TEST DRIVE Hyundai New Santa Fe: Varian Bensin Karakter Berkendaranya Lebih Sopan

Foto: aftermarketplus.id

AFTERMARKETPLUS.id – Hyundai New Santa Fe yang meluncur di Indonesia bulan April 2021 lalu menawarkan banyak kelebihan dibandingkan versi sebelumnya. Mobil ini punya tampilan yang lebih gagah dan modern serta dilengkapi dengan segudang fitur canggih. Ulasan mengendai desain eksterior dan fitur interiornya telah kami bahas di artikel sebelumnya. Sekarang kita ulas rasa berkendaranya.

Performa

Unit yang kami uji ini adalah New Santa Fe bermesin bensin. Di Indonesia varian bermesin bensin memang baru ditawarkan di generasi keempatnya. Untungnya versi facelift tahun 2020 ini masih dipertahankan. Jujur saja pilihan mesin turbodiesel 4-silinder 2,2 liter CRDi yang bertenaga 200 hp dengan torsi puncak 441 Nm lebih menggoda. Tetapi untuk konsumen urban, mesin bensin lebih pas!

Kenapa? Karena mesin 4-silinder 2,5 liter MPI yang dipadukan dengan transmisi otomatis 6-percepatan menyuguhkan karakter berkendara yang tenang dan sangat nyaman. Tenaga sebesar 178 hp dengan torsi puncak 232 Nm memang terdengar jauh lebih sopan ketimbang pilihan mesin diesel. Tapi kalau dibutuhkan, output yang dihasilkan lebih dari cukup untuk berkendara di perkotaan.

Kemudi dan Stabilitas Berkendara

Kenyamanan didapatkan dari mesin yang minim getaran dan suara yang hening. Semua ini ditambah lagi dengan karakter bantingan suspensi yang lembut namun tetap mampu menjaga stabilitas saat dipakai menikung di tikungan. Desain eksterior yang mengalir sukses mengurangi distorsi angin. Begitupun dengan suara artikulasi roda yang dapat diredam dengan baik. Suara mesin memang masih sayup-sayup terdengar dari ruang kabin kalau pedal gas diinjak dalam-dalam.

Pergerakan kemudi terasa cukup linear. Bodi mobil dapat diarahkan dengan mudah. Bobot kemudinya juga cukup nyaman. Kemudi yang nyaman digenggam ini memang tak memberikan respons kontak roda dengan jalan. Tapi ya namanya juga SUV (Sport Utility Vehicle) perkotaan. Bidang pandang ke depan maupun ke belakang yang baik memberikan rasa kepercayaan diri dan pengalaman berkendara yang lebih rileks.

Satu-satunya hal yang membuat Anda agak linglung saat mengendarai mobil ini adalah absennya tuas transmisi. Ya, kalau Anda belum terbiasa, agak aneh rasanya memindahkan posisi gigi dari Drive ke Neutral atau Park maupun sebaliknya hanya dengan memencet tombol. Tapi kalau sudah biasa, malah terasa nikmatnya.

Transmisi shift by wire 6-speed otomatis miliknya juga menyediakan beberapa pilihan mode berkendara, Sport, Smart, Eco dan Normal. Kami rasa Anda sudah cukup familiar dengan pilihan mode berkendara ini. Intinya penyaluran tenaga dari mesin ke roda bisa diatur lebih moderat untuk menghemat bahan bakar, atau lebih agresif untuk kebutuhan manuver mendahului kendaraan lain.

Pintarnya mode Smart, mobil bisa mendeteksi kebutuhan berkendara secara real time dan memilihkan mode penyaluran tenaga yang sesuai dengan kebutuhan tanpa Anda repot putar-putar kenop ‘Drive Mode’.

Fitur Keselamatan Terpadu

Tetapi yang membuat versi facelift ini lebih menggunggah selera ketimbang versi sebelumnya, hadirnya fitur keselamatan terpadu yang canggih. Fitur keselamatan standar rem ABS (Anti-lock Braking System) dengan EBD (Electronic Brake Distribution) sudah jelas tersedia. Fitur pengendali traksi ESC (Electronic Stabiity Control) juga ada. Begitupun Hill Start Assist Control (HAC) yang ditambah lagi Downhill Brake Control (DBC).

Paling penting diantara semuanya, Forward Collision-Avoidance Assist (FCA) yang dapat mengerem sendiri kendaraan bila pengemudinya terlambat menghentikan laju kalau ada obyek di depan yang berjarak sangat dekat. Kemudian fitur Lane Following Assist (LFA) dengan Lane Keeping Assist (LKA) bisa mengendalikan arah kemudi secara otomatis bila mendeteksi kendaraan melintas keluar jalurnya.

Masih banyak lagi fitur lainnya, misalnya Rear Cross Traffic Collision Avoidance System (RCCA), Driver Attention Warning (DAW) hingga Safe Exit Assist (SEA) berupa bunyi peringatan kalau mobil mendeteksi ada obyek yang mendekati kendaraan saat Anda hendak membuka pintu.

Kamera parkir Surround View Monitor (SVM) dan sensor parkir pun terpasang. Terakhir yang tak kalah penting, airbag di sekeliling kabin. Semua itu rasanya cukup untuk membuat Anda puas menebus mobil seharga Rp 678 juta untuk varian 2.5 Signature ini.

[MNR]

About pekik udi irianto 1624 Articles
1. Otomotif Tabloid, PT Dunia Otomotifindo - Group of Magazine as Photographer from May 2, 1994 to June 14, 2001 2. Otosport Tabloid, PT Penerbit Media Motorindo - Group of Magazine as Photographer from June 15, 2001 to December 31, 2001 3. Otosport Tabloid, Automotive Media Supporting Unit, PT Penerbit Media Motorindo - Group of Magazine as Photo Editor from January 1, 2002 to December 31, 2002 4. Otosport Tabloid, PT Penerbit Media Motorindo - Group of Magazine as Photo Editor from January 1, 2003 to April 5, 2003 5. Auto Bild Magazine, PT Penerbit Media Motorindo - Group of Magazine as Photo Editor from May 6, 2003 to December 31, 2008 6. Photographic Section, Auto Bild Editorial Department, Automotif Media, Publishing II Division, PT Infometro Mediatama - Group of Magazine as Photo Editor from January 1, 2009 to October 31, 2014 7. aftermarketplus.id as Editor in Chief from August 2, 2015 to present