AFTERMARKETPLUS.id - Indonesia kembali dilirik raksasa otomotif dunia. Produsen ban global Sailun Group resmi mengoperasikan pabrik manufaktur terbarunya di Demak, Jawa Tengah.
Ini menandai langkah strategis besar dalam memperkuat ekspansi di Asia Tenggara sekaligus menjadikan Indonesia sebagai basis produksi regional.
Peresmian pabrik ini menjadi bukti keseriusan Sailun dalam mendekatkan manufaktur ke pasar dengan pertumbuhan tinggi.
Tak main-main, fasilitas yang dikelola oleh PT Sailun Manufacturing Indonesia tersebut dibangun dengan investasi mencapai US$ 251,44 juta atau setara lebih dari Rp4 triliun.
Produksi Lengkap Berbasis "Made in Indonesia"
Direktur Sales & Marketing PT Sailun Tire Indonesia, Eko Supriyatin, menegaskan bahwa beroperasinya pabrik ini akan memperkuat ekosistem produk dan layanan Sailun secara menyeluruh.
"Dengan beroperasinya basis manufaktur Sailun di Indonesia, kami membangun ekosistem produk dan layanan yang lengkap, mulai dari PCR, TBR, OTR, hingga TUBE dan FLAP, yang berakar pada semangat Made in Indonesia," ujar Eko (20/1/2025).
Kehadiran pabrik ini tidak hanya memperluas kapasitas produksi, tetapi juga meningkatkan kemampuan Sailun dalam menghadirkan produk yang lebih lokal, responsif, dan terintegrasi bagi mitra dan konsumen di Tanah Air.
Kapasitas Jutaan Ban, Siap Kuasai Pasar Domestik dan Ekspor
Pada tahap awal, pabrik Sailun Demak menargetkan kapasitas produksi tahunan yang impresif, yakni:
3,6 juta ban PCR (Passenger Car Radial),
600.000 ban TBR (Truck & Bus Radial),
37.000 ton ban OTR (Off-The-Road).
Selain memenuhi kebutuhan pasar domestik, pabrik ini juga disiapkan sebagai hub ekspor ke kawasan Asia Pasifik, memperkuat peran Indonesia dalam rantai pasok otomotif global.
Asia Tenggara Jadi Kunci Pertumbuhan Sailun
Pembangunan pabrik di Indonesia sejalan dengan strategi jangka panjang Sailun Group untuk mendekatkan manufaktur ke wilayah dengan permintaan tinggi.
Asia Tenggara dinilai memiliki potensi besar, baik untuk segmen kendaraan penumpang, kendaraan niaga, hingga industri khusus.
Didirikan pada 2002, Sailun kini menempati peringkat ke-10 produsen ban terbesar dunia versi Tire Press 2024 dan berada di posisi ke-11 merek ban paling bernilai global menurut Brand Finance 2023.
Saat ini Sailun mengoperasikan sembilan fasilitas manufaktur dan empat pusat riset dan pengembangan (R&D) di Asia, Eropa, dan Amerika Utara, dengan distribusi di lebih dari 180 negara.
Pertumbuhan bisnisnya pun melesat, dari penjualan global US$ 296 juta pada 2008 menjadi sekitar US$ 3 miliar pada 2022.
Perkuat Distribusi dan Layanan Purna Jual Nasional
Tak hanya fokus produksi, Sailun juga menargetkan pembangunan ekosistem distribusi dan layanan purna jual nasional.
Melalui PT Sailun Tire Indonesia dan dukungan mitra lokal, perusahaan memperkuat jaringan distribusi untuk memastikan ketersediaan produk, efisiensi pengiriman, serta layanan purna jual yang kompetitif.
Peresmian pabrik ini dirayakan melalui agenda Smart Manufacturing · Shared Success - Sailun Group Partners Conference, sekaligus menandai babak baru ekspansi Sailun di Asia Tenggara.
Dengan investasi besar, teknologi modern, dan strategi terintegrasi, Sailun optimistis dapat berkontribusi pada penguatan industri ban nasional sekaligus mengangkat posisi Indonesia sebagai pemain penting dalam rantai pasok otomotif global.
List Comment
No Comment