Ternyata Tak Semudah yang Dibayangkan! Ini Alasan Mazda Sangat Ketat Memilih Supplier Lokal di Indonesia

pekik udi irianto | 28 Jul 2026

Full Width Image
Mazda Tak Asal Pilih Supplier! Ini Standar Tinggi yang Wajib Dipenuhi Komponen Lokal

AFTERMARKETPLUS.id - Banyak yang mengira proses penggunaan komponen lokal pada mobil rakitan Indonesia hanya soal mencari pemasok dengan harga terbaik.

"Faktanya, bagi Mazda, proses tersebut jauh lebih rumit. Setiap komponen yang akan digunakan harus melewati serangkaian pengujian dan persetujuan ketat dari Mazda Corporation (MC) demi memastikan kualitas kendaraan tetap sesuai standar global," terang Ricky Thio, Chief Operating Officer (COO) PT Eurokars Motor Indonesia sekaligus Presiden Direktur Mazda Indonesia (1/7/2026).

Inilah alasan mengapa proses lokalisasi komponen membutuhkan waktu yang tidak singkat dan melibatkan evaluasi yang sangat detail.


Semua Komponen Harus Mendapat Persetujuan Mazda Corporation

Mazda menjelaskan bahwa setiap komponen lokal tidak bisa langsung digunakan meski secara bentuk dan fungsi terlihat sama dengan produk yang sudah ada.

Sebagai contoh, aki dengan tipe Q-85 mungkin tersedia dari berbagai produsen. Namun, Mazda memiliki spesifikasi teknis internal yang lebih ketat sehingga komponen tersebut wajib melalui proses verifikasi sebelum dinyatakan layak digunakan.

Prosesnya dimulai dari pengiriman sampel komponen (sampling) untuk diuji secara menyeluruh.

"Dalam beberapa kasus, tim dari Mazda Corporation bahkan datang langsung ke fasilitas pemasok guna mengevaluasi proses produksi sebelum memberikan persetujuan resmi," imbuh Ricky.

Wajib Memenuhi Standar Internasional

Selain lolos uji kualitas, seluruh komponen juga harus memenuhi berbagai regulasi internasional yang berlaku pada kendaraan Mazda.

Hal ini mencakup berbagai detail, termasuk komponen identitas kendaraan seperti nameplate, yang harus mengikuti standar dan regulasi yang diterapkan Mazda di pasar global, termasuk standar Jepang.

Kualitas Tetap Nomor Satu, Bukan Sekadar Menekan Biaya

Mazda menegaskan bahwa tujuan lokalisasi bukan hanya meningkatkan efisiensi biaya produksi atau mendukung industri dalam negeri.

Prioritas utama tetap berada pada kualitas kendaraan. Karena itu, setiap komponen harus memenuhi persyaratan teknis yang sangat rinci.

Misalnya pada ban dan komponen mekanis lainnya. Evaluasi tidak hanya melihat ukuran atau dimensi, tetapi juga tingkat kebisingan (desibel), konstruksi serat baja, daya tahan, hingga sertifikasi dan akreditasi global yang dimiliki pemasok.


Supplier Harus Siap Menjamin Pasokan dan Layanan

Persyaratan Mazda tidak berhenti pada kualitas produk saja. Supplier juga diwajibkan memiliki rantai pasok (supply chain) yang kuat agar ketersediaan komponen selalu terjamin.

Selain itu, pemasok harus memiliki dukungan layanan purna jual yang memadai, seperti kantor perwakilan di Indonesia, tenaga engineer yang siap memberikan bantuan teknis, serta kemampuan memberikan layanan secara cepat apabila dibutuhkan.

Lokalisasi Bukan Sekadar Mengganti Komponen

Melalui proses seleksi yang sangat ketat ini, Mazda ingin memastikan bahwa setiap komponen lokal mampu memberikan performa, keandalan, dan kualitas yang sama dengan komponen yang digunakan pada kendaraan produksi global.

Strategi tersebut menunjukkan bahwa lokalisasi bukan sekadar meningkatkan kandungan lokal, tetapi juga membangun ekosistem industri otomotif Indonesia yang mampu memenuhi standar manufaktur kelas dunia.

#Pabrik Mazda #Komponen Lokal Mazda

...
Author : pekik udi irianto > 3405 Articles

Pekik Udi Irianto mengenyam pendidikan di Vrije Academie voor de Beeldende Kunsten, The Haque, NL. Memulai karir di bidang otomotif sejak: 1994 : Fotografer Tabloid Otomotif. 2001 : Redaktur Foto Tabloid Otosport. 2003 : Redaktur Foto Majalah Auto Bild Indonesia. 2015 : Pemimpin Redaksi aftermarketplus.id.

Comment (0)

List Comment

No Comment