AFTERMARKETPLUS.id - Suzuki Grand Vitara generasi terbaru meluncur di Indonesia pada 2023. Ia datang dengan tampilan yang lebih mewah. Fitur yang dimiliki pun semewah tampangnya.
Lihat saja fitur HUD (Head Up Display), Panoramic sunroof, cruise control hingga smartphone wireless charger. Menariknya ini semua bisa ditebus dengan harga yang tak jauh beda dari low MPV (Multi Purpose Vehicle) Mitsubishi Xpander.

Tetapi yang paling menarik diantara semua kelebihannya, emblem hybrid yang menempel di bodi. Ya, siapa yang sangka crossover mewah seharga di bawah Rp 400 juta ini punya sistem penggerak hybrid. Keren kan!
Namun tunggu dulu! Sistem hybrid yang dimiliki mobil ini tak sama dengan hybrid konvensional lainnya. Teknologi yang bernama Smart Hybrid System by Suzuki ini punya mekanisme yang jauh lebih sederhana dibanding hybrid konvensional lainnya.
Sistem Hybrid Pintar
Memang betul, Suzuki Grand Vitara dibekali baterai Lithium-Ion sama seperti mobil-mobil hybrid atau mobil listrik sesungguhnya walau ukuran dan kapasitasnya jauh lebih kecil.
Bedanya, kalau mobil hybrid konvensional dan mobil listrik memakai motor elektrik untuk menggerakkan roda, hybrid sederhana milik Suzuki Grand Vitara tidak.

Crossover yang diimpor secara utuh dari India ini memakai ISG (Integrated Starter Generator). Perangkat ini berperan menghidupkan mesin dan membantu menambah torsi saat mobil mulai melaju atau berakselerasi.
Jadi sistem hybridnya sangat bermanfaat mengurangi beban mesin ketika menghadapi situasi stop and go di kemacetan ataupun saat hendal melakukan manuver mendahului kendaraan lain.
Anda pasti bertanya kalau begitu apa beda rasa berkendaranya dengan mobil yang tidak hybrid? Tidak ada.
Ya, karena Suzuki Grand Vitara tidak dapat melaju dalam mode full electric. Itu sebabnya teknologi ini disebut juga mild hybrid.
Kelebihannya, karena ISG membantu memutar mesin saat berakselerasi, maka dampaknya akan terasa seperti ada sedikit dorongan lebih saat pedal gas diinjak dalam-dalam. Tetapi rasanya tidak begitu signifikan. Alasannya karena mobil ini ditenagai mesin K15C yang berkapasitas hanya 1,5 liter.
Mesin ini katanya berbeda dari mesin Suzuki Ertiga karena sudah mengalami sedikit penyesuaian dan mendapat tambahan teknologi Dual VVT.

Tenaga yang dihasilkan 103,6 PS dengan torsi puncak 136,8 Nm. Performanya tidak begitu istimewa, walaupun tidak bisa juga dibilang inferior.
Suzuki Grand Vitara sangat dapat diandalkan melahap medan tanjakan maupun melesat kencang di jalan bebas hambatan. Tetapi transmisi otomatis 6-speed dengan mode perpindahan manual miliknya memiliki rasio yang rapat.
Jadi saat melaju mobil cepat berpindah ke gigi berikutnya. Tujuannya tidak lain dan tidak bukan untuk menjaga mesin selalu di rpm rendah agar menghasilkan efisiensi bahan bakar yang optimal.
Pindah tuas transmisi ke posisi S dan pindahkan gigi menggunakan paddle-shift. Nah baru terasa kalau perpindahan giginya ada sedikit jeda. Sepertinya Suzuki memang sengaja menyiapkan mobil ini sebagai crossover perkotaan yang nyaman.

Nyaman jadi kelebihannya. Suspensinya mampu meredam permukaan jalan yang tak rata dengan sangat baik. Kabinnya hening dan lega. Paling penting lagi kemudinya ringan dan tak sulit mengemudikannya.
Jadi kalau Anda mencari crossover mewah yang harganya relatif lebih terjangkau dibanding rival di kelasnya, punya fitur canggih seperti cruise control, wireless charger, cruise control hingga jok kulit, dan konsumsi bahan bakarnya irit, Suzuki Grand Vitara ini bisa jadi alternatif yang ideal.
[Rizky Satria]
#Test Drive #Grand VITARA #Suzuki Grand Vitara #Test Drive Suzuki Grand Vitara

Author : Rizki Satria > 44 Articles
BROOM.ID I 2023-2024 Sr. Marketing Associate & Social Media Specialist
MOLADIN.COM I 2022 SEO Content Writer (Freelance)
OTO.COM I 2017-2022 Ass. Managing Editor & YouTube Channel Manager
ASCOMAXX, MOTOMAXX, DRIVENOW! I 2013-2017 Managing Editor
AUTOCAR INDONESIA I 2010-2013 Reporter / Journalist
List Comment
No Comment