TEST DRIVE GEELY STARRAY EM-I HYBRID: Kelebihan dan Kekurangan

Rizki Satria | 16 Feb 2026

Full Width Image
Sebuah Mobil yang Terasa Lebih EV daripada Hybrid

AFTERMARKETPLUS.id - Ada satu hal yang langsung terasa saat membicarakan Geely Starray EM-i. Mobil ini tidak datang dengan pendekatan setengah-setengah.

Ia tidak mencoba sekadar "ikut tren hybrid", tapi langsung melompat jauh dengan membawa teknologi plug-in hybrid yang serius, angka efisiensi yang nyaris terdengar terlalu indah, dan paket fitur yang lengkap.

Dengan harga Rp 499 juta OTR Jakarta, Starray EM-i berdiri di titik yang menarik. Ia cukup mahal untuk dituntut sempurna, tapi juga cukup "murah" untuk menggoda konsumen yang mulai melirik elektrifikasi tanpa ingin sepenuhnya beralih ke mobil listrik.

Namun seperti semua mobil baru, terutama dari brand yang masih membangun kembali kepercayaan, pertanyaan utamanya bukan hanya "apa yang ditawarkan", tapi "apakah semua itu bisa dipercaya dalam jangka panjang?"

Sebuah Mobil yang Terasa Lebih EV daripada Hybrid

Salah satu kekuatan terbesar Starray EM-i justru datang dari karakter berkendaranya. Motor listrik 160 kW dan 265 Nm, jauh lebih dominan dibanding mesin bensin 1.5 liter miliknya sehingga mobil ini terasa lebih seperti EV yang kebetulan punya mesin bensin, bukan sebaliknya.

Dorongan tenaganya instan, halus, dan terasa modern. Akselerasi 0-100 km/jam dalam 8 detik memang terlihat biasa di atas kertas, tapi cara mencapainya terasa lebih ringan dari angka tersebut.


Di dalam kota, rasanya menyenangkan. Tidak berisik, tidak terasa berat, dan cukup responsif untuk menghadapi lalu lintas yang sering tidak bisa diprediksi.

Namun di balik semua itu, ada satu catatan penting: pengalaman ini sangat bergantung pada baterai.

Dengan kapasitas 18.4 kWh dan klaim jarak listrik hingga 105 km (NEDC), potensi untuk berkendara tanpa bensin memang besar.

Tapi hanya jika pengguna disiplin mengisi daya baterai listriknya. Tanpa itu, mobil ini tetap efisien sekitar 23 km/liter, tetapi tidak lagi terasa "luar biasa".

Di sinilah Starray EM-i berbeda. Ia bukan mobil yang otomatis hemat. Ia adalah mobil yang memberi kesempatan untuk hemat.

Rasionalitas yang Kuat untuk Kebutuhan Keluarga

Dari sisi praktis, Starray EM-i terasa sangat masuk akal. Dimensinya besar, dengan panjang 4.740 mm dan wheelbase 2.755 mm, yang langsung terasa dalam bentuk kabin lega dan ruang kaki yang nyaman.

Bagasi menjadi salah satu kekuatan yang sulit diabaikan. Dengan kapasitas 528 liter yang bisa meluas hingga 2.065 liter, mobil ini tidak hanya cocok untuk penggunaan harian, tetapi juga perjalanan jauh bersama keluarga.

Ini bukan SUV yang sekadar tampil modern di parkiran kafe. Ini mobil yang benar-benar siap dipakai.

Namun justru karena pendekatan yang sangat rasional ini, ada satu hal yang terasa sedikit hilang, emosi dari desain.

Tampilan Starray EM-i bersih dan dewasa, tetapi tidak terlalu berani. Tidak ada elemen yang benar-benar membuatnya langsung dikenali di jalan.

Bagi sebagian orang, ini elegan. Bagi sebagian lain, ini main aman.

Fitur Melimpah, Tapi ujian sebenarnya, konsistensi. Starray EM-i datang dengan paket fitur yang sulit diabaikan.

Sistem audio 16 speaker dengan amplifier 1.000 Watt, berbagai fitur kenyamanan, hingga 14 fungsi Level 2 ADAS yang mencakup hampir semua teknologi keselamatan modern saat ini.

