam-new-honda-mobilio-rs).

[cml_media_alt id='7046']PAMOB 2[/cml_media_alt]

DAIHATSU XENIA
Sepanjang tahun 2016, Xenia masih menjadi model kendaraan terlaris Daihatsu di Indonesia dengan penjualan per bulan selalu di atas angka 3.000 unit. Secara positioning, Daihatsu Xenia sudah terbukti punya reputasi ketangguhan dan kekuatan brand yang panjang sejak hadir pertama kali tahun 2004.

Buat yang tidak terlalu mengedepankan kekuatan merek, Daihatsu Xenia yang punya spesifikasi teknis yang sama dengan Toyota Avanza adalah pilihan ekonomis tapi tetap value for money. Perbedaan dengan saudaranya dengan merek Toyota adalah pada aplikasi aksesori dan fitur-fitur yang dikembali ke masing-masing brand.

SUZUKI ERTIGA
Secara kualitas produk, Suzuki Ertiga mampu menandingi dominasi Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia. Terlebih untuk kebutuhan perkotaan, Suzuki Ertiga yang telah mengusung desain monokok dan menggunakan sistem penggerak roda depan di atas kertas lebih nyaman dan irit dibanding kompetitornya. Meski khusus mengenai efisiensi BBM juga masih dipengaruhi faktor lain, seperti cara berkendara, cuaca dan kondisi jalan yang dilalui.

[cml_media_alt id='7044']PAMOB 4[/cml_media_alt]

Jaringan layanan after sales Suzuki yang cukup luas di Indonesia, masih menjadi modal kuat bagi Suzuki Ertiga untuk melakukan perlawanan pada si kembar Avanza-Xenia dan Mobilio. Meski demikian, PT Suzuki Indomobil Sales tentu butuh minimal strategi facelift atau minor change untuk tetap dapat menyita perhatian publik khususnya di segmen low PMV.

NISSAN GRAND LIVINA
Secara produk Nissan Grand Livina adalah model kendaraan yang nyaman di kelasnya. Selain juga telah menggunakan bodi monokok, sistem penggerak roda depan, transmisi CVT dan spesifikasi mesin yang diadopsi dari Nissan Juke, Grand Livina telah menjadi model kendaraan terlaris Nissan di Indonesia selama bertahun-tahun.

Kendala yang dihadapi adalah desainnya yang cenderung tidak mengalami perubahan signifikan sejak kehadirannya. Plus, tantangan tentang biaya jasa perawatan berkala dan harga suku cadang yang kerap diisukan berada di atas kompetitornya. Davy J. Tuilan yang baru menjabat sebagai Vice President Sales & Marketing PT Nissan Motor Indonesia per Desember 2016 sempat mengatakan pada aftermarketplus.id pada awal Januari 2017, jika salah satu fokus utama Nissan tahun adalah pada penciptaan program-program yang memanjakan konsumen.

LOW MPV MITSUBISHI
Semester kedua 2017 sedianya XM Concept akan masuk jalur produksi dan menjadi andalan baru Mitsubishi untuk mengadu pertarungan di kelas paling laris di Indonesia, low MPV.

Tentu bukan pertarungan mudah, meski secara kualitas produk tidak diragukan, namun salah satu kendala utama Mitsubishi adalah meyakinkan konsumen di segmen kendaraan penumpang. Mulai Grandis, Mirage, Delica dan Outlander tidak terlalu gemilang penjualannya di segmen masing-masing. Beruntung, Pajero menjadi penyelamat menjadi “utusan” terbaik meski harus berjibaku dengan lawan kuat Toyota Fortuner.

[cml_media_alt id='7045']PAMOB 5[/cml_media_alt]

KESIMPULAN
Melihat fakta di atas, bisa dipastikan pertempuran di segmen low MPV tahun ini akan lebih keras dibanding tahun-tahun sebelumnya. Buat calon konsumen ini tentu menjadi berita baik, karena pilihan berkualitas semakin banyak dan bervariatif.

Hayo, Anda pilih model low MPV yang mana… (team aftermarketplus.id)

About Gilang Budiman 495 Articles
Organisation Experience Honda Civic Indonesia (2002) BMW CAR CLUB INDONESIA (2009-now) Mercedes Benz Club Indonesia (2014-now) Testing driver Ferrari F12, Bmw i8, Bentley, Lotus Elise, Lotus Exige, etc (2011-now) Auto bild magazine (2011 - 2015) Car Review, Otodriver, Car moto (2015-2016 ) Senior Editor aftermarketplus.id (2016-)
Contact: Website