Penyebab Gredek di Motor Matik ? Pahami Prinsipnya Biar Gak Boros Beli Part Aftermarket

AFTERMARKETPLUS.id – ‘Gredek’ di motor matik kerap menjadi keluhan banyak orang. Gejala ini timbul saat motor dari kondisi diam, kebergerak alias akselerasi. Getaran yang terjadi itulah yang dikenal dengan ‘gredek’.

Tak heran jika banyak bengkel merilis paket penghilang ‘gredek’ di motor matik. Perlukah paket ini? Jika Sobat paham penyebab ‘gredek’ di motor matik…

PENYEBABNYA

Prinsip kerja kopling matik terletak dari gaya sentrifugal yang terjadi akibat putaran mesin yang disalurkan via belt. Dalam kondisi idle, kampas ganda ini akan ditahan oleh tiga buah per.

Saat putaran mesin dinaikan, maka kampas ganda akan terlempar dan mulai bersinggungan dengan mangkok CVT untuk diteruskan ke roda sehingga motor akan mulai bergerak.

Kondisi inilah yang kerap terjadinya ‘gredek’ di motor matik, dimana celah antar kampas kopling dengan mangkok CVT terdapat lapisan debu, baik dari gesekan belt, kampas ganda atau pun debu dari luar yang terisap oleh kipas di puli primer.

Tak heran jika motor matik habis di servis (dibersihkan) area CVT-nya, maka gejala ‘gredek’ akan hilang dan timbul kembali setelah beberapa hari kemudian.

SOLUSINYA

Lubang pembuangan debu menjadi solusi pertama untuk menyingkirkan debu yang terjebak di dalam mangkok CVT. Debu akan terhempas saat mangkok CVT mulai berputar.

Memperbanyak lubang di mangkok CVT pun menjadi solusi untuk memperbanyak turbulensi yang terjadi sehingga debu kian mudah terlempar keluar sehingga kampas kopling cenderung bersih.

Penerapan kartel arau knurkling pada mangkok CVT sebaiknya dihindari. Pasalnya, hal ini malah memperparah debu yang dihasilkan oleh gesekan antara mangkok CVT dengan kampas ganda. Plus membuat usia pakai kampas menjadi lebih singkat.

Tapi… gerigi hasil kartel akan membuat debu dapat menyusup sehingga kontak kampas dengan mangkok CVT akan lebih bersih.

Kerugian lainnya adalah kemungkinan terjadi slip saat putaran tinggi kian meningkat.

“Logikanya, ban slick memiliki traksi yang lebih baik ketimbang ban rain. Begitupun dengan kampas kopling matik dengan mangkok CVT,” tukas Taqwa SS, selaku punggawa Garden Speed (5/5/2022).

“Jikalau ada gejala slip saat di-rpm tinggi, lebih baik mencari material kampas kopling yang lebih cocok untuk suhu kerja yang diinginkan pemilik motor,” tambah Taqwa kembali.

Per kopling yang lebih keras kerap menjadi solusi berikutnya, lantaran mampu membuat putaran kampas kopling lebih tinggi sebelum bersinggungan dengan mangkok CVT. Alhasil, turbulensi udara membuat debu akan terlempar keluar dari mangkok.

Dan terakhir adalah rajin membersihkan busa filter CVT. Tujuannya agar area CVT tidak bertambah kotor lagi.

Dimana gesekan belt dan kampas kopling saja sudah cukup menghasilkan debu yang bisa menjadi penyebab ‘gredek’ di motor matik.

Nah… jangan salah kaprah lagi yaa…

[Dhany Ekasaputra]

About Dhany Ekasaputra 263 Articles
Experience 1. Racing Driver (1999-2002) 2. Testing Driver, e.g : Lamborghini Aventador, Lamborghini Gallardo, Lotus Elise, Nissan GT-R, Nissan Juke R, McLaren 650 S, etc (2001-2015) 3. Journalist Otosport (2001-2003) 4. Journalist Auto Bild Indonesia (2003-2009) 5. Technical Editor Auto Bild Indonesia (2009-2015) 6. Instructor Safety Institute Indonesia (2014-2016) 7. Operational Manager PT OtoMontir Kreasi Indonesia (2015-2017) 8. Managing Editor aftermarketplus.id (2017- )