VinFast Bidik Pasar Motor Listrik Indonesia, Siapkan 8 Model dan Ribuan Stasiun Battery Swapping

Angga Marsanto | 15 Aug 2026

Full Width Image
VinFast Siapkan 8 Motor Listrik di Indonesia

AFTERMARKETPLUS.id - VinFast semakin serius menggarap pasar kendaraan listrik Indonesia.

Setelah menghadirkan lini kendaraan roda empat, VinFast kini membidik segmen sepeda motor listrik yang dinilai memiliki potensi sangat besar di Tanah Air.

Dengan populasi lebih dari 120 juta sepeda motor, Indonesia menjadi salah satu pasar roda dua terbesar di dunia.

Kondisi tersebut membuat VinFast melihat elektrifikasi sepeda motor sebagai peluang strategis untuk mempercepat pertumbuhan kendaraan listrik sekaligus menghadirkan solusi mobilitas yang lebih ramah lingkungan.

CEO VinFast e-Scooter Indonesia, Yordan Satriadi, menilai transisi menuju kendaraan listrik tidak cukup hanya mengandalkan produk.

Infrastruktur, kemudahan penggunaan, harga yang terjangkau, hingga layanan purnajual harus dibangun secara bersamaan.

"Upaya percepatan elektrifikasi perlu didukung oleh kemudahan penggunaan dan nilai ekonomis yang nyata bagi konsumen," ungkap Yordan Satriadi.

VinFast Siapkan 8 Motor Listrik di Indonesia

Langkah awal VinFast di segmen roda dua akan menghadirkan sejumlah model berbasis battery swapping, di antaranya VinFast Evo, Feliz II, dan Viper.

Konsumen bahkan sudah dapat melakukan pemesanan sejak awal pembukaan penjualan, dengan pengiriman unit ditargetkan berlangsung pada bulan yang sama.


Namun, tiga model tersebut baru menjadi awal. VinFast mengungkapkan rencana menghadirkan total delapan model sepeda motor listrik pada 2026 untuk menjangkau lebih banyak segmen konsumen.

"Ini baru langkah awal. Sebagai bagian dari komitmen kami dalam memperluas portofolio produk, VinFast berencana menghadirkan total delapan model pada tahun ini guna membangun kehadiran yang kuat dan beragam di pasar Indonesia," jelas Yordan.

Strategi tersebut membuat VinFast tidak hanya membidik konsumen pribadi, tetapi juga pelajar, pekerja profesional, keluarga muda, pelaku usaha, hingga pekerja gig economy seperti pengemudi ride-hailing dan kurir.

Bukan Cuma Jual Motor, VinFast Bangun Ekosistem

VinFast menyadari bahwa tantangan terbesar kendaraan listrik bukan hanya soal harga produk.

Karena itu, perusahaan ingin membangun ekosistem yang mencakup kendaraan, baterai, infrastruktur pengisian, battery swapping, hingga layanan purnajual.

VinFast akan menerapkan model hybrid yang menggabungkan pengisian baterai di rumah dengan sistem battery swapping. Dengan strategi ini, pengguna dapat memilih metode pengisian sesuai kebutuhan.

Pengembangan jaringan battery swapping dilakukan bersama V-Green. Stasiun percontohan bahkan mulai disiapkan di Jakarta menjelang peluncuran resmi.

Lebih agresif lagi, VinFast menargetkan pembangunan ribuan stasiun battery swapping di Jakarta dan sejumlah kota besar lainnya sepanjang 2026.

Target Ratusan Dealer di Indonesia

Ekspansi VinFast juga akan dibarengi dengan penguatan jaringan penjualan dan layanan purnajual.

Saat ini, VinFast telah menggandeng puluhan mitra dealer di sejumlah kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali.

Perusahaan menargetkan ekspansi hingga ratusan outlet di seluruh Indonesia pada akhir 2026.

Menariknya, VinFast akan memisahkan jaringan dealer dan layanan untuk kendaraan roda dua dan roda empat.

Langkah tersebut dilakukan agar masing-masing segmen mendapatkan standar operasional dan layanan yang sesuai dengan karakteristik kebutuhan konsumennya.

Harga Bukan Satu-Satunya Senjata

Menghadapi pasar sepeda motor Indonesia yang sangat kompetitif, VinFast tidak ingin hanya mengandalkan harga murah.

