Test Drive Hyundai Palisade Signature AWD: Asyik Dipakai Ngebut Di Tanah!

Foto: aftermarketplus.id

AFTERMARKETPLUS.id – Sport Utility Vehicle (SUV) Hyundai Palisade berhasil menarik perhatian kami. Seperti yang telah kami bahas di dua artikel sebelumnya, mobil ini punya tampilan macho dengan interior nyaman dan rasa berkendara yang berkelas. Namun bagaimana performanya?

Oke, sebelumnya sudah kami bahas bahwa mobil ini punya stabilitas berkendara yang prima lantaran berdiri di atas struktur rangka monokok. Selain terasa lebih sportif, penghuni mobil ini juga dilayani secara nyaman oleh kabinnya. Seolah semua paket ini menunjukkan kalau Hyundai Palisade dilahirkan sebagai SUV perkotaan yang nyaman, bukan SUV petualang yang bisa dipakai menerabas ke hutan.

Banyak faktor juga memang mengarah ke sana sih. Contohya, Ground clearance yang hanya setinggi 203 mm atau tak beda jauh dengan Toyota Avanza dengan 200 mm. Belum lagi desain mobil ini juga tak ditujukan untuk mendapatkan approach angle maupun departure angle yang baik saat bermanuver di medan offroad. Lantas apa keuntungan sistem penggerak AWD pada Hyundai Palisade?

Jadi sebetulnya bukannya Palisade tak bisa dibawa ke medan offroad. Jelas ia mampu dan kami sudah membuktikannya sendiri. Karena ia dibekali sistem penggerak dengan banyak sekali mode berkendara. Tepatnya ada empat mode berkendara yakni comfort, eco, sport dan smart. Palisade juga punya tiga mode traksi, yakni snow (salju), mud (lumpur) dan sand (pasir).

Mode berkendara mengatur bobot kemudi, titik perpindahan gigi dan respons pedal gas. Jadi kalau Anda berkendara di mode Sport maka setir akan sedikit terasa lebih berat, mesin akan diajak menginjak rpm yang lebih tinggi sebelum pindah gigi dan respons pedal gas pun terasa begitu instan.

Sebaliknya, di mode Eco, setir jadi sangat ringan, transmisi cepat pindah gigi dan agar mesin selalu berada di rpm rendah dan respons pedal gas akan terasa sangat lambat untuk menghasilkan efisiensi bahan bakar yang optimal selama berkendara. Mode Comfort mungkin adalah pilihan paling moderat diantara keduanya. Kalau Smart, mobil akan membaca cara Anda berkendara dan menempatkan mode berkendara secara otomatis baik di Eco, Comfort maupun Smart.

Nah lalu pilihan mode terrain atau jenis medan yang dilalui. Setiap pilihan mode terrain akan mengatur traksi dan membagi tenaga di keempat rodanya secara otomatis untuk mengurangi ban selip agar mobil tetap menapak permukaan jalan dan bisa terus melaju tanpa hambatan berarti. Jadi inilah fungsi sistem penggerak AWD Palisade. Tujuannya agar pengemudinya tetap dapat berkendara meskipun tiba-tiba jalan di depan aspalnya sudah habis dan harus melewati jalanan non aspal seperti pasir, bebatuan hingga lumpur.

Sistem penggerak AWD nan pintar Palisade tentu tak perlu diragukan lagi kemampuannya. Sayangnya, untuk Indonesia tidak tersedia differential lock yang bisa mengunci pembagian tenaga roda depan dengan roda belakang 50:50. Tapi tak mengapa, serahkan kepada sistem pintar mode terrain yang mendistribusikan tenaga ke keempat rodanya secara otomatis.

Tapi kalau saya lebih suka menempatkan mode berkendara di mode Sport dan ajak Palisade bertubuh bongsor ini menari di medan offroad. Selain stabilitas berkendaranya yang berkualitas dan pengendalian yang menyenangakan, ternyata penyampaian tenaga dan torsi Palisade juga terasa cukup menyenangkan.

Di moncongnya yang kekar, Hyundai benamkan mesin turbo diesel 2,2 liter 4-silinder. Bukan untuk membandingkan, tapi sebagai gambaran saja, SUV yang lebih murah seperti Mitsubishi Pajero Sport saja dibekali mesin yang lebih besar yakni 2,4 liter turbo diesel dan Toyota Fortuner mesin turbo diesel 2,4 liter juga.

Tapi jangan pandang remeh dulu. Meski kapasitas mesinnya lebih kecil, namun mesin diesel generasi terbaru Hyundai ini punya catatan performa yang tak kalah. Sebagai gambaran, Toyota Fortuner 2.4L bertenaga 149,6 PS dengan torsi puncak 400 Nm. Mitsubishi Pajero Sport 2.4L menghasilkan tenaga 181 PS dengan torsi puncak 430 Nm. Nah percaya atau tidak, mesin Palisade bertenaga 200 PS dengan torsi puncak 440 Nm. Jauh mengungguli kedua SUV yang punya kapasitas mesin lebih besar darinya.

Ditambah lagi, Palisade dibekali dengan transmisi otomatis 8-speed. Transmisi 8-speed sangat bermanfaat untuk mobil diesel yang punya rentang rpm tak selebar mesin bensin. Makanya meski punya performa yang superior dibanding rivalnya, mobil ini tetap mampu menghasilkan catatan konsumsi bahan bakar yang cukup baik. Pengujian kami melewati rute kombinasi mencatat konsumsi BBM 11,6 km/l. Angka yang cukup baik untuk mobil diesel berbobot lebih dari 2 ton seharga Rp 1,08 miliar.

[MNR]

About pekik udi irianto 1598 Articles
1. Otomotif Tabloid, PT Dunia Otomotifindo - Group of Magazine as Photographer from May 2, 1994 to June 14, 2001 2. Otosport Tabloid, PT Penerbit Media Motorindo - Group of Magazine as Photographer from June 15, 2001 to December 31, 2001 3. Otosport Tabloid, Automotive Media Supporting Unit, PT Penerbit Media Motorindo - Group of Magazine as Photo Editor from January 1, 2002 to December 31, 2002 4. Otosport Tabloid, PT Penerbit Media Motorindo - Group of Magazine as Photo Editor from January 1, 2003 to April 5, 2003 5. Auto Bild Magazine, PT Penerbit Media Motorindo - Group of Magazine as Photo Editor from May 6, 2003 to December 31, 2008 6. Photographic Section, Auto Bild Editorial Department, Automotif Media, Publishing II Division, PT Infometro Mediatama - Group of Magazine as Photo Editor from January 1, 2009 to October 31, 2014 7. aftermarketplus.id as Editor in Chief from August 2, 2015 to present