Test Drive BMW 320i Dynamic: Harganya Tak Sampai Semiliar, Apa yang Dikorbankan?

pekik udi irianto | 28 Oct 2022

Full Width Image

AFTERMARKETPLUS.id - THE 3, alias si legendaris BMW Seri-3 berkode bodi G20 mengaspal di Indonesia sejak 2019. Mobil ini diperkenalkan sekaligus bersama dengan BMW Seri-5 dan BMW i3s di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019.

Produk yang berperan besar dalam kesuksesan BMW di Indonesia dan dunia ini selalu menjadi model dengan angka penjualan yang istimewa. Tak salah kalau pada 2020, produsen mobil asal Jerman ini menghadirkan varian terbaru yang lebih terjangkau.

BMW 320i Dynamic diperkenalkan pada 2021 dengan harga Rp 799 juta (off-the-road) atau Rp 899 juta (on-the-road). Inilah sedan termurah kedua BMW setelah 218i Gran Coupe Sport. Mengemban predikat sebagai entry level Seri-3, ada sejumlah fitur yang ditanggalkan mobil ini dari varian 320i Sport.

Pertama, lampu utama Laser Light diganti dengan lampu LED. Kemudian pelek ring berukuran 18 inci pada 320i Sport diganti menjadi 17 inci. Selebihnya masih sama, bagian belakangnya memakai lampu kombinasi L-Shaped LED dan dua buah muffler pada bagian kiri dan kanan.

Menariknya walaupun lebih murah, BMW 320i Dynamic justru mendapat tambahan fitur baru. Pintu bagasinya kini sudah menggunakan automatic tailgate operation untuk membuka dan menutup. Selain menggunakan tombol, ada juga fitur contactless tail gate opening dan closing menggunakan gestur ayunan kaki di kolong bagasi.

Kabin dan Rasa Berkendara

Masuk ke kursi pengemudi, tak sulit menemukan posisi berkendara ideal karena tersedia kursi dengan mode dua memory. Sayangnya pengaturan posisi kemudi masih manual belum elektris. Duduk di kursi pengemudi, Anda dapat merasakan suasana yang menggugah lewat desain dashboard yang driver oriented.

Bagian tengah dashboard dirancang menghadap ke arah pengemudi guna operasional sistem multimedia yang ergonomis. Layout dashboard yang minimalis minim tombol. Hanya tertanam BMW Live Cockpit 12,3 inci touch display yang dapat terhubung dengan smartphone melalui konektivitas Apple CarPlay.

Pengaturan sistem multimedianya dapat diakses lewat iDrive Touch Controller di konsol tengah dekat dengan tuas transmisi. Tersedia juga voice control "Hello BMW". Sistem multimedia menjadi wadah untuk mengatur sejumlah fungsi kendaraan, seperti AC hingga 11 pilihan warna lampu suasana kabin.

Pusat pengaturan berkendara diletakkan terintegrasi di dekat tuas transmisi. Tombol untuk menghidupkan dan memadamkan mesin yang biasanya ditemukan di dashboard, bisa Anda temukan di konsol tengahnya ini.

Selain tombol Start-Stop, ada tombol pengaturan mode berkendara. Tersedia tiga mode berkendara, yakni Sport, Comfort dan ECO PRO. Masing-masing mewakili karakter berkendara berbeda yang mengatur respons pedal gas serta perpindahan gigi dan bobot kemudi.

Tempat tombol-tombol ini memang mudah dijangkau, tapi jujur agak merepotkan. Karena Anda harus memalingkan pandangan sejenak dari jalan ke arah konsol tengah untuk mencari tombol ini kalau ingin pindah mode berkendara saat melaju.

Ada satu lagi tombol menarik di konsol tengahnya, yakni Park Assist. Ya, BMW Seri-3 memiliki fitur yang dapat membantu Anda memarkir kendaraan secara otomatis baik secara lateral maupun parallel parking. Sayang saat kami mencoba memarkirkan mobil ini di lahan yang kurang penerangan, fungsi ini tidak berhasil kami aktifkan.

Lantas bagaimana rasa berkendaranya? Mobil ini masih memakai mesin 2,0 liter 4-silinder yang menghasilkan tenaga 184 hp dengan torsi puncak 300 Nm. Outputnya disalurkan ke roda belakang melalui transmisi steptronic 8-speed.

Kalau dioperasikan dalam mode Sport dan geser tuas transmisi ke M1, maka akselerasinya terasa begitu mengasyikkan. Colek dikit pedal gas, mobil langsung melesat.

Soal pengendalian, ada sedikit perbedaan dari 320i Sport. Menggunakan ban dengan profil yang lebih tebal membuat feedback dari roda ke setir tak sama dengan varian Sportnya. Meski demikian rasa kesenangan mengendarai BMW yang khas tak dapat dibantah lagi. Grip ban ke permukaan masih tetap meyakinkan dan profil ban yang lebih tebal sedikit meningkatkan kenyamanan berkendara.

Meski jangan berharap kualitas bantingan suspensinya senyaman Seri-7. Karakter berkendara Seri-3 yang sporty didukung pusat gravitasi yang rendah, distribusi bobot 50:50 dan aerodinamika yang dioptimalkan dengan koefisien drag 0,23.

Ya, BMW Seri-3 memang lebih menyenangkan dikemudikan sendiri. Karena tidak banyak yang bisa dibanggakan kalau Anda duduk di kursi belakangnya. Sudut rebah kursi belakang terlalu tegak, tak ada sandaran tangan dan tanpa sunroof kabin belakang 320i Dynamic menjadi terasa tidak istimewa.

Istimewanya, hasil pengujian kami sejauh 36,2 km menggunakan mode ECO PRO mencatat konsumsi bahan bakar rata-rata 13,6 km/ liter. Catatan yang sangat baik untuk ukuran mobil Eropa bermesin 2,0 liter. Prestasi ini sedikit banyak ditunjang oleh pengurangan bobot sebanyak 55 kg dari varian Sport yang sudah diskontinyu.

[MNR]

#Test Drive #BMW 320i Dynamic #Harga bMW 320i Dynamic

...
Author : pekik udi irianto > 3233 Articles

Pekik Udi Irianto mengenyam pendidikan di Vrije Academie voor de Beeldende Kunsten, The Haque, NL. Memulai karir di bidang otomotif sejak: 1994 : Fotografer Tabloid Otomotif. 2001 : Redaktur Foto Tabloid Otosport. 2003 : Redaktur Foto Majalah Auto Bild Indonesia. 2015 : Pemimpin Redaksi aftermarketplus.id.

Comment (0)

List Comment

No Comment