Secara spesifikasi, ini sangat kompetitif. Bahkan bisa dibilang mengungguli beberapa rival di kelas harga yang sama.

Namun pengalaman industri otomotif menunjukkan satu hal, fitur bukan hanya soal ada atau tidak, tapi soal bagaimana mereka bekerja setiap hari.

Seberapa halus Adaptive Cruise Control di jalan tol Indonesia yang penuh kendaraan berpindah jalur?

Seberapa akurat Lane Keeping Assist di jalan dengan marka yang tidak selalu jelas? Seberapa konsisten sistem AEB membaca situasi lalu lintas yang sering tidak terduga?

Semua itu tidak bisa dijawab hanya dari brosur. Dan di sinilah Geely menghadapi tantangan terbesarnya, membuktikan bahwa teknologi yang mereka bawa bukan hanya canggih, tetapi juga matang.

Dari sisi berkendara, Starray EM-i terasa stabil dan nyaman. Suspensi MacPherson di depan dan multi-link di belakang bekerja cukup baik meredam jalan bergelombang.

Di kecepatan tinggi, mobil terasa tenang dan tidak mudah limbung.Namun ketika diajak berkendara lebih agresif, karakter aslinya muncul, ini adalah SUV keluarga.

Penggerak roda depan (FWD) membuat mobil tetap aman, tetapi bukan yang paling menyenangkan.

Setirnya ringan dan mudah digunakan, tetapi tidak memberikan banyak feedback. Dengan kata lain, Starray EM-i tidak mencoba menjadi sporty.

Ia memilih menjadi nyaman dan mudah dikendalikan. Untuk sebagian besar konsumen Indonesia, itu adalah keputusan yang tepat.

Pertanyaan besarnya, siapkah konsumen Indonesia mempercayai mobil ini? Di atas kertas, Starray EM-i hampir tidak punya alasan untuk diabaikan. Ia efisien, cepat, luas, dan canggih.

Namun di dunia nyata, keputusan membeli mobil jarang hanya berdasarkan spesifikasi. Ada faktor yang lebih sulit diukur, yaitu kepercayaan.

Bagaimana jaringan servisnya? Seberapa cepat suku cadang tersedia? Bagaimana nilai jual kembalinya dalam lima tahun?

Untuk brand yang belum lama kembali serius di Indonesia, pertanyaan ini sangat valid.

Dan inilah yang membuat Starray EM-i terasa seperti sebuah taruhan, bukan taruhan yang sembrono, tapi tetap sebuah taruhan.

Kesimpulan: Mobil yang Sangat Menjanjikan, Tapi Belum Sepenuhnya Teruji

Geely Starray EM-i adalah SUV yang sangat modern dalam cara berpikirnya. Ia menggabungkan efisiensi, teknologi, dan ruang dalam satu paket yang terasa matang.

Ia bukan mobil yang emosional dalam arti tradisional. Ia tidak menjual suara mesin atau sensasi berkendara yang dramatis.

Sebaliknya, ia menawarkan sesuatu yang lebih relevan untuk masa depan: efisiensi, kenyamanan, dan kecerdasan.

Namun untuk benar-benar menjadi pilihan utama di pasar Indonesia, Geely perlu membuktikan satu hal yang tidak bisa ditulis di brosur.

Semua yang mereka janjikan harus bisa bertahan dalam waktu lama. Karena pada akhirnya, mobil bukan hanya tentang hari pertama, tapi tentang tahun kelima.

#Test Drive Starray EM-i

...
Author : Rizki Satria > 64 Articles

BROOM.ID I 2023-2024 Sr. Marketing Associate & Social Media Specialist

MOLADIN.COM I 2022 SEO Content Writer (Freelance)

OTO.COM I 2017-2022 Ass. Managing Editor & YouTube Channel Manager

ASCOMAXX, MOTOMAXX, DRIVENOW! I 2013-2017 Managing Editor

AUTOCAR INDONESIA I 2010-2013 Reporter / Journalist

 

 

Comment (0)

List Comment

No Comment