Perusahaan melihat konsumen kini semakin mempertimbangkan total biaya kepemilikan kendaraan atau total cost of ownership (TCO), termasuk biaya energi, perawatan, serta kemudahan penggunaan dalam jangka panjang.

Untuk itu, VinFast menyiapkan kebijakan baterai yang fleksibel, termasuk opsi langganan baterai untuk menekan biaya awal pembelian.

Sementara itu, teknologi battery swapping ditujukan untuk mengurangi waktu yang dibutuhkan pengguna untuk mengisi ulang baterai, terutama bagi konsumen dengan mobilitas tinggi.

"Kami tidak hanya menjual produk, tetapi juga mendampingi konsumen sepanjang kepemilikan kendaraan," tambah Yordan.

Dari CBU ke CKD Mulai 2027

Untuk membangun daya saing di tengah dominasi pemain lama yang memiliki rantai pasok lokal kuat, VinFast akan menerapkan strategi lokalisasi secara bertahap.

Pada tahap awal, sepeda motor listrik VinFast akan menggunakan skema Completely Built-Up (CBU). Selanjutnya, perusahaan menargetkan beralih ke skema Completely Knocked Down (CKD) pada 2027.

Menurut VinFast, peningkatan tingkat lokalisasi diharapkan dapat memperkuat struktur biaya sekaligus meningkatkan kemandirian rantai pasok.

"Pada tahap awal, daya saing kami dibangun melalui efisiensi operasional dan pengelolaan rantai berskala besar. Seiring meningkatnya tingkat lokalisasi, struktur biaya dan kemandirian rantai pasok kami juga akan semakin kuat," ujar Yordan.

Strategi tersebut juga diharapkan mampu mengurangi risiko gangguan rantai pasok global dan volatilitas harga energi.

Motor Listrik VinFast Disiapkan untuk Iklim Indonesia

Selain harga dan infrastruktur, faktor ketahanan produk juga menjadi perhatian VinFast.

E-scooter VinFast diklaim dirancang untuk menghadapi karakteristik iklim tropis Indonesia, termasuk tingkat kelembapan tinggi serta beragam kondisi jalan.

Sebelum dipasarkan, setiap produk menjalani serangkaian pengujian untuk memastikan keandalan dan kesesuaiannya dengan kondisi penggunaan sehari-hari di Indonesia.

VinFast juga membuka peluang integrasi e-scooter ke dalam berbagai layanan mobilitas. Salah satu peluang yang dipertimbangkan adalah kolaborasi dengan mitra ekosistem seperti Green SM.

Strategi tersebut diharapkan dapat menyeimbangkan pasar ritel dan kebutuhan armada komersial.

Indonesia Jadi Salah Satu Pasar Prioritas VinFast

Ekspansi motor listrik VinFast di Indonesia merupakan bagian dari strategi global perusahaan di Asia.

Indonesia masuk dalam lima pasar prioritas VinFast, bersama Filipina, India, Thailand, dan Malaysia. Kelima negara tersebut menjadi fokus ekspansi lini e-scooter VinFast mulai 2026.

Besarnya jumlah sepeda motor yang beredar di Indonesia menjadi salah satu alasan utama perusahaan melihat Tanah Air sebagai pasar strategis.

Bagi VinFast, elektrifikasi roda dua berpotensi memberikan dampak yang lebih cepat karena sepeda motor merupakan moda transportasi utama masyarakat untuk aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja, sekolah, mengantar barang, hingga layanan transportasi online.

Dengan menghadirkan delapan model, membangun ribuan stasiun battery swapping, memperluas jaringan dealer hingga ratusan outlet, serta meningkatkan lokalisasi menuju CKD pada 2027, VinFast tampaknya tidak main-main dalam membidik pasar motor listrik Indonesia.

Jika strategi tersebut berjalan sesuai rencana, persaingan sepeda motor listrik di Indonesia dipastikan bakal semakin sengit.

#Vinfast

...
Author : Angga Marsanto > 2288 Articles

Angga Marsanto, lulusan S1 Ekonomi STEKPi, memulai karir dibidang otomotif sejak :
2009 - 2014 Jurnalis di Majalah Yamaha Motodream
2015 - 2019 Jurnalis di Otorider.com
2019  Senior Editor Aftermarketplus
2012 - Sekarang Ketua Umum Jakarta Jupiter Club
2013 sebagai Konseptor Yamaha Riders Federation Indonesia (YRFI)
2010 - 2014 Test Rider Yamaha
 

Comment (0)

List Comment

No Comment