Review Hyundai IONIQ : Jangan Dibeli, Jika Dua Hal Ini Belum Terpenuhi…

AFTERMARKETPLUS.id – Memiliki mobil listrik seperti Hyundai IONIQ perlu pemahaman mendalam sebelum memilikinya. Pasalnya, Sobat bisa salah pilih kendaraan. Mau berhemat, malah membengkak biaya lainnya.

Jarak tempuh selalu menjadi acuan pertama konsumen dalam memilih kendaraan listrik. Seperti halnya Hyundai IONIQ Electric yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 300 km. 

Sebuah angka yang fantastis dan masuk diakal untuk sebuah moda transportasi. Tapi ingat… jangan lupakan waktu pengisian daya listrik kembali. Karena pada prinsipnya, semakin besar kapasitas baterai maka akan semakin lama proses pengisiannya. 

Seperti Hyundai IONIQ yang memiliki kapasitas baterai 38.3 kWh. Dalam pengisian normal dengan 12 Ampere, mobil ini perlu diisi selama 15 – 16 jam dari kondisi kosong hingga penuh. 

Bandingkan dengann Toyota Prius Plug-in Hybrid Electric Vehicle yang hanya memiliki kapasitas baterai 8.8 kWh. Artinya jika diisi dengan arus listrik 12 Ampere, waktu yang diperlukan sekitar 3-4 jam saja. 

Belum lagi dengan tingkat kestabilan arus listrik di Indonesia, seperti saat OtoPintar melakukan charging di SPKLU, yang notabene sanggup menghasilkan daya listrik hingga 22 kW, tapi pada kenyataannya hanya sekitar 19-20 kW, bahkan sempat beberapa menit drop hingga 9kW. Kebayangkan Sob, berapa lama waktu pengisiannya dari seharusnya. 

Untuk itu, jangan beli mobil listrik jika belum terpenuhi dua hal ini.

Pertama, jangan membeli mobil listrik jika Sobat belum memiliki mobil yang masih menggunakan bahan bakar fosil alias masih memakai minyak bumi. 

Artinya mobil listrik harus menjadi mobil kedua, dimana tugas utamanya hanya sebagai moda transportasi di dalam kota. Mengingat biaya pengisian listrik yang sangat murah, yakni Rp 49.790,- untuk pengisian di SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) yang baru tersedia di area Jakarta dan sekitarnya atau termurah dengan harga listrik rumah yang hanya Rp 42.590,- (*Rp 1.112,- / kWh).

Jadi… jika ingin pelesir ke luar kota, sebaiknya tetap menggunakan mobil konvensional atau berjenis hybrid agar lebih fleksibel. Jika tidak, maka biaya akomodasi akan bengkak untuk mencari penginapan yang menyediakan daya listrik yang besar.

Kedua, Sobat tidak memiliki kelebihan daya listrik sekitar 2.640 watt di rumah. Artinya, minimal daya listrik di rumah menggunakan 5.500 watt dengan kebutuhan di rumah tak lebih dari 2.800 watt, agar sobat bisa men-charging mobil listrik dengan mode 12 Ampere. 

So… jangan mimpi punya mobil listrik dulu yaa, jika dua hal di atas belum terpenuhi.. 

[Dhany Ekasaputra]

About Dhany Ekasaputra 239 Articles
Experience 1. Racing Driver (1999-2002) 2. Testing Driver, e.g : Lamborghini Aventador, Lamborghini Gallardo, Lotus Elise, Nissan GT-R, Nissan Juke R, McLaren 650 S, etc (2001-2015) 3. Journalist Otosport (2001-2003) 4. Journalist Auto Bild Indonesia (2003-2009) 5. Technical Editor Auto Bild Indonesia (2009-2015) 6. Instructor Safety Institute Indonesia (2014-2016) 7. Operational Manager PT OtoMontir Kreasi Indonesia (2015-2017) 8. Managing Editor aftermarketplus.id (2017- )