Asia CAN Finals 2026 Digelar di Indonesia, 9 Negara Adu Kualitas Audio Mobil!

pekik udi irianto | 22 Oct 2026

Full Width Image
Bukan Sekadar Audio Mobil! Asia CAN Finals 2026 Hadirkan Kompetitor Terbaik dari 9 Negara

AFTERMARKETPLUS.id - Ajang Asia CAN Finals 2026 kembali mempertemukan para kompetitor car audio terbaik dari berbagai negara Asia.

Pada penyelenggaraan tahun ini, kompetisi tersebut diikuti sembilan negara, yakni Taiwan, Filipina, Vietnam, Korea Selatan, China, Hong Kong, Thailand, Singapura, dan Indonesia.

Menurut Wahyu Tanuwidjaja, CEO PT Audioworkshop (21/10/2026), jumlah negara peserta tahun ini sama dengan tahun sebelumnya.


Kompetisi ini menjadi penyelenggaraan kedua Asia CAN Finals setelah pertama kali digelar pada 2019, berdasarkan keterangan narasumber.

Ada sejumlah kategori yang dipertandingkan, termasuk Sound Quality (SQ), Sound Pressure Level (SPL), serta kategori yang menguji kemampuan sistem audio dalam menghasilkan suara dengan tingkat kekencangan tertentu.

Pembagian kelas kompetisi juga dibuat berdasarkan tingkatan kemampuan, mulai dari consumer, prosumer, hingga profesional.

Sistem Kualifikasi Ketat untuk Mewakili Negara

Untuk bisa berlaga di tingkat Asia, peserta tidak dapat mendaftar secara langsung tanpa melalui proses seleksi. Setiap negara menerapkan kualifikasi lokal untuk menentukan kompetitor yang berhak mewakili negaranya.

"Peserta harus terlebih dahulu mengikuti kompetisi di negara masing-masing. Mereka yang berhasil menempati posisi terbaik dan memenuhi ketentuan yang berlaku berkesempatan melaju ke tingkat Asia," terang Wahyu.


Sistem ini diterapkan untuk menjaga kualitas kompetisi sekaligus memastikan jumlah peserta yang dinilai juri tetap proporsional di setiap kategori.

Penyelenggara juga menerapkan pembagian peserta berdasarkan kelas dan kategori. Dengan demikian, juri dapat menilai kompetitor secara lebih terukur dan konsisten, meskipun berasal dari negara berbeda.

Lima Juri dari Korea Selatan, Malaysia, dan Indonesia

Pada Asia CAN Finals 2026, penilaian dilakukan oleh lima juri yang berasal dari Korea Selatan, Malaysia, dan Indonesia. Komposisinya terdiri dari dua juri asal Korea Selatan, dua dari Malaysia, serta satu dari Indonesia.

Penjurian car audio memiliki tantangan tersendiri karena kendaraan yang dikompetisikan tidak mudah dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lain.

Oleh sebab itu, proses seleksi dan penilaian di setiap negara perlu mengikuti standar yang sama agar hasil kompetisi tetap adil.

Ada Asia Master Tuner dan Indonesia Open

Salah satu hal menarik dari kompetisi ini adalah adanya dua format pertandingan yang berbeda, yakni Asia Master Tuner dan Indonesia Open.

Asia Master Tuner merupakan kategori yang melibatkan tuner atau praktisi penyetelan sistem audio.

Peserta yang mewakili negara ditentukan melalui mekanisme yang berlaku di masing-masing negara, sehingga tidak semua orang dapat mendaftar secara langsung.

Berbeda dengan itu, Indonesia Open memberikan kesempatan kepada peserta untuk mendaftar secara terbuka sesuai ketentuan kompetisi.

Format ini memungkinkan lebih banyak peserta untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam bidang car audio.

Perbedaan mendasar kedua format tersebut terletak pada fokus penilaiannya. Dalam kompetisi audio kendaraan, juri menilai hasil akhir sistem audio yang telah dipasang dan disetel pada mobil.

Sementara itu, pada kompetisi tuner, kemampuan peserta dalam merancang atau menyetel sistem audio menjadi bagian utama yang diuji.

"Melalui kedua format ini, Asia CAN Finals menghadirkan kompetisi yang tidak hanya menitikberatkan pada kualitas suara kendaraan, tetapi juga keterampilan dan kemampuan teknis para tuner," imbuh Wahyu.

Ajang ini sekaligus menjadi wadah bagi komunitas car audio di Asia untuk mengembangkan standar kompetisi, menguji kemampuan, dan memperkuat hubungan antarpelaku industri audio mobil di kawasan tersebut.

#Asia CAN Finals 2026 #Kontes Audio

...
Author : pekik udi irianto > 3530 Articles

Pekik Udi Irianto mengenyam pendidikan di Vrije Academie voor de Beeldende Kunsten, The Haque, NL. Memulai karir di bidang otomotif sejak: 1994 : Fotografer Tabloid Otomotif. 2001 : Redaktur Foto Tabloid Otosport. 2003 : Redaktur Foto Majalah Auto Bild Indonesia. 2015 : Pemimpin Redaksi aftermarketplus.id.

Comment (0)

List Comment

No Comment