Test Drive DFSK Glory 560 : Rp 239 Juta, Sangat Worthed

Foto: aftermarketplus.id

AFTERMARKETPLUS.id – Adanya pendatang baru pabrikan otomotif asal China tentu membuat persaingan semakin ketat. Masyarakat pun penasaran dengan kualitas serta fiturnya. Karena pasca merek China terdahulu seperti Cherry QQ, masyarakat memandang sebelah mata mobil buatan China.

Tentu, kamipun penasaran menjajalnya. Dan beruntung, PT Sokonindo Automobile mengundang kami untuk mencoba Glory 560 dengan rute Pondok Indah – Lido – Pondok Indah. 

Sesi test drive DFSK Glory 560 ini juga dilakukan untuk memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus lalu. Test drive memakai varian tertinggi dari Glory 560 untuk membuktikan soal kenyamanan dan kelengkapan fitur dari SUV ini.

Rute yang dilalui adalah kemacetan jalan Arteri Pondok Indah dan mayoritas jalur tol, mulai dari JORR, Jagorawi, kemudian Bocimi sejauh 75 kilometer.

Pengujian performa off road ringan baru dilakukan di kawasan Lido Resort. Jalur pengujian melewati tol Bocimi yang naik turun berliku cukup mencerminkan kondisi pemakaian sehari-hari untuk jalur antar kota.

MULAI PENGETESAN

Tak lama setelah selesai briefing, pukul 10.05 kami pun segera memulai perjalanan. Kami masuk ke dalam mobilnya. Posisi duduknya cukup enak.

Semua panel dapat digapai dengan mudah. Desain jahitan joknya pun meyerupai desain mobil-mobil sport keluaran Eropa. Saya sempat kaget melihat kualitas dasbornya.

Karena bahan material yang digunakan merupakan bahan soft touch asli seperti yang ada di mobil harga diatas Rp 500 jutaan. Berbeda dengan mobil-mobil buatan Jepang pada umumnya yang menggunakan bahan plastik yang dilapisi kulit sehinga jadi soft touch.

Desain interiornya juga cukup modern. Setir multifungsinya yang terbungkus dari bahan kulit berdesain flat bottom ala VW dan Audi, sehingga enak digenggam.

Sudah dilengkapi dengan rem tangan elektris juga. Untuk entertainment system, mobil ini sudah dilengkapi dengan layar yang dapat dioperasikan secara touch screen. Kita dapat mengoperasikan Bluetooth Audio, Radio, Navi, dan lain-lain. 

Pada bagian tengah dasbornya terdapat colokan kabel aux dan usb. Setelah mendapat posisi duduk terbaik, kami pun segera mulai pengetesan.

Baca juga: http://aftermarketplus.id/aktual/baru-diluncurkan-glory-560-jadi-tulang-punggung-dfsk

Keluar dari dealer DFSK Arteri Pondok Indah, jalanan masih cukup padat. Dikemacetan Jakarta, mobil kami kendarai cukup nyaman. Kami terhibur dengan entertainment systemnya. Mobil ini mempunyai sound system yang baik. Dentuman bass nya cukup terasa. Bahkan lebih baik dari mobil keluaran Jepang di rentang harga Rp 250 jutaan.

Sebut saja Toyota Rush, Daihatsu Terios. Bahkan dikelasnya yang berhadapan dengan Honda HR-V, kami merasa suara audio Glory 560 lebih enak didengar.

Sayang kami merasa adanya turbo lag saat jalan dikemacetan. Sehingga saat kami menginjak pedal gas, mobil dirasa kurang responsive. Mungkin ini karena perpaduan antara transmisi CVT dengan mesin berteknologi turbo. Sehingga akselerasinya kurang buas.

PUAS DI TOL

Setelah melewati kemacetan, kami pun masuk tol untuk menuju ke Lido yang saat itu sudah lengang. Dan kami pun diperbolehkan untuk mencoba akselerasi suv dengan banderol Rp 189 juta – Rp 239 juta ini.

Segera kami injak pedal gasnya, saat putaran mesin berada di atas 2.000 Rpm, mobil ini cukup fun to drive. Kami dapat merasakan tenaga 150 dk pada 5.600 rpm dan torsi sebesar 230 Nm pada 1.800 – 4000 rpm nya dari mesin berkapasitas 1.500 cc turbo ini.

