AFTERMARKETPLUS.id - Mobil hybrid seperti Toyota Veloz Hybrid hingga Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid kini semakin digemari masyarakat Indonesia. Selain ramah lingkungan, mobil jenis Hybrid Electric Vehicle (HEV) ini juga terkenal irit bahan bakar dan tetap bertenaga.
Namun, ada satu hal penting yang sering dianggap sepele oleh pemilik mobil hybrid: pemilihan bahan bakar (BBM). Salah isi BBM ternyata bisa berdampak fatal, apalagi saat digunakan dalam perjalanan jauh
"Salah satu hal penting dari sebuah mobil hybrid adalah mesin bensin yang efisien tetapi tetap bertenaga. Di bawah kap mesin, tersemat teknologi canggih Dual VVT-i atau katup variabel dengan rasio kompresi mesinnya di atas 13:1. Pada New Kijang Innova Zenix Hybrid EV, mesinnya mengaplikasikan teknologi Dynamic Force Engine. Bensin sesuai rekomendasi Toyota menjaga proses pembakaran di dalam ruang bakar mesin agar optimal dan menghasilkan tenaga sesuai kebutuhan," terang Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000, Jumat (27/3/2026).
Gejala Knocking Sangat Merugikan Pelanggan
Andai bensin dengan nilai oktan lebih rendah tetap dipakai pada mesin hybrid Toyota, malah akan terbakar sendiri sebelum busi memercikkan api sesuai siklus kerja mesin, alias knocking atau detonasi. Gejala knocking terjadi karena penggunaan BBM oktan rendah memicu pembakaran tidak sempurna.
Alhasil, mesih kehilangan tenaga alias ngempos dan membuat pengemudi memaksakan menekan pedal gas lebih dalam supaya mendapatkan tenaga sesuai kebutuhan. Gejala knocking atau detonasi merupakan masalah serius yang tidak boleh dibiarkan.
Ciri-ciri knocking atau detonasi adalah terdengar suara mengelitik saat pedal gas diinjak sehingga gejala ini kerap disebut sebagai ngelitik. Suara ini akan terdengar kian jelas dalam kondisi berat sehingga butuh tenaga besar, seperti ketika muatan penuh, menyalip kendaraan lain, atau di jalan menanjak.
Padahal, AutoFamily akan menemui kondisi demikian dalam perjalanan mudik Lebaran. Mobil diisi muatan penuh oleh penumpang dan barang, kondisi berkendara dinamis melewati jalan macet dan lancar, serta kebutuhan melewati jalan mendaki di wilayah pegunungan. Tidak hanya kesulitan mengendarai mobil karena tenaga berkurang, konsumsi BBM juga tidak efisien.
Deposit Kotoran Muncul di Dalam Ruang Bakar
Pembakaran tidak sempurna memicu timbulnya deposit kotoran di dalam ruang mesin yang akan mempengaruhi kinerja mesin. Ditambah, suhu ruang mesin ikut naik akibat kinerja komponen mesin tidak sesuai kebutuhan.
Dalam jangka panjang, dapat mempercepat kerusakan komponen mesin. Kalau dibiarkan, mesin akan jebol dan wajib turun mesin yang membutuhkan biaya besar. Oleh karena itu, pastikan untuk selalu memanfaatkan bensin dengan nilai oktan sesuai rekomendasi Toyota.
Karena itu, AutoFamily tidak rugi ketika mengisi bensin sesuai rekomendasi Toyota saat perjalanan mudik Lebaran. Bahan bakar yang sesuai akan membantu meningkatkan efisiensi mesin yang berujung pada penghematan bahan bakar.
AutoFamily bisa mengecek kebutuhan oktan bahan bakar pada buku petunjuk penggunaan kendaraan atau konsultasi dengan service advisor Auto2000.
Sebagai gambaran, untuk mobil hybrid Toyota umumnya RON bensin yang direkomendasikan adalah 91 atau lebih tinggi untuk performa mesin optimal.
#Mobil Hybrid Toyota #Toyota Veloz Hybrid
List Comment
No Comment