AFTERMARKETPLUS.id - Ada satu momen menarik saat pertama kali menginjak pedal akselerator Geely Starray EM-i. Bukan suara mesin yang terdengar. Bukan getaran khas empat silinder. Yang terasa justru dorongan instan, halus, dan senyap.
Dan di situlah Anda sadar: ini bukan hybrid biasa.
Starray EM-i adalah Plug-in Hybrid (PHEV) dengan pendekatan yang berbeda. Mesin bensinnya bukan pemeran utama. Motor listriklah yang memegang kendali.
Spesifikasi yang Tidak Main-main
Mari kita mulai dari spesifikasi, karena di dunia otomotif, angka adalah fondasi. Mobil ini dibekali mesin bensin 4-silinder 1,5 liter yang bertenaga 98 hp dengan torsi puncak 125 Nm.

Ditambah lagi, motor listrik Permanent Magnet Synchronous bertenaga maksimum 160 kW dengan torsi puncak 265 Nm.
Sedangkan transmisinya menggunakan 1DHT Automatic, dengan sistem penggerak FWD (front wheel drive).
Angka ini menjelaskan banyak hal. Tenaga motor listrik lebih dari dua kali lipat tenaga mesin bensinnya.
Secara karakter, ini lebih mendekati EV dengan generator bensin, dibanding mobil bensin yang dibantu listrik. Hasilnya? Respons instan.
Akselerasi: 0-100 km/jam dalam 8 Detik yang Terasa Lebih Cepat dari Angka
Geely mengklaim akselerasi 0-100 km/jam dalam 8,0 detik. Di atas kertas, angka ini kompetitif untuk SUV (Sport Utility Vehicle) medium seharga Rp 499 juta.
Namun yang membuatnya menarik, cara mencapai angka itu. Tidak ada jeda turbo. Tidak ada suara mesin meraung menunggu putaran naik. Begitu pedal ditekan, torsi 265 Nm dari motor listrik langsung tersedia.

Dorongannya linear. Halus. Nyaris tanpa drama
Di dalam kota, ini terasa sangat menyenangkan. Menyalip di celah sempit terasa percaya diri. Start dari lampu merah terasa ringan.
Namun ketika kecepatan mulai tinggi dan mesin bensin ikut bekerja lebih dominan, karakter berubah sedikit.
Transisi antara mode listrik dan hybrid umumnya halus, tetapi dalam beberapa kondisi akselerasi penuh, Anda bisa merasakan perubahan karakter suara dan respons.
Bukan mengganggu. Tapi justru di sini nikmatnya.
Tersedia tiga Mode Berkendara. Yakni Pure, Hybrid, dan Power
Dalam Pure Mode, mobil sepenuhnya mengandalkan baterai 18.4 kWh. Dengan klaim jarak tempuh hingga 105 km (NEDC), ini cukup untuk aktivitas harian tanpa menyentuh bensin.
Di kondisi nyata, tentu angka akan sedikit lebih rendah tergantung gaya berkendara dan kemacetan.
Tapi secara realistis, pengguna komuter Jakarta bisa saja hanya mengisi bensin seminggu sekali atau bahkan lebih jarang.
Hybrid Mode adalah mode paling rasional. Sistem akan mengatur kombinasi mesin dan motor secara otomatis untuk efisiensi optimal.
Power Mode? Di sinilah mobil terasa lebih agresif. Respons pedal lebih tajam, tenaga lebih eksplosif.
Namun perlu dicatat: ini tetap SUV keluarga FWD berbobot signifikan. Jadi jangan berharap sensasi sport SUV. Ini lebih ke akselerasi mantap, bukan adrenalin liar.
Efisiensi: Klaim yang Menggoda
Geely mengklaim range gabungan 1000+ km (NEDC) dengan efisiensi hingga 83 km/l. Angka ini impresif. Bahkan terasa hampir tidak masuk akal bagi mereka yang terbiasa dengan SUV konvensional.
Namun penting untuk jujur, angka tersebut sangat bergantung pada kondisi baterai. Jika baterai rutin diisi dan digunakan dalam pola perjalanan pendek, efisiensi luar biasa itu sangat mungkin tercapai.
Namun jika pengguna jarang mengisi daya dan mengandalkan mesin bensin saja, konsumsi tentu tidamk sama. Memang masih irit.
Tapi tidak lagi spektakuler. Dengan kata lain, Starray EM-i memberi potensi besar, tapi disiplin pengguna menentukan hasil akhirnya.
Handling dan Stabilitas: Nyaman
Suspensi depan MacPherson dan belakang Multi-link memberikan karakter yang cukup seimbang. Di jalan bergelombang, mobil terasa cukup empuk. Redaman tidak terlalu keras. Untuk keluarga, ini kabar baik.
Di kecepatan tinggi, wheelbase 2.755 mm membantu menjaga stabilitas. Mobil terasa mencengkeram aspal di tol.
Tidak limbung berlebihan. Namun ketika diajak bermanuver cepat di tikungan tajam, karakter FWD mulai terasa. Bobot dan distribusi tenaga membuat understeer ringan muncul saat dipaksa.
Ini bukan kekurangan fatal. Ini hanya pengingat bahwa Starray EM-i adalah SUV keluarga yang cepat, bukan SUV untuk di lintasan balap.
Kemudi terasa ringan di kecepatan rendah, memudahkan parkir dan manuver di kota. Namun bagi pengemudi yang mencari feedback tajam dari setir, rasa kemudinya mungkin terasa sedikit terlalu assistive.
Sistem pengereman menggunakan ventilated disc di depan dan solid disc di belakang. Karakter pedal rem cukup natural untuk ukuran hybrid.
Transisi antara regenerative braking dan pengereman mekanis relatif halus. Namun dalam pengereman mendadak dari kecepatan tinggi, terasa kalau bobot mobil ini tidak ringan.
Saat berjalan dalam mode listrik, kabin terasa tenang. Nyaris tanpa suara. Di kecepatan sedang, suara angin dan road noise cukup teredam. Ini mendukung pengalaman premium yang ingin ditawarkan Geely.
Namun saat mesin bensin aktif di putaran tinggi, suara mesin masih terdengar cukup jelas. Tidak kasar, tetapi tidak sepenuhnya tersembunyi.
Bagi sebagian orang, ini mungkin area yang masih bisa ditingkatkan untuk generasi berikutnya. Tapi buat kami, justru suara mesin yang sayup terdengar jadi romantisme tersendiri pada era elektrifikasi saat ini.
Kesimpulan
Geely Starray EM-i adalah SUV yang terasa modern dalam cara ia bergerak. Motor listrik dominan membuat pengalaman berkendara terasa lebih seperti EV daripada hybrid tradisional.
Namun untuk benar-benar menjadi benchmark di kelasnya, Geely perlu memastikan konsumen dapat memiliki mobil ini dalam jangka waktu yang panjang secara tenang.
Dan sebagai tambahan, ada harapan untuk membuatnya menjadi sedikit terasa lebih emosional saat dikemudikan.
#Starray EM-i #Geely #Test Drive Starray EM-i
Author : Rizki Satria > 64 Articles
BROOM.ID I 2023-2024 Sr. Marketing Associate & Social Media Specialist
MOLADIN.COM I 2022 SEO Content Writer (Freelance)
OTO.COM I 2017-2022 Ass. Managing Editor & YouTube Channel Manager
ASCOMAXX, MOTOMAXX, DRIVENOW! I 2013-2017 Managing Editor
AUTOCAR INDONESIA I 2010-2013 Reporter / Journalist
List Comment
No Comment