Ternyata Begini Cara dan Rasanya Mengemudikan Mobil Listrik Nissan Kicks e-Power

Foto: aftermarketplus.id

AFTERMARKETPLUS.id – Nissan Kicks diklaim sebagai mobil dengan sensasi berkendara mobil listrik sepenuhnya. Kami penasaran, apa benar begitu? Gayung pun bersambut, Nissan meminjamkan satu unit Kicks selama beberapa hari kepada kami untuk menjawab rasa pertanyaan itu.

Karena saking penasarannya, desain eksterior, interior fitur serta aspek berkendara lain mobil ini akan kami bahas terpisah. Tak menunggu lama, masuk ke dalam kabin yang pertama jadi pusat perhatian saya jelas tuas transmisinya. Persis mirip dengan yang ada di Toyota Prius Prime Plug-in Hybrid.

Sebelum kita mulai mengendarai mobil ini, pencet tombol Start-Stop sambil menekan pedal rem. Layar panel instrumen digital menyapa, tandanya mobil sudah aktif. Khas mobil listrik, Anda tak akan menyadari kalau sebetulnya mobil sudah siap melaju. Tak ada getaran maupun suara mesin. Saat ini, Nissan Kicks beroperasi penuh secara elektris.

Jangan angkat kaki dari pedal rem. Geser tuas transmisi yang mungil ke kanan lalu ke bawah untuk mulai berkendara. Indikator posisi gigi di panel instrumen menampilkan huruf ‘D’. Tekan switch rem parkir elektris dengan jari dan angkat kaki dari pedal rem. Mobil menggelinding hening.

Tapi kalau jendela di buka, sayup-sayup terdengar suara berisik aneh dari arah kap mesin. Suara itu dibunyikan oleh speaker demi faktor keselamatan. Tujuannya memberitahu orang disekitar, ada mobil yang sedang melintas.

Sewaktu menginjak pedal gas, terasa betul dorongan torsi 260 Nm meski tak sampai menghentak ke belakang. Kemudian mesin bensin bangkit dari tidurnya. Menariknya lagi, semakin dalam pedal gas diinjak, semakin kencang suara mesin terdengar ke dalam kabin. Ternyata putaran mesin bergerak seirama dengan laju kendaraan.

Tujuannya memang hanya untuk mengisi kembali daya energi baterainya. Ya, mesin Nissan Kicks 1,2 liter berkode HR12 tak bertugas memutar roda. Mesin bensin tak terhubung secara langsung dengan roda. Makanya Nissan jumawa menyebut rasa berkendara mobil ini sama dengan mengendarai mobil listrik sepenuhnya.

Benar memang. Karakter penyaluran tenaga motor listrik yang instan sangat berbeda dari mesin pembakaran. Tapi klaim Nissan itu tak sepenuhnya benar. Kabin mobil listrik sepenuhnya benar-benar hening bahkan saat melaju di kecepatan tinggi sekalipun. Paling hanya road noise artikulasi roda dengan permukaan jalan saja. Tapi bukan suara mesin yang meraung kencang.

Nissan Kicks tak seperti itu. Karena masih memanfaatkan mesin pembakaran, siapapun yang mengendarai mobil ini masih akan merasa dirinya sedang mengendarai mobil bermesin bensin biasa di kecepatan tertentu. Karena raungan suara mesin membuyarkan semuanya. Ya namanya juga kan Kicks mobil hybrid, bukan mobil listrik sepenuhnya.

One Pedal Operation
Perbedaan paling signifikan mobil ini dibanding mobil lainnya yang dijual di Indonesia, One Pedal Operation. Maksudanya mobil ini bisa dikendarain hanya dengan memainkan pedal gas saja. Gak percaya? Begini penjelasannya!

Mobil ini punya tiga mode berkendara, Eco, normal dan Sport. One Pedal Operation hanya aktif di mode Eco dan Sport. Di kedua mode ini, terasa betul deselerasi saat pijakan kaki diangkat dari pedal gas. Seolah pedal rem sedang diinjak pelan. Semakin jauh kaki diangkat, semakin cepat deselerasinya. Kalau kaki lepas dari pedal gas, mobil bisa menahan laju sampai berhenti total. Keren ya!

Selama pengujian, seringnya mobil ini dikemudikan dalam dua mode itu tadi. Fitur ini benar-benar terpakai di area perumahan dan saat terjebak kemacetan. Misalnya, waktu jalan pelan di perumahan dan di depan ada polisi tidur. Cukup angkat sedikit kaki dari pedal gas, mobil ngerem sendiri. Begitu lewat, injak lagi pedal gas agak dalam. Begitu seterusnya.

Begitupun saat macet. Gak perlu repot pindah kaki dari pedal gas ke rem. Cukup mainkan pedal gas untuk mengantri. Efeknya, berkendara jadi terasa lebih rileks. Lantas bagaimana dengan stabilitas berkendaranya? Nah penjelasannya ada di artikel selanjutnya.

[MNR]

About pekik udi irianto 1506 Articles
1. Otomotif Tabloid, PT Dunia Otomotifindo - Group of Magazine as Photographer from May 2, 1994 to June 14, 2001 2. Otosport Tabloid, PT Penerbit Media Motorindo - Group of Magazine as Photographer from June 15, 2001 to December 31, 2001 3. Otosport Tabloid, Automotive Media Supporting Unit, PT Penerbit Media Motorindo - Group of Magazine as Photo Editor from January 1, 2002 to December 31, 2002 4. Otosport Tabloid, PT Penerbit Media Motorindo - Group of Magazine as Photo Editor from January 1, 2003 to April 5, 2003 5. Auto Bild Magazine, PT Penerbit Media Motorindo - Group of Magazine as Photo Editor from May 6, 2003 to December 31, 2008 6. Photographic Section, Auto Bild Editorial Department, Automotif Media, Publishing II Division, PT Infometro Mediatama - Group of Magazine as Photo Editor from January 1, 2009 to October 31, 2014 7. aftermarketplus.id as Editor in Chief from August 2, 2015 to present