Sering Isi Oli Mesin Berlebih ? Ternyata Bisa Berpotensi Bikin Ring Piston Patah

AFTERMARKETPLUS.id – Produsen kendaraan selalu mencantumkan volume oli mesin pada dipstick, terutama motor. Ternyata oli mesin akan memuai saat suhunya meningkat.

VOLUME BERLEBIH

Tak sedikit pemilik kendaraan yang kerap menganggap enteng mengisi oli mesin berlebih, alias melebihi batas rekomendasi produsennya. Apalagi jika kendaraan terkenal vampire oli seperti Yamaha NMax.

Anggapan bahwa, ‘toh nanti oli akan berkurang’ juga menjadi alasan klasik agar tak repot memeriksa oli mesin lebih sering.

Penulis pun pernah merasakan pahitnya turun mesin Toyota Corolla SE Saloon di tahun 1998, akibat kelebihan mengisi oli mesin. Saat mesin dipacu di rpm tinggi, tekanan di ruang karter oli yang sangat terbatas, menekan ring piston hingga patah.

Kembali ke Yamaha NMax, volume oli mesin rekomendasi adalah 900 ml. Sebuah angka yang tidak lazim dari kebanyakan motor pada umumnya – 800 ml. Begitupun dengan mesin-mesin modern yang kini hanya 650 ml.

Kemasan penjual oli hanya menyediakan ukuran 800 ml dan 1.000 ml. Jadi akan merepotkan mekanik untuk sekadar ukur-ukur volume sesuai rekomendasi.

Toh jika motor bermasalah akibat penguapan berlebih dari oli mesin, pemilik akan kembali menyambangi bengkel untuk sekadar membersihkan beberapa komponen. Artinya, cuan untuk bengkel-bengkel kan?

TES LABORATORIUM

Hasil tes membuktikan bahwa setiap 100 ml oli mesin akan bertambah 5-6 ml saat suhu mencapai 100°C – dimana 100 ml diisi saat suhu 29°C. Alhasil, jika oli Nmax diisi 900 ml, tentu rentang bertambah sekitar 45 – 54 ml. Jika diisi 1 liter, otomatis akan bertambah menjadi 1.050 – 1.060 ml.

Wajar, jika ruang udara di crankcase kian terbatas akibat volume oli berlebih sehingga tekanan menjadi tinggi dan membuat oli terdesak ke ruang filter udara. Oli akan terhisap masuk ruang bakar dan menjadi penyebab tumpukan karbon meningkat di klep dan piston.

Tidak sedikit juga, katup IAC (Idle Air Control) menjadi kotor sehingga kerap membuat stasioner mesin terganggu.

Nah, memuainya oli mesin inilah yang menjadi penyebab beragam hal negatif terjadi di mesin, jika pemilik kendaraan kerap mengisi oli mesin melebihi batas rekomendasi.

Jadi… patuhi aturan main dari produsen kendaraan yaa…

[Dhany Ekasaputra]

About Dhany Ekasaputra 259 Articles
Experience 1. Racing Driver (1999-2002) 2. Testing Driver, e.g : Lamborghini Aventador, Lamborghini Gallardo, Lotus Elise, Nissan GT-R, Nissan Juke R, McLaren 650 S, etc (2001-2015) 3. Journalist Otosport (2001-2003) 4. Journalist Auto Bild Indonesia (2003-2009) 5. Technical Editor Auto Bild Indonesia (2009-2015) 6. Instructor Safety Institute Indonesia (2014-2016) 7. Operational Manager PT OtoMontir Kreasi Indonesia (2015-2017) 8. Managing Editor aftermarketplus.id (2017- )