Test Drive KIA Grand Carnival: Kencan Singkat yang Berkesan

Foto: aftermarketplus.id

AFTERMARKETPLUS.id – Biasanya mobil jenis MPV (Multi Purpose Vehicle) jarang didefinisikan oleh performanya. Maklum, sebagai mobil keluarga biasanya pengalaman yang nyaman dalam berkendara diutamakan. Namun seiring berjalannya waktu tidak sedikit konsumen yang menambahkan standar baru dalam kriteria memilih mobil. Salah satunya, performa.

Produsen mobil juga semakin peka terhadap preferensi individu dan pengemudi. Sepertinya inilah yang coba ditawarkan oleh KIA melalui MPV mewah miliknya, Grand Carnival. MPV seharga Rp 800 jutaan ini tak hanya bisa menggoda lewat desain eksterior sporty yang menggugah selera.

Pendekatan berbeda dari kebanyakan MPV di kelasnya yang memilih bahasa desain bergaya boxy seperti Toyota Alphard maupun Hyundai Staria.Tetapi juga menggoda konsumen dengan mesin diesel yang bertenaga dan responsif.

KIA Grand Carnival ditawarkan dalam satu pilihan mesin, yakni diesel 2,2 liter. Tenaga yang dihasilkan 202 PS pada 3.800 rpm dengan torsi puncak 441 Nm pada 1.750 – 2.750 rpm. Mesin yang sudah menerapkan teknologi Smartstream ini sama dengan yang digunakan oleh SUV (Sport Utility Vehicle) Hyundai Santa Fe.

Hyundai KIA Automotive Group sadar mesin menjadi pondasi penting bukan hanya untuk performa, tetapi juga memenuhi hasrat kesenangan mengemudi dan juga efisiensi bahan bakar. Teknologi Smartstream yang dikembangkan merupakan upaya Hyundai-KIA untuk memoles teknologi mesin pembakaran internal yang sebetulnya sudah mencapai titik puncak menjelang era kendaraan listrik.

Mesin barunya ini memakai blok mesin yang terbuat dari material aluminium yang lebih ringan. Banyak lagi peningkatan teknologi yang dimilikinya. Misalnya tekanan injektor yang ditingkatkan menjadi 2.200 bar dibanding 2.000 bar pada mesin R lamanya. Hasilnya respons mesin menjadi lebih optimal dan lebih ramah lingkungan. Ya, mesin diesel KIA Grand Carnival memenuhi standar emisi EURO 4.

Wajib meminum bahan bakar setara Pertamina DEX, hasil pengujian kami mencatatkan angka konsumsi bahan bakar kombinasi rata-rata 11 – 12 km/l. Catatan ini tidak buruk untuk MPV bongsor yang bermesin 2,2 liter.

Penyaluran Tenaga Seimbang, Apa Rahasianya?

Penyaluran tenaga ke roda menggunakan sistem shift by wire. Pengaturannya dilakukan melalui rotary dial di konsol tengah. Transmisi otomatis yang digunakan, torque converter 8-percepatan. Berbeda dari transmisi dual clutch yang dipakai saudaranya, Hyundai Santa Fe. Apa keuntungannya?

Transmisi torque converter memberikan respons yang lebih baik saat pengemudi melakukan kickdown dibanding transmisi otomatis jenis CVT (Continuous Variable Transmission). Transmisi jenis ini memberikan sensasi performa lebih terasa, khususnya bagi pengemudi antusias.

Kelebihan lain transmisi matik torque converter, lebih nyaman digunakan dibanding transmisi kopling ganda atau dual clutch. Memang transmisi dual clutch dapat melakukan perpindahan gigi dengan sangat cepat. Namun karakternya yang lebih sport ini biasanya punya karakteristik judder alias ndut-ndutan saat dipakai dalam kondisi macet.

Jadi itu dia rahasia keseimbangan performa dan kenyamanan yang ditawarkan oleh KIA Grand Carnival. Transmisi torque converter miliknya cenderung halus dan nyaman digunakan di perkotaan dan tetap dapat diandalkan kala performa dibutuhkan. Makanya tersedia paddle-shift di lingkar kemudi untuk perpindahan gigi secara manual.

Karakter mesin diesel dengan torsi yang besar membuat mobil berdimensi bongsor ini terasa ringan di segala rentang kecepatan. Memiliki rentang rpm yang lebih rendah dibanding mesin bensin, respons mesinnya sangat cepat. Apalagi tersedia mode berkendara Sport yang memberikan respons pedal gas yang lebih instan karena menahan putaran mesin di rpm tinggi. Kalau ingin berkendara halus dan nyaman di perkotaan, aktifkan mode ECO.

KIA Grand Carnival memiliki empat mode berkendara, Normal, ECO, Sport dan Smart. Driving mode tak hanya mengubah respons pedal gas saja, tetapi juga mengatur kecepatan perpindahan gigi dan feedback kemudi. Ya, dalam mode sport feedback kemudinya terasa begitu menggugah selera berkendara. Tapi kalau Anda malas memilih mode berkendara, aktifkan mode Smart dan biarkan Grand Carnival memilih mode berkendara secara otomatis menyesuaikan karakter berkendara Anda secara kontinyu.

Punya desain, performa dan karakter performa yang agak sporty ternyata tak mengorbankan kenyamanan penumpang di dalamnya. Kualitas peredaman suspensinya diformulasi secara seimbang. Ketika bermanuver dalam mode sport, gejala body roll dapat direduksi optimal. Sangat berbeda dari MPV boxy yang biasanya limbung.

Tetapi waktu dipakai melewati jalanan ‘keriting’ ataupun polisi tidur dan speed bump, redaman suspensi terasa sangat baik. Profil ban 235/60R R18 yang tebal juga membantu memanjakan penumpang menghaluskan permukaan jalan. Perpaduan sempurna stabilitas berkendara dan peredaman yang halus menjadi salah satu hal yang paling membekas dalam kencan singkat kami bersama KIA Grand Carnival.

[MNR]

About pekik udi irianto 2275 Articles
1. Otomotif Tabloid, PT Dunia Otomotifindo - Group of Magazine as Photographer from May 2, 1994 to June 14, 2001 2. Otosport Tabloid, PT Penerbit Media Motorindo - Group of Magazine as Photographer from June 15, 2001 to December 31, 2001 3. Otosport Tabloid, Automotive Media Supporting Unit, PT Penerbit Media Motorindo - Group of Magazine as Photo Editor from January 1, 2002 to December 31, 2002 4. Otosport Tabloid, PT Penerbit Media Motorindo - Group of Magazine as Photo Editor from January 1, 2003 to April 5, 2003 5. Auto Bild Magazine, PT Penerbit Media Motorindo - Group of Magazine as Photo Editor from May 6, 2003 to December 31, 2008 6. Photographic Section, Auto Bild Editorial Department, Automotif Media, Publishing II Division, PT Infometro Mediatama - Group of Magazine as Photo Editor from January 1, 2009 to October 31, 2014 7. aftermarketplus.id as Editor in Chief from August 2, 2015 to present