Jangan Sembarangan Ganti Pelek Jika Tak Ingin Celaka

Dhany Ekasaputra | 13 Nov 2025

Full Width Image
Modifikasi Pelek Tetap Harus Memperhatikan Spesifikasi Teknis yang Ditetapkan Oleh Pabrikan

AFTERMARKETPLUS.id - Salah satu cara mendongkrak penampilan mobil adalah dengan menganti desain pelek.

Tampilan sporti atau elegan akan mudah didapat dengan modifikasi yang satu ini.

Tapi... jangan sembarangan ganti pelek ya, Sob... Pahami aturan mainnya, biar tetap aman saat berkendara.

Lebar Pelek = Lebar Ban

Atas dasar penghematan, tidak sedikit pemilik kendaraan yang ingin mengganti pelek standar ke aftermarket, namun tetap mempertahankan ban sebelumnya.

Hal ini bisa dibenarkan selama spesifikasi pelek pengganti menyerupai dengan pelek standarnya, terutama pada lebar pelek.

Sebagai contoh ukuran ban standar Toyota Kijang Innova Reborn tipe Venturer adalah 215/55 R17 yang dipadu dengan pelek yang memiliki spesifikasi lebar adalah 6,5-inch atau sering disebut dengan 6,5J.

Pelek aftermarket, rata-rata memiliki lebar 7,5-inch ke atas. 

"Modifikasi velg kendaraan merupakan hak setiap pemilik, namun tetap harus memperhatikan spesifikasi teknis yang ditetapkan oleh pabrikan. Penggunaan velg dan ban yang tidak sesuai dengan standar bawaan dapat mempengaruhi kenyamanan berkendara, dan juga berdampak pada efisiensi konsumsi bahan bakar," ujar Fisa Rizqiano, Head of OE (Original Equipment) Sales Bridgestone Indonesia (13/11/2025).


Jika dipaksakan menggunakan pelek yang lebih lebar, maka dinding ban akan tertarik ke sisi pelek.

Secara visual akan terlihat sporti akan tetapi efek negatifnya, bantingan ban akan terasa lebih keras karena mengurangi kelenturan (flexibility) dinding ban dan beresiko merusak komponen kaki-kaki kendaraan.

Belum lagi pengaruh negatif ke performa akselerasi dan jarak pengereman.

Tak hanya itu, untuk beberapa tipe ban dengan aspek rasio rendah yang memiliki rim guard/ rim protector sebagai pelindung pelek, seperti misalnya Bridgestone Turanza 6 ENLITEN ukuran 235/45R18.

Otomatis fitur ini menjadi mubazir karena perannya untuk melindungi bibir pelek (dari kerusakan) akan sirna akibat sidewall alias dinding ban yang tertarik ke bibir pelek. 

Apalagi jika lebar ban dan pelek berselisih cukup jauh. Bead sebagai pegangan ban ke bibir pelek tidak akan mengikat sempurna.

Hal ini jelas sangat berbahaya lantaran bead dapat terlepas dari bibir pelek dan menyebabkan ban kehilangan tekanan angin secara tiba-tiba terutama pada saat menikung atau bermanuver terlebih saat kecepatan tinggi.

Begitu pun sebaliknya, saat lebar pelek terlalu kecil dibandingkan lebar ban. Maka pengendalian akan menjadi 'liar'.

Dinding ban yang terlalu melengkung akan menurunkan kemampuan ban dalam menopang beban saat bermanuver, sehingga akurasi kemudi menurun.

Nah, untuk memperoleh rasa berkendara yang serupa pada Toyota Kijang Innova Reborn tipe Venturer, maka ukuran ban perlu disesuaikan menjadi 225/55 R17 untuk lebar pelek 7,5 inci. 

Dengan ukuran ini, otomatis dinding ban (sidewall) akan kembali berada pada bentuk optimalnya untuk memberikan peredaman performa berkendara terbaiknya dari sebuah ban.

Meskipun tetap ada resiko. Dimana diameter ban yang beda dengan ban bawaan akan berpengaruh ke akurasi pembacaan speedometer atau odometer. 

Kesimpulannya, perubahan lebar ban harus disesuaikan dengan lebar pelek pengganti agar keamanan dan kenyamanan berkendara tetap terjaga.

Sebelum melakukan modifikasi pelek dan ban, konsultasikan terlebih dahulu dengan teknisi atau ahli ban dan pelek terpercaya.

Mereka dapat memberikan saran teknis yang sesuai dengan jenis kendaraan, gaya berkendara, dan kondisi jalan yang sering dilalui.

Konsultasi ini penting untuk menghindari risiko kerusakan komponen kaki-kaki, serta menjaga performa dan keselamatan kendaraan Anda.

Jadi, jangan hanya mempertimbangkan faktor hemat, ya!

#Tips Ganti Pelek #Tips Ganti Ban #Ban Bridgestone

...
Author : Dhany Ekasaputra > 321 Articles

Dhany Ekasaputra merupakan lulusan jurusan Teknik Mesin Universitas Pancasila yang memulai karir dibidang otomotif sejak;
- 1997 : Komunitas Balap KE System
- 1999 : Balap Turing dan Drag Race
- 2001 : Wartawan Tabloid Otosport
- 2003 : Wartawan Auto Bild Indonesia
- 2007 : PIC Auto Bild Indonesia Award
- 2009 : Editor Teknik Auto Bild Indonesia
- 2015 : Safety Driving Institute Otomotif Group
- 2016 : Manager Otomontir Kompas Gramedia
- 2018 : Redaktur Pelaksana Aftermarketplus.id

Comment (0)

List Comment

No Comment