Review Hyundai IONIQ : Cara Pakai Fast Charging dengan Aplikasi Charge.IN

Foto: aftermarketplus.id

AFTERMATKETPLUS.id – Hyundai IONIQ memiliki kapasitas baterai hingga 38.3 kWh. Jika diisi dengan listrik 2.5 kW, maka memerlukan waktu 15 – 16 jam. Tapi dengan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) milik PLN, hanya perlu waktu sekitar 2 jam dengan mode fast charging (19 kW). 

Untuk menggunakannya, Sobat OtoPintar perlu mendownload aplikasi Charge.IN di smartphone terlebih dahulu. Plus aplikasi Link Aja untuk metode pembayarannya. Setelah kedua aplikasi ini terkoneksi, barulah Sobat dapat menggunakannya. Oh ya, jangan lupa isi saldo terlebih dahulu ya di aplikasi Link Aja. 

Langkah pertama adalah mencari titik SPLU yang terdapat pada aplikasi Charge.IN. Kemudian Sobat akan menemukan info lokasi dan keterangan apakah SPLU dalam keadaan kosong alias tersedia, sedang digunakan atau dalam perawatan. Tinggal ‘klik’, maka map akan menampilkan petunjuk arahnya le lokasi SPLU yang dipilih.

Setelah mobil diparkir, lakukan prosedur seperti ini :

— Masukan kabel konektor SPLU ke pengisian di mobil.
— Buka aplikasi Charge.IN lalu pilih Charging.
— Pindai QR Qode yang ada di dispenser di dekat konektor yang digunakan.
— Isi jumlah kWh yang akan diisi ke mobil listrik.
— Konfirmasi pembayaran melalui Link Aja.
— Klik START di aplikasi untuk memulai pengisian listrik.
— Jika pengisian telah tercapai atau penuh, maka otomatis akan ada notifikasi pemberitahuan.
— Klik STOP di aplikasi untuk memberhentikan pengisian dan melepas konektor di mobil.

Nah mudah kan? 

OtoPintar pun melakulan pengisian sebanyak 20 kWh dengan harga Rp 1.300 / kWh. Harga listrik di SPLU lebih mahal ketimbang harga tarif dasar listrik di rumah yang hanya Rp 1.112 / kWh untuk daya listrik hingga 14.000 watt. 

Meski di SPLU tercatat angka pengisian sebesar 22 kW, namun saat OtoPintar coba, listrik yang masuk ke mobil hanya 19 – 20 kW sehingga waktu pengisian untuk mencapai 20 kWh menjadi 1 jam lebih sedikit. 

Begitu pun saat melakukan pengisian di rumah dengan Portable Charging. Meski memilih mode 12 Ampere yang seharusnya mampu menyalurkan listrik 2.6 kW, ternyata rata-rata hanya 2.4 -2.5 kW. 

Nah… karena lokasinya di Supermall Karawaci dan waktu pengisian yang memakan waktu 1 jam, OtoPintar pun bisa meninggalkan Hyundai IONIQ untuk sekadar jalan-jalan di dalam mal, sambil menunggu notifikasi dari smartphone.

Sayangnya, jumlah pengisian untuk konektor Fast Charging Type 2 hanya ada satu, sehingga jikalau ada mobil listrik lainnya harus mengantre.

[Dhany Ekasaputra]

About Dhany Ekasaputra 250 Articles
Experience 1. Racing Driver (1999-2002) 2. Testing Driver, e.g : Lamborghini Aventador, Lamborghini Gallardo, Lotus Elise, Nissan GT-R, Nissan Juke R, McLaren 650 S, etc (2001-2015) 3. Journalist Otosport (2001-2003) 4. Journalist Auto Bild Indonesia (2003-2009) 5. Technical Editor Auto Bild Indonesia (2009-2015) 6. Instructor Safety Institute Indonesia (2014-2016) 7. Operational Manager PT OtoMontir Kreasi Indonesia (2015-2017) 8. Managing Editor aftermarketplus.id (2017- )