AFTERMARKETPLUS.id - Berbicara modifikasi mesin tentu tak jauh dari urusan porting polish di kepala silinder (cylinder head).
Karena pada dasarnya untuk mesin N/A (Normally Aspirated), melakukan porting, otomatis akan mengubah karakter mesin, lantaran jika 'volume' bertambah, maka 'speed' akan menurun.
Agar tepat sasaran, flowbench menjadi syarat mutlak untuk dimiliki bengkel agar konsep porting dapat tepat sasaran.
Jadi porting untuk kebutuhan mesin drag race dengan rally, menjadi sangat berbeda.
Begitu pun di kendaraan harian, bentuk porting serupa akan memperoleh hasil akhir yang berbeda, mengingat bentuk desain intake port yang berbeda dari tiap mesin.
Kecuali setiap kepala silinder di QC (Quality Control) dengan alat flowbench agar target 'volume' dan 'speed' di intake atau exhaust port tetap terjaga sesuai rekomendasi.
POLISH
Biasanya paket setelah porting adalah polish. Sesuai namanya, artinya adalah menghaluskan permukaan.
Misalnya menghilangkan lapisan kulit jeruk di intake/exhaust port menjadi tindakan yang diberi nama polish, meski secara otomatis akan masuk keranah porting karena diameter port akan bertambah besar.
Tapi kini sudah mulai banyak tuner yang mengharamkan polish di intake port lantaran akan membuat campuran bensin dan udara menjadi kurang homogen sehingga lebih sulit terbakar.
Kebanyakan polish hanya dilakukan pada exhaust port agar kotoran lebih sulit nempel. Flow pun tidak akan terganggu, meski usia pakai mesin telah menempuh jarak tempuh ribuan km.
Sudah ngerti dong sob? Apa itu porting dan polish... Jangan sampe salah pilih bengkel yaa.. Biar tidak termakan janji surga.. Apalagi jika tidak memiliki flowbench sebagai basic alat ukurnya.
[Dhany Ekasaputra]
Sebenernya, apa sih porting polish? Benarkah bisa meningkatkan performa mesin atau bikin irit konsumsi BBM? Simak ulasan ini sob...

#Oto Pintar #PORTING #Porting Polish #flowbench #intake port #cylinder head

Author : Dhany Ekasaputra > 308 Articles
Dhany Ekasaputra merupakan lulusan jurusan Teknik Mesin Universitas Pancasila yang memulai karir dibidang otomotif sejak;
- 1997 : Komunitas Balap KE System
- 1999 : Balap Turing dan Drag Race
- 2001 : Wartawan Tabloid Otosport
- 2003 : Wartawan Auto Bild Indonesia
- 2007 : PIC Auto Bild Indonesia Award
- 2009 : Editor Teknik Auto Bild Indonesia
- 2015 : Safety Driving Institute Otomotif Group
- 2016 : Manager Otomontir Kompas Gramedia
- 2018 : Redaktur Pelaksana Aftermarketplus.id
List Comment
No Comment