AFTERMARKETPLUS.id - BioDiesel B50 akan diberlakukan mulai 1 Juli 2026.
Alih-alih memiliki performa buruk dibandingkan dengan B40 saat ini, besar kemungkinan B50 memiliki kualitas yang lebih baik. Ini penjelasannya...
Apa Itu BioDiesel?
BioDiesel merupakan bahan bakar diesel yang berasal dari penggabungan minyak bumi (fosil) dengan minyak nabati (tumbuhan).
Komposisi B40 artinya, 40% bahan bakar diesel ini berasal dari minyak nabati dan 60% berasal dari minyak bumi atau fosil.

Kelapa sawit menjadi bahan baku utama dari produksi minyak nabati di Indonesia dengan mengubahnya menjadi FAME (Fatty Acid Methyl Ester) dengan proses transesterifikasi.
Sayangnya, FAME masih mengandung oksigen didalamnya sehingga nilai kalor (energi) menjadi lebih rendah.
Sebagai gambaran nilai kalor FAME berkisar diangka 37-40 MJ/kg atau lebih rendah dari bahan bakar fosil (Solar) yang mencapai angka 42-43 MJ/kg.
Atas dasar inilah yang membuat komposisi B40 terasa kurang bertenaga dan lebih boros BBM.
Apa itu HVO?
HVO (Hydrotreated Vegatable Oil) merupakan produk olahan dari kelapa sawit dengan proses hydrotreating yang akan menghasilkan hidrocarbon yang menyerupai bahan bakar diesel yang berasal dari minyak bumi.
Berita baiknya, kilang minyak milik Pertamina di Cilacap telah mampu memproduksi HVO (Hydrotreated Vegetable Oil) via Green Refinery Cilacap yang mulai beroperasi sejak akhir 2021 dengan kapasitas produksi 3.000 barrel / hari atau setara dengan 477.000 liter /hari.
Jadi... Kelapa sawit yang kini menjadi sumber minyak nabati untuk campuran minyak bumi dapat diproses dengan dua cara; transesterifikasi (FAME) dan hydrotreating (HVO).
B50 Lebih Baik Dari B40?
Dengan kapasitas produksi HVO yang masih sangat terbatas dan biaya produksi yang mahal (hampir 2x produksi FAME), besar kemungkinan, HVO yang digunakan hanya 5% dalam skema B50.
Penggunaan HVO diperlukan untuk stabilitas B50 di kondisi iklim tropis Indonesia. Salah satu keunggulan HVO adalah nilai kalor yang sedikit lebih tinggi dari Solar, yakni berkisar 44 MJ/kg dan Cetane Number yang bisa mencapai angka 90.

Dengan komposisi FAME 45% + HVO 5% + Solar 50%, tentu secara kualitas B50 bisa lebih baik dari B40.
Sekarang tinggal hitung-hitungan harga jual, mengingat biaya produksi HVO yang mahal akibat memerlukan gas Hidrogen (H2) dan kapasitas produksi yang masih terbatas di kilang minyak Cilacap.
List Comment
No Comment