AFTERMARKETPLUS.id - Setelah kita melihat perbedaan eksterior dan interiornya, kini saatnya mengendarainya. Menggunakan fitur easy akses, kita hanya tinggal membuka handle pintu, maka kunci otomatis terbuka.
Saat duduk di jok pengemudi dan menyalakan mesinnya menggunakan tombol start/stopnya, jok dan setir akan bergerak memposisikan pada posisi terakhir jok dan setir kita setel.

Posisi duduknya ergonomis, dan visibilitas mobil ini juga cukup baik. Meskipun menurut saya, pilar A agak sedikit landai sehingga terkadang menghalangi saya untuk melihat ke kiri dan kanan.
Meskipun begitu, GLC 200 terbaru ini mempunyai blind spot assist yang sangat membantu saya saat mengendarainya.
Saat mengendarainya, mobil ini sangat fun to drive. Menggunakan mesin berkapasitas 1.991 cc dengan teknologi turbo, GLC 200 kini mempunyai tenaga sebesar 197 hp dan torsi 320 Nm.
Untuk menyalurkan tenaga ke empat rodanya, mobil ini menggunakan transmisi otomatis 9 percepatan. Mengendarainya di kota Jakarta yang macet, kami cukup terhibur dengan system entertaimentnya.
Suara yang dihasilkan dari speaker Burmester sangat enak didengar oleh telinga. Untuk menyetel music, kita bisa menggunakan USB, Bluetooth hingga Android Auto dan Apple Car Play. Canggih ya.
Mobil ini juga sudah dilengkapi dengan break assist, sehingga mobil bisa mengerem sendiri saat kita tidak menginjak pedal rem yang semestinya disaat mobil sudah dekat dengan mobil didepan kita.

Selain itu, 64 warna ambient lightnya pun membuat saya berasa ada disebuah lounge berjalan. Melintasi jalan rusak kota Jakarta, bantingan suspensi mobil ini cukup membuat saya kaget. Meskipun menggunakan pelek ukuran 20 inci, tapi bantingan suspensinya cukup lembut.
Dan biasanya mobil dengan bantingan suspensi lembut mempunyai handling yang kurang baik. Tapi ternyata hal tersebut dapat ditampik oleh GLC 200 AMG Line ini. Handling mobil ini sangat baik. Saya hampir tidak merasa adanya body roll dari compact SUV ini. Sungguh luar biasa.
Saat selesai pengetesan, saya pun berhenti disebuah kedai kopi. Saat mau parkir, kami terbantu dengan fitur park assistnya. Adik dari GLE ini dapat parkir sendiri. Untuk memantau mobil ini parkir sendiri, Mercedes-Benz dilengkapi kamera 360 derajat padanya.

Jujur, kami sangat puas dengan GLC 200 AMG Line ini. Mobil ini canggih, dan sangat enak diajak bermanuver. Bantingan suspensinya juga tidak keras meskipun dia menggunakan pelek berukuran 20 inci. Mobil ini juga bertenaga dan irit bahan bakar. Untuk rute dalam kota, mid mencatat konsumsi bahan bakar 1:9,5 KM/L. Sementara untuk rute tol kami mid tercatat sebesar 1:14,2 KM/L.
Sayangnya mobil ini belum mengusung teknologi 4Matic. Dan kami juga mengharapkan jok mobil ini dibungkus dengan bahan kulit asli yang lebih mewah.
[Gilang Budiman]
#Mercedes-Benz #Mercedes-Benz GLC 200 AMG Line #Review GLC 200 AMG Line #Test Drive GLC 200 AMG Line
Author : Gilang Budiman > 1814 Articles
Gilang Budiman merupakan lulusan jurusan Ekonomi S1 Universitas Indonesia dan jurusan Business S2 Universitas Binus International yang memulai karir dibidang otomotif sejak;
- 2002 : Komunitas Honda Civic Indonesia
- 2009 : Komunitas BMW CAR CLUB OF INDONESIA
- 2011: Wartawan Auto Bild Indonesia
- 2014 : Komunitas Mercedes Benz Club Indonesia (NECI)
- 2015: Senior Reporter Otodriver
- 2016: Senior Editor Aftermarketplus
List Comment
No Comment