Mengapa Teknologi Hybrid Pada Toyota Menggunakan Sirklus Atkinson?

Foto: aftermarketplus.id

AFTERMARKETPLUS.id – Sejak generasi pertama Prius yang diperkenalkan pada tahun 1997, insinyur Toyota sudah mengadopsi mesin dengan sirklus Atkinson. Sirklus yang ditemukan oleh insinyur Inggris – James Atkinson – pada 1882, sempat dilupakan hingga 100 tahun dan Toyota kembali mengadopsinya.

APA ITU SIRKLUS ATKINSON ?

Keunggulan dari sirklus Atkinson adalah sangat hemat bahan bakar, lantaran mengadopsi panjang langkah piston yang berbeda di mesin bensin 4 langkah. Jadi saat langkah isap dan kompresi memiliki langkah kerja yang pendek, namun ketika langkah tenaga dan buang berubah menjadi panjang.

Bahkan dengan diperkenalkannya teknologi waktu bukaan katup variable atau lebih dikenal dengan VVT-i, para insinyur Toyota menyadari bahwa mereka dapat menghasilkan kualitas sirklus Atkinson yang sangat hemat bahan bakar – yaitu dengan menunda katup masuk tertutup sehingga dapat terbuka lebih lama.

Mekanisme yang rumit inilah yang membuat biaya produksi menjadi mahal dan tenaga yang dihasilkan tidak sebesar mesin 4 langkah pada umumnya. Tapi minimnya tenaga yang dihasilkan akan ditopang oleh motor listrik dengan konsep hibrida alias teknologi hybrid.

Kondisi ini memungkinkan Toyota untuk membangun mesin sirklus Otto pertama di dunia dengan simulasi aksi katup tipe Atkinson yang mampu meningkatkan efisiensi bahan bakar secara signifikan. Dikenal secara internal sebagai 1NR-FXE, mesin bensin empat silinder 1.500 cc disematkan pada Toyota Prius 1997 dan dipasangkan dengan Toyota Hybrid System baru yang fantastis.

SERIES-PARALLEL HYBRID SYSTEM

Dari beragam jenis hybrid, insinyur Toyota memilih series-parallel hybrid system pada lini produksi mobil hybridnya. Dengan sistem ini, memungkinkan motor listrik bekerja bersamaan dengan motor bakar saat akselerasi atau menggunakan mode EV (Electric Vehicle) alias tanpa kehadiran motor bakar dikecepatan rendah. Begitu pun sebaliknya saat dikecepatan tinggi, dimana motor bakar akan bekerja lebih efisien ketimbang motor listrik.  

Baterai yang digunakan pada Toyota Yaris Cross Hybrid ini berjenis Lithium ion dengan kapasitas 0,7 kWh.  Keunggulan baterai Lithium adalah kemampuan mengisi daya listrik yang lebih cepat, bertahan lebih lama, dan memiliki kemasan yang lebih ringan. Apalagi Toyota memberi garansi hingga 8 tahun atau setara dengan 160.000 km. 

Saat ini, Toyota mengadopsi mesin berkode 2NR-VEX (1.496 cc) yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 90 hp di 5.500 rpm dan torsi 121 Nm di 4.000 – 4.800 rpm. Sedangkan motor listriknya mampu menghasilkan tenaga 79 hp dan torsi 141 Nm. Toyota mengklaim bahwa Yaris Cross Hybrid ini mampu mencatat konsumsi BBM hingga 31 km/l dengan emisi gas buang yang sangat rendah. Dengan kapasitas tangki bensin 36 liter, maka Toyota Yaris Cross hybrid ini dapat menempuh jarak maksimal sejauh 1.116 km.

Nah… tim Aftermarketplus.id akan mengujinya dalam HTD (Holiday Test Drive) 2024 ini. Perjalanan menuju pulau Dewata Bali untuk liburan keluarga selama sepekan, kira-kira Yaris Cross Hybrid ini akan berhenti dimana yaa?

[Dhany Ekasaputra]

About Dhany Ekasaputra 292 Articles
Experience 1. Racing Driver (1999-2002) 2. Testing Driver, e.g : Lamborghini Aventador, Lamborghini Gallardo, Lotus Elise, Nissan GT-R, Nissan Juke R, McLaren 650 S, etc (2001-2015) 3. Journalist Otosport (2001-2003) 4. Journalist Auto Bild Indonesia (2003-2009) 5. Technical Editor Auto Bild Indonesia (2009-2015) 6. Instructor Safety Institute Indonesia (2014-2016) 7. Operational Manager PT OtoMontir Kreasi Indonesia (2015-2017) 8. Managing Editor aftermarketplus.id (2017- )