Mesin Over Bore dan Over Stroke Ternyata Perlu Oli Berbeda Lho! Pahami Fungsi Dari Tiap Aditif di Pelumas

Foto: Istimewa

AFTERMARKETPLUS.id – Dalam dunia per-oli-an terdapat sembilan zat aditif yang memiliki fungsi berbeda-beda. Aditif inilah yang akan menentukan karakter dari sebuah pelumas agar tepat untuk digunakan pada sebuah teknologi mesin.

FUNGSI ADITIF
Anti Oksidan : Mencegah terjadinya proses oksidasi pada pelumas.
Anti Foam : Mencegah terbentuknya busa akibat putaran mesin. 
Anti Korosi : Mencegah terjadinya karat pada bagian logam mesin.
Anti Wear : Mencegah terjadinya gesekan dan keausan berlebih pada permukaan logam yang bergesekan.
Friction Modifier : Meningkatkan kelicinan dengan membentuk lapisan film.

Baca juga: http://aftermarketplus.id/oto-pintar/bolehkan-oli-mesin-diesel-dipakai-untuk-motor-matik

Detergent : Menjaga permukaan logam agar tetap bersih.
Dispersant : Mengendalikan agar kotoran tidak menggumpal.
Viscosity Index Improver : Menjaga agar viskositas tetap terjaga pada beragam kondisi suhu.
Pour Point Dispressant : Menjaga agar pelumas tetap mudah bersirkulasi pada temperatur dingin.

APA ITU MESIN OVER BORE DAN OVER STROKE?
Dalam dunia permesinan, mesin terbagi menjadi tiga; over bore, square dan over stroke. Dimana ketiganya memiliki karakter tenaga yang berbeda agar sesuai dengan kebutuhannya.

Over bore merupakan mesin yang mengunakan ukuran diameter piston yang lebih besar ketimbang langkah (stroke) piston. Mesin ini sangat cocok untuk mengail tenaga besar di putaran mesin tinggi, seperti untuk balap mobil atau motor di sirkuit, dimana bisa mencapai 18.000 rpm.

Sedangkan over stroke merupakan kebalikan dari over bore, yakni panjang langkah piston lebih besar dari angka diameter pistonnya. Karakter yang tercipta adalah mesin bertenaga di putaran rendah sehingga cocok untuk kendaraan harian yang cenderung ‘stop n go’.

Ditengah-tengahnya ada mesin square, dimana panjang langkah piston dan diameter piston dibikin sama. Artinya, karakter yang tercipta pun akan balans alias tak ada yang menonjol dari keduanya. 

KEBUTUHAN OLI PUN AKAN BERBEDA
Nah… dari perbedaan karakter mesin ini, tentu komposisi zat aditif pada pelumas perlu dibedakan agar sesuai dengan kebutuhan mesin.

“Mesin-mesin yang memiliki langkah lebih panjang akan menghasilkan panas mesin yang lebih tinggi. Artinya, zat aditif Viscosity Index Improver perlu ditingkatkan agar pelumas kekentalan pelumas lebih terjaga,” terang Agung Prabowo selaku Technical Specialis PT Pertamina Lubricant saat berbincang di acara Touring Kemerdekaan Journalist Max Community (23/8).

“Begitu pun dengan mesin over bore, dimana putaran mesin tinggi tentu lebih memerlukan aditif friction modifier yang lebih tinggi agar lebih licin sehingga menunjang pergerakan piston yang sangat cepat,” tambah Pria yang sudah malang melintang di dunia per-oli-an ini.

Kesimpulannya, setiap produsen kendaraan lah yang paling paham terhadap kebutuhan jenis pelumasnya. Dan produsen pelumas pun juga lebih paham peruntukan oli yang dibuatnya. Bagi kita orang awam, hanya bisa mencoba-coba, mana yang terbaik dan sesuai dengan kebutuhan mesin kendaraan.

[Dhany Ekasaputra]

About Dhany Ekasaputra 231 Articles
Experience 1. Racing Driver (1999-2002) 2. Testing Driver, e.g : Lamborghini Aventador, Lamborghini Gallardo, Lotus Elise, Nissan GT-R, Nissan Juke R, McLaren 650 S, etc (2001-2015) 3. Journalist Otosport (2001-2003) 4. Journalist Auto Bild Indonesia (2003-2009) 5. Technical Editor Auto Bild Indonesia (2009-2015) 6. Instructor Safety Institute Indonesia (2014-2016) 7. Operational Manager PT OtoMontir Kreasi Indonesia (2015-2017) 8. Managing Editor aftermarketplus.id (2017- )