TEST DRIVE JAECOO J5 EV: Bukan Penyuka Drama

Rizki Satria | 16 Feb 2026

Full Width Image
Jaecoo J5 EV, Suspensi Kekuatan Terbaiknya

AFTERMARKETPLUS.id - Mobil listrik sering dipromosikan dengan satu janji utama, yakni torsi instan dan akselerasi senyap.

Jaecoo J5 EV tentu tidak kebal terhadap narasi ini. Namun ketika benar-benar dibawa ke jalan, pengalaman berkendaranya justru lebih kompleks dari sekadar "cepat dan senyap".

Jelasnya, J5 EV bukan SUV (Sport Utility Vehicle) listrik yang ingin memamerkan performa. Ia juga bukan kendaraan yang mencoba menggoda pengemudi dengan sensasi agresif.

Sebaliknya, mobil ini menahan diri, baik dari sisi akselerasi, setelan kemudi, maupun karakter suspensinya.

Apakah itu kelemahan? Tidak! Tapi di beberapa kondisi, komprominya terasa kurang membuat kami berkenan.


Akselerasi: Termasuk Jinak

Tekan pedal akselerator Jaecoo J5 EV dari posisi diam, dan torsi instan khas mobil listrik langsung terasa.

Suara decit ban depan terdengar sekelebat, mobil meluncur tanpa jeda, tanpa suara mesin, dan tanpa drama. Di lalu lintas kota, karakter ini justru menjadi keunggulan utama.

Namun semakin dalam pedal diinjak, semakin jelas bahwa output tenaga ini dikurasi dengan sangat hati-hati. Akselerasinya tidak pernah benar-benar meledak. Bahkan saat mode berkendara diatur ke setting paling responsif, J5 EV tetap terasa moderat.

Ini membuat mobil terasa ramah untuk pengemudi awam dan penumpang belakang. Tapi bagi pengemudi yang berharap sensasi "EV punch", Jaecoo J5 EV bisa terasa kurang menggugah.

Kesan yang muncul bukan bahwa mobil ini tidak mampu, melainkan penyaluran tenaga ke roda sengaja diatur tidak terlalu buas. 

Satu hal yang patut dipuji, Jaecoo J5 EV memiliki penyaluran tenaga yang sangat halus. Memang di awal ada sedikit lonjakan mendadak yang mengejutkan, tapi langsung kembali diredam sehingga tidak ada respon liar yang membuat mobil terasa sulit dikendalikan.

Di kecepatan rendah hingga menengah, mobil ini terasa nyaman dan stabil. Untuk penggunaan harian seperti berangkat kerja, bermacet ria, atau berkendara santai, karakter ini sangat bersahabat.

Alhasil di kecepatan menengah ke atas, terutama saat ingin mendahului, J5 EV terasa butuh waktu sedikit lebih lama untuk merespons. Bukan lambat, tapi juga tidak sigap.

Ini membuat pengemudi harus lebih merencanakan manuver, sesuatu yang jarang diharapkan dari mobil listrik.

Sekali lagi, ini bukan kegagalan teknis. Ini keputusan karakter dan keputusan itu jelas sedikit mengorbankan kesenangan berkendara.

Handling: Stabil, Tapi Kurang Komunikatif

Masuk ke tikungan, Jaecoo J5 EV menunjukkan sisi positifnya. Bodi terasa cukup stabil, roll bodi terkendali, dan mobil tidak menunjukkan gejala limbung berlebihan. Ini menunjukkan bahwa sasisnya sebenarnya punya potensi.

Namun kemudi terasa terlalu ringan dan minim rasa. Feedback ke setir sangat terbatas, membuat pengemudi sulit membaca kondisi ban depan secara akurat. Akibatnya, meski mobil terasa aman, ia juga terasa kurang melibatkan.


Di jalan berliku, J5 EV bukan mobil yang mengajak pengemudi untuk "bermain". Ia lebih seperti berkata, "Lewati saja dengan aman."

Suspensi: Kekuatan Terbaiknya

Di sinilah Jaecoo J5 EV pantas mendapat pujian lebih.

Setelan suspensinya tergolong nyaman dan matang untuk kelasnya. Jalanan bergelombang, sambungan aspal, hingga polisi tidur dilibas dengan cukup tenang. Getaran tidak banyak masuk ke kabin, dan mobil tetap terasa stabil saat melaju di kecepatan konstan.

Suspensi ini jelas disetel dengan prioritas kenyamanan, bukan sportivitas. Dan untuk konteks SUV listrik kompak yang kemungkinan besar digunakan di dalam kota, keputusan ini masuk akal.

Namun konsekuensinya kembali terasa saat dipacu sedikit lebih agresif. Suspensi memang nyaman, tapi tidak memberikan rasa percaya diri ekstra saat mobil diajak bermanuver cepat.

NVH: Senyap, Tapi Tidak Sepenuhnya Terisolasi

Sebagai mobil listrik, J5 EV tentu unggul dalam hal keheningan mesin. Tidak ada suara mekanis yang mengganggu, dan ini memberi kesan berkendara yang rileks.

Namun suara ban dan angin masih terdengar di kecepatan tertentu. Ini bukan masalah besar, tapi juga menunjukkan bahwa isolasi kabin belum sepenuhnya optimal.

Untuk mobil yang ingin tampil sebagai SUV listrik modern, ini adalah area yang masih bisa ditingkatkan.

Kabar baiknya, suara-suara tersebut tidak mengganggu secara signifikan. Hanya saja, ekspektasi terhadap mobil listrik sering kali lebih tinggi di aspek ini.

Regenerative Braking: Efisien, Tapi Kurang Natural

Sistem regenerative braking bekerja efektif dalam mengisi ulang daya baterai saat deselerasi. Namun rasa pedal remnya membutuhkan adaptasi.

Transisi antara pengereman regeneratif dan pengereman mekanis tidak selalu terasa mulus. Pada kecepatan rendah, respons rem bisa terasa agak berbeda dari mobil konvensional, yang mungkin membutuhkan waktu bagi pengemudi untuk terbiasa.

Kesimpulan

Jaecoo J5 EV adalah SUV listrik yang sangat berhati-hati dalam membangun karakternya. Ia nyaman, stabil, efisien, dan mudah dikendarai. Untuk pengguna yang mencari kendaraan listrik harian tanpa drama, ini adalah paket yang solid.

Namun bagi pengemudi yang berharap mobil listrik bisa menawarkan sensasi baru dalam berkendara, J5 EV terasa sedikit menahan diri.

Tenaganya ada, handling jinak, tapi semuanya dibatasi oleh setelan yang terlalu konservatif.

Jaecoo seolah memilih jalan aman, yakni lebih baik tidak mengecewakan banyak orang, daripada mencoba menyenangkan sebagian kecil penggemar berkendara.

Dan pilihan itu sah. Tapi di pasar yang semakin dewasa, kepribadian berkendara akan menjadi pembeda, dan saat ini, Jaecoo J5 EV masih belum sepenuhnya menemukannya. 


#Test Drive Jaecoo J5 EV #Jaecoo J5 EV

...
Author : Rizki Satria > 64 Articles

BROOM.ID I 2023-2024 Sr. Marketing Associate & Social Media Specialist

MOLADIN.COM I 2022 SEO Content Writer (Freelance)

OTO.COM I 2017-2022 Ass. Managing Editor & YouTube Channel Manager

ASCOMAXX, MOTOMAXX, DRIVENOW! I 2013-2017 Managing Editor

AUTOCAR INDONESIA I 2010-2013 Reporter / Journalist

 

 

Comment (0)

List Comment

No Comment