Bolehkah Oli Mesin Diesel Dipakai Untuk Motor Matik?

Foto: Istimewa

AFTERMARKETPLUS.id – Fenomena komunitas ‘oli sesat’ menjadi pelopor penggunaan oli mesin diesel untuk digunakan pada mesin berbahan bakar bensin.

Hal ini dikarenakan oli mesin diesel memiliki kemampuan untuk membersihkan mesin yang cukup baik saat digunakan pada mesin bensin. Salah satu faktornya adalah tingginya nilai TBN (Total Base Number) yang terdapat pada oli diesel ketimbang oli mesin bensin.

“Padahal, oli mesin diciptakan berdasarkan pada bahan bakar yang digunakan. Lalu kontruksi mesin, baru dirumuskan formula oli mesin yang tepat untuk mesin tersebut,” buka Agung Prabowo selaku Technical Specialist PT Pertamina Lubricant saat presentasi di acara Touring Kemerdekaan Journalist Max Community (23/8).

Bahan bakar diesel memiliki kandungan Sulfur yang tinggi ketimbang bensin, seperti Solar yang memiliki kandungan Sulfur maksimal 2.500 ppm, sedangkan bensin standar Euro 2 hanya 500 ppm. Sulfur inilah yang akan membuat pelumas rusak. Wajar jika kandungan TBN di dalam pelumas mesin diesel lebih tinggi, agar usia pakainya bisa setara dengan pelumas mesin bensin.

Sekadar info, Agung pun menjelaskan bahwa penentuan oli mesin perlu diganti itu didasari saat nilai TBN di pelumas mencapai angka setengah dari kondisi oli mesin baru.

Misalnya, pelumas diesel memiliki nilai TBN 12, maka sebaiknya oli diganti saat nilai TBN berada di angka 6 dari hasil pemeriksaan laboratorium. Begitu pun untuk pelumas mesin bensin, yang rata-rata berada diangka 8, maka saat nilai TBN 4, oli perlu segera diganti. Tapi batas minimal TBN sebagai penanda oli sudah rusak adalah angka 3.

“Jika kandungan TBN di dalam pelumas berlebih, apalagi saat dipadu dengan bahan bakar yang sangat minim kandungan Sulfur-nya, seperti Pertamax Turbo – Sulfur maks. 50 ppm – maka dispersant sebagai bagian dari TBN akan mengkristal dan merusak fungsi pelumas. Salah satu cirinya adalah, hadirnya warna putih samar-samar di ujung knalpot. Lalu efek jangka panjangnya, ring piston akan lebih cepat aus,” terang Agung kembali.

Pria yang sudah malang melintang di dunia per-oli-an pun turut menambahkan bahwa, jika motor ingin menggunakan pelumas mobil, sebaiknya tetap memilih pelumas dari mesin bensin, agar nilai TBN-nya tidak terlalu tinggi.

Nah… masih yakin dengan penggunaan oli mesin diesel di mesin bensin? 

[Dhany Ekasaputra]

About Dhany Ekasaputra 230 Articles
Experience 1. Racing Driver (1999-2002) 2. Testing Driver, e.g : Lamborghini Aventador, Lamborghini Gallardo, Lotus Elise, Nissan GT-R, Nissan Juke R, McLaren 650 S, etc (2001-2015) 3. Journalist Otosport (2001-2003) 4. Journalist Auto Bild Indonesia (2003-2009) 5. Technical Editor Auto Bild Indonesia (2009-2015) 6. Instructor Safety Institute Indonesia (2014-2016) 7. Operational Manager PT OtoMontir Kreasi Indonesia (2015-2017) 8. Managing Editor aftermarketplus.id (2017- )