Menggunakan mode triptoniknya, terdengar suara raungan mesin yang cukup gahar. Saat menyusul mobil lain pun kami merasa percaya diri.

Suara didalam mobil juga cukup kedap. Kami baru mendengar suara noise angin pada kecepatan 160km/jam. Rasanya jauh lebih enak dari mobil keluaran Jepang diharga yang sama, bahkan dikelasnya.

Saat melaju dengan kecepatan 100 km/jam, putaran mesin berada di angka 2.000 rpm. Seharusnya mobil ini irit bahan bakar. Sayang kami tidak dapat melihat konsumsi bahan bakarnya karena speedomternya belum dilengkapi dengan MID.

Tapi menurut hasil pengetesan BPPT, Glory 560 mempunyai catatan konsumsi bahan bakar 1:12an untuk rute dalam kota.

Baca juga: http://aftermarketplus.id/review/review-mobil/first-impression-dfsk-glory-e3

Saat melahap jalan berliku di tol Bocimi, kami juga cukup kaget. Disaat pesaingnya terasa limbung, Glory 560 hampir tidak terasa body roll sama sekali. Bahkan pengendaliannya sangat baik untuk sebuah mobil suv.

Rasanya hampir mirip seperti saat kami mengendarai Audi Q5. Kami sangat menyukai handlingnya. Handling yang sangat baik itu tapi harus dibayar dengan bantingan suspensinya yang cukup keras.

Terutama saat kami melewati speed bump dan jalanan tidak rata.Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 1,5 jam, akhirnya kami sampai Lido.

Nah, disekitar lokasi, ada sebuah area untuk kami bisa mencoba kemampuan off road ringan Glory 560. Melewati jalan tanah yang tidak rata dan jalanan miring sekitar 30 derajat, mobil ini dapat melewatinya dengan mudah.

Glory 560 membuktikan dirinya sebuah suv sejati.Setelah melalui serangkaian acara, pukul 17.00 kami pun kembali melanjutkan perjalanan ke Jakarta.

Karena sudah mulai gelap, kami pun menyalakan lampu. Meskipun menggunakan teknologi projector, mobil ini belum dilengkapi dengan bohlam HID.

Lampu depan dan belakangnya juga tidak dilengkapi dengan teknologi LED. LED hanya ada pada lampu daytime running lightnya di bemper depan.

Tapi pada interiornya, Glory 560 memberikan lampu pada panel-panel dasbor dan switch power window. Sehingga mudah untuk kita saat mengoperasikan power window serta mencolokan kabel aux dan usb dimalam hari.

Hal ini tidak ada di mobil Jepang di harga kisaran Rp 200 jutaan.

BARIS KEDUA SANGAT MEMADAI

Kami pun sempat mencoba duduk di baris kedua. Duduk dibaris keduanya cukup nyaman, leg room dan head room sangat memadai. Jok di baris kedua dapat diatur maju dan mundurnya serta ketegapan senderannya. Tapi kami tidak mencoba kursi baris ketiganya. Untuk kami yang mempunyai tinggi 180 cm, kami tidak cukup.

KESIMPULAN
Karena DFSK masih baru, tentu DFSK masih harus lebih meyakinkan customer Indonesia lagi yang kebanyakan selalu menanyakan resale value dan kualitasnya.

Tapi sebenarnya, untuk pendatang baru di Indonesia, mobil ini cukup baik dan sangat worthed untuk dibeli. Hilangkan lah rasa gengsi Anda membeli sebuah mobil China.

Dengan harga hanya 239 juta untuk tipe tertingginya, mobil ini sudah jauh lebih baik dari mobil buatan Jepang di rentang harga yang sama.

Bahkan ada beberapa fitur juga yang lebih baik dari pesaingnya. Sebut saja, mesin berteknologi turbo, handling, serta 7- seater dan lain-lain. Ditambah lagi, DFSK memberikan garansi hingga 7 tahun atau jarak tempuh 150 ribu km.

[Gilang Budiman]

About Gilang Budiman 495 Articles
Organisation Experience Honda Civic Indonesia (2002) BMW CAR CLUB INDONESIA (2009-now) Mercedes Benz Club Indonesia (2014-now) Testing driver Ferrari F12, Bmw i8, Bentley, Lotus Elise, Lotus Exige, etc (2011-now) Auto bild magazine (2011 - 2015) Car Review, Otodriver, Car moto (2015-2016 ) Senior Editor aftermarketplus.id (2016-)
Contact: Website