AFTERMARKETPLUS.id - Shell baru merilis Helix Eco untuk pasar LCGC (Low Cost Green Car) di Indonesia. Selain turut menyematkan Active Cleansing Tehnology, Shell Helix Eco juga lolos uji standar ILSAC GF-5. Apa sih ILSAC GF-5 di pelumas Shell Helix Eco?
merupakan standar uji yang dibuat oleh Japan Automobile Manufacturer Association (JAMA) dan American Automobile Manufacturer Association (AAMA) untuk menguji standar kualitas dari sebuah pelumas.
"Berbeda dengan API Service, ILSAC memiliki standar yang lebih tinggi dan ketat. Artinya, ILSAC GF-5 yang merupakan standar tertinggi saat ini, sudah pasti lolos dari uji API Service SN yang juga berada di level tertinggi saat ini," terang Shofwatazzaki alias Zaki selaku Shell Lubricants Tehnical Manager Indonesia saat peluncuran Shell Helix Eco (5/6) di Jakarta.
Salah satu standar ILSAC GF-5 adalah turut berkontribusi terhadap konsumsi BBM. Jadi pelumas yang lolos uji ILSAC GF-5 sudah pasti lebih irit BBM saat digunakan.
Tahan terhadap temperatur tinggi juga menjadi standar dari ILSAC GF-5. Tak heran jika Shell mengklaim bahwa Shell Helic Eco minim penguapan meski memiliki tingkat kekentalan hingga 0W-20.
Jadi konsumen pengguna Shell Helix Eco tak perlu melakukan 'top up' (penambahan oli) selama menggunakan pelumas ini hingga memasuki waktu penggantian oli berikutnya sesuai rekomendasi pabrikan.
Zaki pun menambahkan bahwa top up baru perlu dilakukan saat jumlah oli mesin berada di batas bawah alias minimal dari deep stick.
Tidak hanya itu, Shell Helix Eco lebih minim menghasilkan buih busa sehingga mampu melindungi komponen bergerak dengan lebih baik.
"Standar pengujian API Service mensyaratkan buih busa yang dihasilkan saat mesin berputar harus hilang dalam waktu 10 menit. Sedangkan standar ILSAC, tidak boleh melebihi 1 menit," terang Zaki kembali.
Kebayang dong sob, jika buih busa terlampau banyak, otomatis saat logam mendapat tekanan ketika mesin bekerja, perlindungan pelumas akan berkurang. Sebab buih busa berisi udara yang akan pecah saat mendapat tekanan, dimana seharusnya pelumas hadir untuk melapisi logam pada komponen bergerak yang saling bersinggungan.
Nah... Sudah mengerti kan sob? Bahwa pelumas yang lolos standar uji ILSAC GF-5 merupakan pelumas berkualitas.
[Dhany Ekasaputra]
"Berbeda dengan API Service, ILSAC memiliki standar yang lebih tinggi dan ketat. Artinya, ILSAC GF-5 yang merupakan standar tertinggi saat ini, sudah pasti lolos dari uji API Service SN yang juga berada di level tertinggi saat ini," terang Shofwatazzaki alias Zaki selaku Shell Lubricants Tehnical Manager Indonesia saat peluncuran Shell Helix Eco (5/6) di Jakarta.
Salah satu standar ILSAC GF-5 adalah turut berkontribusi terhadap konsumsi BBM. Jadi pelumas yang lolos uji ILSAC GF-5 sudah pasti lebih irit BBM saat digunakan.
Tahan terhadap temperatur tinggi juga menjadi standar dari ILSAC GF-5. Tak heran jika Shell mengklaim bahwa Shell Helic Eco minim penguapan meski memiliki tingkat kekentalan hingga 0W-20.
Jadi konsumen pengguna Shell Helix Eco tak perlu melakukan 'top up' (penambahan oli) selama menggunakan pelumas ini hingga memasuki waktu penggantian oli berikutnya sesuai rekomendasi pabrikan.
Zaki pun menambahkan bahwa top up baru perlu dilakukan saat jumlah oli mesin berada di batas bawah alias minimal dari deep stick.
Tidak hanya itu, Shell Helix Eco lebih minim menghasilkan buih busa sehingga mampu melindungi komponen bergerak dengan lebih baik.
"Standar pengujian API Service mensyaratkan buih busa yang dihasilkan saat mesin berputar harus hilang dalam waktu 10 menit. Sedangkan standar ILSAC, tidak boleh melebihi 1 menit," terang Zaki kembali.
Kebayang dong sob, jika buih busa terlampau banyak, otomatis saat logam mendapat tekanan ketika mesin bekerja, perlindungan pelumas akan berkurang. Sebab buih busa berisi udara yang akan pecah saat mendapat tekanan, dimana seharusnya pelumas hadir untuk melapisi logam pada komponen bergerak yang saling bersinggungan.
Nah... Sudah mengerti kan sob? Bahwa pelumas yang lolos standar uji ILSAC GF-5 merupakan pelumas berkualitas.
[Dhany Ekasaputra]
#Shell Helix Eco #ILSAC GF-5 #Japan Automobile Manufacturer Association (JAMA) #American Automobile Manufacturer Association (AAMA) #Zaki Shell Lubricants Tehnical Manager Indonesia #ILSAC
Author : Dhany Ekasaputra > 321 Articles
Dhany Ekasaputra merupakan lulusan jurusan Teknik Mesin Universitas Pancasila yang memulai karir dibidang otomotif sejak;
- 1997 : Komunitas Balap KE System
- 1999 : Balap Turing dan Drag Race
- 2001 : Wartawan Tabloid Otosport
- 2003 : Wartawan Auto Bild Indonesia
- 2007 : PIC Auto Bild Indonesia Award
- 2009 : Editor Teknik Auto Bild Indonesia
- 2015 : Safety Driving Institute Otomotif Group
- 2016 : Manager Otomontir Kompas Gramedia
- 2018 : Redaktur Pelaksana Aftermarketplus.id
List Comment
No Comment