AFTERMARKETPLUS.id - Ada sesuatu yang berubah di pasar otomotif Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Dulu, hybrid dianggap mahal dan eksklusif.
Sekarang, ia mulai menjadi opsi rasional. Dan di tengah pergeseran itu, Geely Starray EM-i hadir bukan hanya membawa teknologi, tetapi juga ambisi.
Dibanderol Rp 499.000.000 OTR Jakarta, ini bukan mobil murah. Tapi juga bukan harga yang sembrono untuk sebuah plug-in hybrid dengan klaim jarak tempuh gabungan lebih dari 1.000 km (NEDC) dan efisiensi hingga 83 km/l (weighted combined NEDC).
Namun angka hanyalah angka. Yang lebih menarik adalah bagaimana mobil ini berbicara melalui desain dan ruangnya.

Kesan Pertama: Tenang dan Dewasa
Ketika pertama kali melihat Starray EM-i, yang terasa bukan emosi, melainkan kedewasaan. Di tengah tren desain SUV (Sport Utility Vehicle) yang cenderung penuh sudut tajam dan ekspresi "galak", Starray memilih pendekatan yang lebih kalem.
Memiliki panjang 4.740 mm, lebar 1.905 mm, tinggi 1.685 mm, dan wheelbase 2.755 mm, proporsinya terlihat matang. Ia cukup besar untuk terlihat berkelas, namun tidak berlebihan.
Bagian depan menggunakan All LED Automatic Headlights dengan Follow Me Home, dan DRL yang terintegrasi dalam LED run-through light memberikan kesan lebar dan modern. Ini bukan desain yang mencoba mencuri perhatian secara paksa. Ia justru terasa percaya diri.
Di belakang, LED taillight menyambung memperkuat kesan solid. Ditambah power tailgate, akses bagasi terasa praktis - fitur kecil yang justru terasa sangat berarti saat tangan penuh belanjaan atau koper.
Dimensi dan Ruang: Ini SUV yang Serius untuk Keluarga
Wheelbase 2.755 mm bukan sekadar angka di brosur. Ia terasa ketika Anda duduk di baris kedua. Ruang kaki lega. Kepala tidak terasa mentok. Bahu tidak saling bersenggolan.
Konfigurasi 5 penumpang memang standar, tetapi ruang yang ditawarkan terasa lebih dari cukup untuk perjalanan jauh. Ini mobil yang memang dibuat untuk dipakai, bukan sekadar dipamerkan.
Bagasi menjadi salah satu kekuatan utamanya. Volumenya 528 liter saat kursi tegak menjadi 2.065 liter saat kursi dilipat.
Angka ini besar. Bahkan sangat besar untuk SUV medium. Untuk keluarga muda, ini berarti stroller, koper, tas belanja, bahkan sepeda lipat masih bisa masuk tanpa drama.

Namun sekali lagi, ada catatan kecil.
Ground clearance 172 mm (unladen) dan 150 mm (laden) cukup untuk perkotaan, tetapi bukan yang tertinggi di kelasnya.
Untuk sebagian konsumen Indonesia yang masih mempertimbangkan jalan rusak atau genangan air, angka ini mungkin membuat mereka sedikit berpikir. Karena ground clearance ini bahkan lebih rendah dari city car Toyota Agya.
Masuk ke Dalam: Atmosfer Digital yang Terasa Modern
Begitu masuk ke kabin, suasananya berubah. Jika eksterior terasa dewasa dan kalem, interiornya terasa lebih futuristik.
Setir dengan fitur Tilt & Telescopic memudahkan mencari posisi duduk ideal. Material kabin terasa solid, tidak terdengar bunyi kosong saat panel diketuk. Kualitas perakitan cukup rapi.
Namun yang paling mengejutkan adalah sistem audio.
Flyme Sound 16-speaker dengan amplifier 1.000W bukan gimmick marketing. Konfigurasinya serius, yakni 4 Tweeters, 5 Midrange, 2 Headrest Speakers, 4 Woofers, dan 1 Subwoofer.
Headrest speaker memberi pengalaman suara yang lebih personal. Ini detail kecil yang terasa premium.
Di titik ini, Starray mulai menunjukkan ambisinya. Ia ingin memberi pengalaman, bukan sekadar spesifikasi.
Tetapi di era mobil serba layar dan digital, ekspektasi konsumen juga tinggi. Sistem infotainment harus responsif. Navigasi harus intuitif. Integrasi smartphone harus mulus. Jika tidak, semua hardware canggih itu bisa terasa sia-sia.
Dan di sinilah Geely harus memastikan software-nya benar-benar matang, bukan sekadar impresif di atas kertas.
Dalam banyak aspek eksterior dan interior, Starray terlihat berhasil. Starray EM-i bukan sekadar mobil baru. Ia adalah pernyataan bahwa Geely ingin serius di Indonesia.
Pertanyaannya kini, apakah konsumen siap mempercayainya? Karena pada akhirnya, membeli mobil bukan hanya soal teknologi hari ini, tetapi juga ketenangan lima tahun ke depan.
Kalau Anda sudah mantap percaya pada brand ini, barulah kita bahas ujian rasa berkendara pada artikel berikutnya.
Author : Rizki Satria > 64 Articles
BROOM.ID I 2023-2024 Sr. Marketing Associate & Social Media Specialist
MOLADIN.COM I 2022 SEO Content Writer (Freelance)
OTO.COM I 2017-2022 Ass. Managing Editor & YouTube Channel Manager
ASCOMAXX, MOTOMAXX, DRIVENOW! I 2013-2017 Managing Editor
AUTOCAR INDONESIA I 2010-2013 Reporter / Journalist
List Comment
No Comment