AFTERMARKETPLUS.id - XPENG semakin serius terjun ke dunia robotika. Perusahaan asal China ini resmi mengoperasikan lini produksi robot humanoid sekaligus mencatat tonggak penting: XPENG IRON untuk pertama kalinya berjalan keluar dari lini produksi secara mandiri setelah menyelesaikan proses manufaktur.
Langkah tersebut bukan sekadar demonstrasi teknologi. XPENG menyebut pencapaian ini sebagai transisi penting dari fase riset dan pengembangan (R&D) serta pembuatan prototipe menuju manufaktur robot humanoid melalui lini produksi, sekaligus menjadi fondasi menuju produksi dalam skala besar.
Yang menarik, lini produksi milik XPENG diklaim sebagai lini produksi otomatis pertama di dunia yang dirancang khusus untuk manufaktur robot humanoid canggih.
Bukan Sekadar Robot, XPENG Bangun "Pabrik Robot" Sendiri
XPENG tidak hanya mengembangkan robot humanoid, tetapi juga membangun sistem manufakturnya dari awal.
Lini produksi tersebut menggabungkan standar kualitas otomotif yang selama ini digunakan dalam industri kendaraan listrik pintar dengan proses manufaktur presisi untuk robot humanoid.
Lebih dari 80 persen proses utama pada lini produksi ini telah diotomatisasi. Sistem tersebut dirancang agar proses manufaktur dapat berlangsung secara presisi, fleksibel, dan cerdas, sekaligus menjaga konsistensi kualitas pada tahapan-tahapan kritis.
Pendekatan ini menjadi penting karena XPENG sejak awal tidak hanya menargetkan produksi dalam jumlah kecil.
Lini tersebut dirancang untuk memungkinkan peningkatan kapasitas dan ekspansi produksi secara cepat ketika permintaan robot humanoid mulai meningkat.
XPENG IRON Punya 76 Derajat Kebebasan
Sebagai salah satu pilar strategi Physical AI XPENG, generasi terbaru XPENG IRON dikembangkan sebagai robot humanoid serbaguna yang menggabungkan bentuk dan gerakan menyerupai manusia dengan kecerdasan berbasis AI.
IRON memiliki 76 degrees of freedom (DOF) di seluruh tubuhnya. Masing-masing tangan bahkan memiliki 21 DOF, sehingga robot ini memiliki tingkat mobilitas dan ketangkasan yang dirancang untuk mendukung berbagai macam aktivitas.

Dari sisi desain, XPENG menggunakan struktur fully enclosed flexible lattice structure yang dikembangkan secara khusus. Struktur tersebut ditujukan untuk menyeimbangkan estetika, fleksibilitas, dan aspek keselamatan.
XPENG juga memosisikan IRON bukan sebagai robot untuk satu fungsi tertentu. Robot ini dikembangkan sebagai platform humanoid serbaguna yang dapat digunakan dalam berbagai skenario dan terus meningkatkan kemampuannya melalui proses self-reinforcement di dunia nyata.
Tiga Chip Turing AI, Komputasi Capai 2.250 TOPS
Kemampuan fisik XPENG IRON dipadukan dengan sistem kecerdasan buatan berkemampuan tinggi.
Robot humanoid ini ditenagai oleh tiga chip Turing AI yang menghasilkan kemampuan komputasi efektif hingga 2.250 TOPS.
Dengan kemampuan tersebut, XPENG dapat menjalankan Physical AI foundation model secara langsung di dalam robot. Artinya, IRON dirancang untuk menangani berbagai tugas kompleks secara mandiri tanpa harus selalu dikendalikan dari jarak jauh.
Pemrosesan langsung di dalam robot juga memungkinkan low-latency inference, sekaligus memberikan keuntungan dalam aspek keamanan data.
XPENG ingin membawa konsep AI keluar dari sekadar dunia digital dan memasukkannya ke lingkungan fisik manusia.
"Kami ingin membangun jenis robot baru dengan kemampuan generalisasi penuh yang benar-benar dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari," terang Chairman & CEO XPENG, He Xiaopeng (7/9/2026).
Target Produksi Massal Akhir 2026
XPENG tidak berhenti pada tahap produksi awal. Perusahaan menargetkan robot humanoidnya mulai memasuki produksi massal pada akhir 2026.
Penerapan awal untuk kebutuhan komersial akan dilakukan di sejumlah toko dan kampus XPENG.
Setelah tahap tersebut, XPENG merencanakan peluncuran resmi serta pengiriman robot humanoidnya di China dan pasar internasional pada 2027.
Jika target tersebut berjalan sesuai rencana, XPENG akan memasuki persaingan yang semakin ketat di industri humanoid dan embodied AI global.
Bisnis Robotika XPENG Sudah Dapat Suntikan Dana US$900 Juta
Keseriusan XPENG di sektor robotika juga terlihat dari dukungan investor.
Pada 24 Agustus, bisnis robotika XPENG menandatangani perjanjian pembelian saham dengan sejumlah investor dan memperoleh pendanaan lebih dari US$900 juta.
Pendanaan tersebut membawa valuasi pasca-pendanaan bisnis robotika XPENG menjadi lebih dari US$6,3 miliar.
XPENG menyebut penggalangan dana ini sebagai salah satu putaran pendanaan privat terbesar hingga saat ini dalam industri embodied AI di China.
Besarnya pendanaan menunjukkan bahwa pasar modal melihat potensi besar pada pengembangan robot humanoid, terutama ketika perusahaan mulai bergerak dari tahap penelitian menuju manufaktur dan komersialisasi.
Robotika Bisa Jadi Mesin Pertumbuhan Baru XPENG
Strategi XPENG kini tidak hanya bertumpu pada kendaraan listrik.
Perusahaan membangun tiga sumber pertumbuhan utama, yakni otomotif, robotika, dan globalisasi. Pengoperasian lini produksi robot humanoid menjadi bagian penting dari strategi tersebut.
XPENG bahkan melihat peluang margin keuntungan per unit pada robot humanoid canggih dapat secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kendaraan energi baru (new energy vehicles/NEV).
Alasannya, industri robot humanoid canggih masih memiliki hambatan teknologi yang tinggi dan pasokan produk berkualitas tinggi yang terbatas.
Jika XPENG berhasil mencapai produksi massal dan komersialisasi sesuai target, bisnis robotika berpotensi menjadi sumber pertumbuhan kedua perusahaan setelah otomotif.
Dari AI Digital ke Dunia Nyata
Langkah XPENG menunjukkan perubahan besar dalam cara perusahaan melihat masa depan kecerdasan buatan.
Perusahaan secara bertahap membangun rantai pengembangan yang mencakup Physical AI foundation model, penerapan AI pada produk, riset dan pengembangan, hingga manufaktur berskala besar.
XPENG ingin menghubungkan teknologi AI dengan dunia fisik melalui robot yang mampu berinteraksi, bergerak, belajar, dan menjalankan berbagai tugas secara mandiri.
Dengan XPENG IRON yang kini sudah berhasil keluar dari lini produksi dengan berjalan secara mandiri, perusahaan telah melewati satu tahap penting.
Pertanyaannya kini bukan lagi apakah robot humanoid XPENG bisa dibuat, tetapi seberapa cepat robot tersebut dapat diproduksi dalam jumlah besar dan benar-benar digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Jika target produksi massal akhir 2026 dan pengiriman global pada 2027 terealisasi, XPENG berpotensi menjadi salah satu pemain yang ikut menentukan arah baru industri robot humanoid dan Physical AI dunia.
List Comment
No Comment