TEST DRIVE Mercedes-Benz GLB 200 Edition 50: GLS 7-penumpang Berukuran Mini

Foto: aftermarketplus.id

AFTERMARKETPLUS.id – Jangan protes dulu, tentu saja Mercedes-Benz GLS dan GLB punya dimensi yang jauh berbeda. Tapi lihat sekali lagi sosok SUV (Sport Utility Vehicle) mungil yang satu ini. Konsep mini namun bertampang maxi, itulah mengapa sosok Mercedes-Benz GLB dibuat sangat mendekati flagship pabrikan berlogo three-pointed star itu.

Sebagai salah satu anggota keluarga terbaru SUV Mercedes-Benz, GLB datang sebagai jawaban terhadap kebutuhan konsumen Tanah Air akan SUV ringkas berkemampuan angkut 7-penumpang yang dijual di bawah Rp 1 miliar. Ketika pertama kali meluncur pada September 2020, baby GLS ini dipasarkan dengan harga Rp 829 juta (off the road) Jakarta.

Berselang dua bulan kemudian, tepatnya di November 2020, Mercedes-Benz menawarkan versi istimewa dari GLB 200 Progressive Line. Merayakan ulang tahunnya yang ke-50 di Indonesia, hadir Mercedes-Benz GLB Edition 50. Ditawarkan dengan harga Rp 875 juta (off the road) Jakarta, beruntung satu unit melipir ke tangan kami untuk diuji.

Tentu saja, pertama kali berpandangan dengan mobil ini, sontak sosok sang kakak, Mercedes-Benz GLS terbayang. Mulai dari desain grille heksagonal dengan logo bintang di tengahnya yang dominan, lampu depan berbentuk agak kotak hingga desain tubuhnya yang agak kaku dari depan hingga ke belakang.

Awalnya agak aneh juga melihat Mercedes-Benz berdimensi ringkas ini punya tampilan yang tegap. Karena biasanya mobil dengan ukuran segini dibuat Mercedes-benz dengan desain yang lebih mengarah ke kesan sporty dengan bergaya ala crossover. Alasannya mungkin karena mereka sudah punya GLA, crossover compact 5-penumpang yang punya garis tubuh yang lebih lembut.

Jelasnya mobil ini ditujukan untuk segmen yang berbeda dari GLA. Memang di pintu baris keduanya produsen mobil asal Jerman ini menggoyang garis pinggulnya dengan lekukan lembut sebagai kesan dinamis. Tapi jujur aura lembut hanya tipis-tipis saja hadir di SUV ini.

Makanya ada pelindung bodi bagian bawah berwarna hitam yang menyambung dari bemper depan ke bemper belakang. Lalu di atap terdapat roof rail. Namun yang paling menguatkan gaya persegi mobil ini, garis tegas dan moncongnya yang kaku di depan.

Dimensi yang ringkas

Dari tadi sudah disebut beberapa kali kalau mobil ini punya dimensi yang ringkas. Begini, Mercedes-Benz GLB Edition 50 memiliki panjang 4.634 mm, lebar 1.834 mm dan tinggi 1.663. Sebagai perbandingan, Mercedes-Benz GLA punya dimensi panjang 4.410 mm, lebar 1.834 mm dan tinggi 1.611 mm. Jelas mobil ini lebih besar dari GLA.

Sekarang kita bandingkan dengan Mercedes-Benz GLC yang memiliki panjang 4.656 mm, lebar 1.890 dan tinggi 1.644 mm. Begini, Mercedes-Benz GLC punya dimensi yang lebih besar dari GLB, tapi GLC hanya mengangkut 5-penumpang. Lantas bagaimana dengan kelapanagan kabin GLB?

Langsung saja kita bongkar kursi baris ketiga yang menjadi nilai lebih mobil ini. Seperti dugaan, kursi baris ketiga lebih layak dihuni anak-anak. Pasalnya ruang di belakang ini sangat sempit. Bahkan Mercedes-Benz sekalipun menyarankan agar kursi paling belakangnya ini diduduki oleh penumpang dengan tinggi badan maksimal 169 cm.

Kalau mau dipaksakan sih bisa saja. Karena kursi baris keduanya bisa digeser maju. Jadi tinggal berkompromi ruang kaki dengan penumpang yang ada di depannya. Itupun posisi kursi yang tinggi membuat lutut tertekuk sempurna sepanjang perjalanan.

Kelebihan utama punya dimensi sebesar ini jelas ruang bagasinya bila kursi baris ketiganya dilipat rata lantai. Ruang bagasi dengan volume sebesar 1.800 liter dan atap menyediakan ruang yang cukup untuk Anda berbelanja atau membawa beberapa koper berukuran besar saat bertamasya.

Untuk urusan ruang kepala tak perlu ditanya, rata-rata penumpang dewasa Asia tak perlu khawatir kepalanya terbentur atap. Masih banyak ruang. Apalagi kalau duduk di kursi depan. Ruang kepala dan kaki SUV berdimensi ringkas ini sangat memadai.

Bagaimana dengan kelengakapan kabin dan fiturnya? Kita bahas di artikel berikutnya ya!

[MNR]

About pekik udi irianto 1613 Articles
1. Otomotif Tabloid, PT Dunia Otomotifindo - Group of Magazine as Photographer from May 2, 1994 to June 14, 2001 2. Otosport Tabloid, PT Penerbit Media Motorindo - Group of Magazine as Photographer from June 15, 2001 to December 31, 2001 3. Otosport Tabloid, Automotive Media Supporting Unit, PT Penerbit Media Motorindo - Group of Magazine as Photo Editor from January 1, 2002 to December 31, 2002 4. Otosport Tabloid, PT Penerbit Media Motorindo - Group of Magazine as Photo Editor from January 1, 2003 to April 5, 2003 5. Auto Bild Magazine, PT Penerbit Media Motorindo - Group of Magazine as Photo Editor from May 6, 2003 to December 31, 2008 6. Photographic Section, Auto Bild Editorial Department, Automotif Media, Publishing II Division, PT Infometro Mediatama - Group of Magazine as Photo Editor from January 1, 2009 to October 31, 2014 7. aftermarketplus.id as Editor in Chief from August 2, 2015 to present