Apa Beda Rasio Kompresi Statis dengan Rasio Kompresi Dinamis?

Foto: Istimewa

AFTERMARKETPLUS.id – Berbicara rasio kompresi, kerap dihubungkan dengan penggunaan nilai oktan di bahan bakar. Tapi ternyata ada dua jenis rasio kompresi lho Sob; rasio kompresi statis dan rasio kompresi dinamis. Bedanya apa ya?

RASIO KOMPRESI STATIS
Ini merupakan rasio kompresi teoritis alias yang sering Sobat lihat di brosur kendaraan bermotor. Seperti All New Yamaha NMax yang memiliki rasio kompresi 11.6:1 atau Honda PCX dengan 12:1.

Perhitungan ini didasari dari kondisi teoritis dimana volume silinder dan ruang bakar berbanding dengan volume ruang bakar.  Contohnya, All New Yamaha NMax yang memiliki volume silinder 155 cc + volume ruang bakar 14.62 cc menjadi 169.62 : 14.62 setara dengan rasio kompresi statis 11.6:1.

Secara teori juga, rasio kompresi ini tentu memerlukan bensin dengan nilai oktan minimal 95, dimana katanya dari mayoritas media mengatakan bahwa rasio 11-12:1 memerlukan bensin beroktan 95.

Padahal di dunia nyata, tidak sedikit lho pemilik All New Yamaha NMax dan Honda PCX cuma perlu minum bensin beroktan 92 saja. Bahkan tidak sedikit juga yang menggunakan bensin dengan RON 90.

Hal ini dikarenakan rasio kompresi yang digunakan dalam dunia nyata adalah rasio kompresi dinamis. Apalagi jika mesin telah mengadopsi teknologi canggih seperti pengaturan katup variabel seperti VVA, VTEC, Mivec dan lainnya. Rasio kompresi dinamis pun bisa berubah-ubah dengan teknologi ini. 

RASIO KOMPRESI DINAMIS
Nah ini merupakan rasio di dunia nyata, dimana rasio kompresi baru mulai dihitung sejak katup masuk menutup alias data IN Close pada camshaft hingga piston mencapai TMA (Titik Mati Atas).

Semisal Yamaha NMax yang memiliki diameter piston 58 mm dan langkah 58.7 mm dengan data kem BRT IN Close berada di angka 26°.

Nah kita hitung volume silinder setelah klep IN menutup yaa…

26° dibagi dengan 180° kemudian dikali dengan langkah piston (58.7 mm) adalah 8.48 mm. Jadi saat klep IN menutup terjadi saat piston mulai bergerak naik dengan jarak 8.48 mm dari TMB (Titik Mati Bawah).

Artinya, volume silinder menjadi 132,62 cc… Gak lagi 155 cc kan? Alhasil, rasio kompresi dinamis Yamaha NMax dengan kem BRT adalah 10,1:1.

Sedangkan racikan kem Lima Pandawa Motor, IN Close berada diangka 40°, sehingga rasio kompresi dinamisnya untuk mesin standar NMax hanya 8.2:1.

Semakin tinggi angka rasio kompresi akan membuat tenaga mesin di putaran rendah akan semakin kuat.

Nah…. dengan teknologi katup variabel tentu akan berubah lagi rasio dinamis saat di rpm tinggi sehingga mesin bisa bekerja lebih efisien. Tujuan dari teknologi katup variabel adalah menjaga gas speed tetap optimal sehingga campuran bahan bakar dengan udara selalu dalam kondisi homogen.

Sudah mengerti kan perbedaan rasio kompresi statis dengan rasio kompresi dinamis…

[Dhany Ekasaputra]

About Dhany Ekasaputra 252 Articles
Experience 1. Racing Driver (1999-2002) 2. Testing Driver, e.g : Lamborghini Aventador, Lamborghini Gallardo, Lotus Elise, Nissan GT-R, Nissan Juke R, McLaren 650 S, etc (2001-2015) 3. Journalist Otosport (2001-2003) 4. Journalist Auto Bild Indonesia (2003-2009) 5. Technical Editor Auto Bild Indonesia (2009-2015) 6. Instructor Safety Institute Indonesia (2014-2016) 7. Operational Manager PT OtoMontir Kreasi Indonesia (2015-2017) 8. Managing Editor aftermarketplus.id (2017- )