AFTERMARKETPLUS.id - Hyundai Stargazer Cartenz bukanlah mobil yang dirancang untuk membuat jantung berdebar.
Ia tidak menawarkan mesin besar, tidak pula menjanjikan sensasi sporty atau karakter berkendara agresif. Namun justru di sanalah letak pendekatan Hyundai yang paling jujur: Stargazer Cartenz bukan dirancang untuk untuk pamer.
Saat Stargazer versi ini diperkenalkan, Cartenz telah memenuhi ekspektasi publik yang berpusat pada perubahan visual.
Tetapi bagi sebuah MPV (Multi Purpose Vehicle) keluarga, selain faktor visual, penting baginya untuk dapat memainkan peran sebagai teman perjalanan sehari-hari, mulai dari dari kemacetan pagi, jalan bergelombang di pinggiran kota, hingga perjalanan luar kota bersama keluarga.
Mesin yang Tidak Berisik
Hyundai Stargazer Cartenz tetap mempertahankan mesin 1,5 liter Smartstream naturally aspirated empat silinder. Outputnya berada di kisaran 115 PS dengan torsi 143,8 Nm. Angka ini wajar, bahkan cenderung konservatif, untuk kelas MPV 7-penumpang.
Namun, pengalaman berkendara tidak selalu ditentukan oleh angka. Mesin ini terasa halus sejak putaran rendah, dengan karakter tenaga yang linear dan mudah diprediksi.

Tidak ada lonjakan tenaga yang tiba-tiba, tidak pula respons gas yang mengejutkan. Semuanya terasa terkontrol, seolah Hyundai memang tidak ingin menggoda pengemudi untuk berkendara agresif.
Di lalu lintas perkotaan, karakter ini justru menjadi nilai plus. Stargazer Cartenz terasa mudah untuk diajak stop-and-go, tanpa gejala tersendat atau respons yang membingungkan. Mesin ini bekerja dalam diam, nyaris tanpa drama dan untuk mobil keluarga, itu adalah pujian.
Transmisi IVT: Bukan Cari Sensasi
Pilihan transmisi Intelligent Variable Transmission (IVT) sering kali memicu perdebatan. Bagi sebagian penggemar otomotif, transmisi jenis CVT (termasuk IVT) dianggap kurang memberikan rasa berkendara yang hidup.
Namun Hyundai tampaknya sadar betul bahwa target pasar Stargazer bukanlah mereka yang mengejar sensasi perpindahan gigi.
Dalam penggunaan normal, IVT di Stargazer Cartenz terasa halus. Transmisi ini bekerja selaras dengan karakter mesin, tidak terburu-buru, tidak memaksakan tenaga, dan selalu berusaha menjaga putaran mesin tetap efisien.
Saat dipakai pada kecepatan jelajah, respon transmisi terasa tenang dan stabil. Bukan tipe yang agresif menurunkan rasio, tetapi cukup sigap untuk kebutuhan menyalip dalam kondisi wajar. Lagi-lagi, ini bukan soal cepat atau lambat, melainkan soal rasa aman dan mudah dikendalikan.
Suspensi: Untuk Realitas Jalan Indonesia
Salah satu kekuatan utama Stargazer sejak pertama kali diperkenalkan di Indonesia adalah kualitas bantingan suspensinya, dan Cartenz meneruskan karakter tersebut dengan pendekatan yang semakin matang.
Suspensi terasa empuk tanpa terasa limbung berlebihan. Saat melewati polisi tidur, sambungan aspal, atau jalan bergelombang, Stargazer Cartenz mampu meredam guncangan dengan baik, terutama untuk penumpang baris kedua dan ketiga, area yang sering kali menjadi titik lemah MPV di kelas ini.

Namun, Hyundai tidak menjadikannya terlalu memantul. Saat dibawa menikung di kecepatan sedang, bodi masih terkontrol dengan baik. Ada body roll, tentu saja, tetapi masih dalam batas yang bisa diterima dan tidak menimbulkan rasa was-was.
Ini adalah setelan suspensi yang terasa "Indonesia banget". Setaln ini memang tidak ideal untuk kontur jalanan yang sempurna, tetapi sangat relevan untuk kondisi jalan sehari-hari.
Kemudi yang Bersahabat
Karakter kemudi Stargazer Cartenz cenderung ringan, terutama di kecepatan rendah. Ini membuat manuver di area sempit, parkiran, atau jalan perumahan terasa mudah dan tidak melelahkan.
Di kecepatan tinggi, kemudi memang tidak memberikan feedback yang kaya. Namun stabilitasnya tetap terjaga, dan arah mobil masih mudah dikontrol tanpa koreksi berlebihan. Hyundai jelas memilih pendekatan yang ramah pengguna, ketimbang mengejar rasa berkendara yang komunikatif seperti mobil Eropa.
Bagi pengemudi harian, terutama mereka yang menggunakan mobil ini bersama keluarga, karakter kemudi seperti ini justru yang dicari.
Peredaman Kabin: Tenang
Dalam hal NVH (Noise, Vibration, Harshness), Stargazer Cartenz Prime menunjukkan peningkatan yang terasa dibanding versi awal. Getaran mesin teredam dengan baik, dan suara dari ruang mesin jarang terdengar mengganggu ke kabin.

Namun, suara ban dan angin masih sesekali masuk, terutama di kecepatan tinggi. Ini bukan kekurangan fatal, tetapi menjadi pengingat bahwa Stargazer tetap berada di segmen MPV menengah, bukan premium.
Yang menarik, karakter suara yang masuk ke kabin tidak sampai terlalu mengganggu percakapan. Untuk perjalanan jauh, kondisi ini masih cukup bersahabat.
Kesimpulan
Setelah menghabiskan waktu di balik kemudi Hyundai Stargazer Cartenz, satu kesimpulan terasa paling kuat. Mobil ini sangat memahami perannya. Ia tidak mencoba menjadi lebih dari yang seharusnya, dan justru di situlah kekuatannya.
Tidak ada ambisi untuk terlihat sporty, tidak ada gimmick performa, dan tidak ada upaya berlebihan untuk mengejutkan pengemudi. Semuanya disusun dengan satu tujuan, yakni membuat perjalanan terasa mudah, aman, dan minim stres. Istilahnya mungkin bagi sebagian orang disebut, "biasa".
Namun bagi keluarga Indonesia yang menggunakan mobil sebagai alat mobilitas utama, pendekatan seperti ini justru yang paling menenangkan.
#Cartenz Prime #TEST DRIVE HYUNDAI STARGAZER CARTENZ PRIME #Stargazer #Hyundai Cartenz Prime
Author : Rizki Satria > 64 Articles
BROOM.ID I 2023-2024 Sr. Marketing Associate & Social Media Specialist
MOLADIN.COM I 2022 SEO Content Writer (Freelance)
OTO.COM I 2017-2022 Ass. Managing Editor & YouTube Channel Manager
ASCOMAXX, MOTOMAXX, DRIVENOW! I 2013-2017 Managing Editor
AUTOCAR INDONESIA I 2010-2013 Reporter / Journalist
List Comment
No Comment